
Secepat kilas setelah keluar dari lift Rico berlari menuju mobil nya yang terparkir tak jauh dari lobby.. dia berlari dan sampai di mobil dengan secepat kilat Rico masuk kedalam mobil dan menjalankan nya bagaikan orang yang tengah di kejar hantu.
"Minggir sialannnn..brengsek kalian" ujar Rico mengumpat kala melihat sebuah mobil van menghalangi jalan nya.
Tanpa banyak tanya lagi Rico keluar dan langsung menghunuskan tembakan pada kaca mobil bagian depan milik Van itu.
Tembakan tak bisa terelakkan lagi..Rico juga sudah mengambil sebuah tongkat besi untuk menghajar orang-orang itu..berani sekali mereka menghalangi jalan nya.
"Mati kalian semua sialannnnn"
Dor.....
Dor.....
Dor.....
BRAKKKKKK...
PRANGGGG.....
__ADS_1
Rico memecahkan kaca jendela mobil Van itu setelah puas menembaki nya..Rico benar-benar geram dengan aksi para bajingan itu..dia sedang di kejar waktu tapi malah dia dia halangi..maka rasakan lah timah panas nya.
3 Orang keluar dari dalam mobil Van yang Rico hancurkan mereka dalam keadaan terluka namun masih sanggup melawan..Rico melihat 3 orang itu dengan tatapan membunuh..dia sednag di kejar waktu untuk segera sampai di rumah sakit dan melihat keadaan di sana terutama keadaan Annie tapi perjalanan nya terhalang oleh bajingan-bajingan itu.
"Katakan" ujar Rico tanpa basa-basi.
"Iku kami atau wanita itu mati" ujar salah satu di antara ketiga orang itu.
"Ck.. mengganggu"
Rico langsung meletuskan timah panas nya lagi dengan sekali tembakan dan mengenai kepala orang itu.. sementara dua orang tersisa hanya diam gemetaran..lawan mereka bukan lah orang yang bisa di remeh kan.
"T..tuan.. maaf kan kami"
"Banyak omong"
Dor....
Dor....
__ADS_1
Dua timah panas nya berhasil mendarat pada kepala dan dada dua orang itu..mereka terkapar dengan tak berdaya.. Rico memang mempunyai kemampuan menembak yang patut di acungi jempol..dia di latih oleh Gio yang sudah pro dalam berbagai persenjataan.
Rico tanpa banyak basa-basi lagi langsung melesak menuju rumah sakit..dia menghubungi nomor orang-orang yang bisa dia hubungi tapi sayang mereka tak mengangkat nya bahkan ada yang tak aktifi.
Ini semakin membuat Rico cemas dan khawatir..ya tuhan semoga Annie nya baik-baik saja..semoga tidak terjadi apa-apa pada mereka semua.
'Semoga mereka baik-baik saja..ya tuhan lindungi lah mereka semua' batin Rico berdoa agar orang-orang yang dia sayangi dalam keadaan baik-baik saja.
Tak berapa lama kemudian dia telah sampai di rumah sakit..tampak suasana rumah sakit begitu sepi..tak ada orang yang berlalu lalang..terlihat juga orang-orang berpakaian hitam dengan persenjataan tengah berjaga di lobby rumah sakit.
"Sebenar nya ada apa ini..siapa yang telah berani mengusik ketenangan ku" ujar Rico sambil keluar dari mobil dan melangkah masuk kedalam rumah sakit namun di hadang oleh dua orang itu.
"Siapa kau..ada urusan apa dia sini?" tanya salah satu dari mereka.
"Minggir atau mati" Rico tanpa basa-basi langsung menodongkan pistol kepada dua orang itu tepat di kepalanya.
Dua orang itu langsung minggir karena dengan secepat kilat Rico berhasil mengambil senjata yang tengah mereka pegang.
Rico juga menyabetkan belati nya pada dua orang itu tepat di bagian dada nya dan langsung membuat dua orang itu sekarat dengan darah yang keluar dari mulut kedua nya.
__ADS_1
"Bernai mengganggu ku maka mari lah akibat nya" uhar Ricky smabil melangkah meninggalkan dua orang yang tengah sekarat itu.