
"Apa kau tak bosan hanya berbaring di sini..kau mau jalan-jalan?" tawar Rico yang tak tega melihat Annie yang hanya berdiam di ranjang rumah sakit.
"Jika aku keluar pasti mereka akan memarahi ku..apalagi Clara kau bisa di cermahi oleh nya selama tujuh hari tujuh malam" ucap Annie terkekeh mengingat diri nya pernah di cermahi karena bandel terus berjalan-jalan.
"Benarkah.. hahhaha baiklah sebaik nya tunggu hingga kondisi mu sedikit membaik..apa kau tak lapar hm?" ujar Rico akhirnya pasrah dan bertanya kepada Annie.
"Tidak .. perutku mual jika makanan masuk" ujar Annie menjelaskan bahwa dia selalu mual jika makanan masuk kedalam tubuh nya.
"Tapi bagaimana pun juga kau harus makan..nanti kau tak punya tenaga untuk melakukan pengobatan hm..sedikit saja bagaimana?" tawar Rico berusaha membujuk Annie untuk makan meski sedikit.
"Huhh..baiklah" Annie pasrah dan menurut saja toh dia senang ada Rico di samping nya.
"Kau mau makan apa?" tanya Rico mengusap kepala Annie yang tertutup kupluk karena rambut nya sudah tinggal sedikit.
"Em..terserah saja yang pasti tidak boleh yang pedas" Annie menyerahkan urusan makan nya pada Rico.
__ADS_1
"Baiklah kita pesan bubur saja ya" Rico memutuskan memesan bubur begitupun diri mau yang mengikuti Annie.
"Kau bagaimana?" tanya Annie
"Aku ya Bubur sayang.. aku akan ikut kau juga masa aku makan spaghetti tapi kau malah bubur" ujar Rico menyebutkan kata sayang yang membuat wajah Annie merona.
Rico melihat wajah Annie merona terutama pipi nya dia terkekeh dan gemas hingga tanpa sadar mengecup bibir nya sekilas lalu buru-buru pergi sebelum dia juga ikut merona.
Di luar ruangan Annie Rico duduk dengan memegang dada nya yang berdegup kencang.. Rico merutuki diri nya yang tak bisa menahan pesona bibir Annie..ya tuhan tenggelamkan Rico ke Palung Mariana saja sekarang.
Rico meninggalkan ruangan Annie dan menuju kantin setelah memberitahukan pada Clara agar menjaga Annie di ruangan nya..Annie belum tau bahwasanya Remon datang karena Remon belum siap menemui adik nya..dia terlanjut malu untuk bertemu dengan adik nya.
"Remon kau tak mau melihat adik mu?" tanya ibu nya yang melihat Annie dari balik jendela.
"Tidak untuk saat ini mom.. aku malu" Remon masih belum memiliki keberanian untuk menemui adik nya.
__ADS_1
"Tidak usah malu nak..dia sangat merindukan mu..sejak kepergian mu dia sedih dan berharap semoga kelak kau kembali" jelas sang ibu.
"Apakah aku masih pantas menyandang gelar kakak untuk Annie mom setelah apa yang aku perbuat di masa lalu?" tanya Remon memastikan diri nya.
"Selamanya kau tetap lah kakak nya..pernah yang dia tunggu kedatangan nya setiap hari..temuilah dia nak..jangan lupa tersenyum karena Annie tidak mau kita sedih" bujuk ibu nya agar Remon mau menemui Annie.
"Baiklah mom..Remon akan menemui Annie" Remon kalah karena dia juga sangat merindukan adik kecil nya.
Remon meninggalkan sang ibu kemudian memasuki ruangan Annie..dia membuka pintu secara perlahan agar tak mengganggu obrolan dua wanita yang berada di dalam.
"Rico kau sud__k..ka..kak" ujar Annie terhenti kala melihat peia yang dia kira Rico ternyata adalah Kaka nya.
"Hay Bunny..kau tak merindukan kakak?" sapa Remon tersenyum manis mendekati adik nya.
Seketika tangis kerinduan pecah dalam ruangan itu..Annie memeluk sang kakak yang selama ini dia nantikan kehadiran nya akhirnya bisa dia peluk lagi.
__ADS_1