
"Anda bicara dengan siapa?" tanya klimis dengan wajah tanpa dosa nya.
'Cih manusia datar satu ini' batin Remon kesal.
"Aku berbicara dengan mu..ck andai aku sudah sehat lebih baik kita berkelahi saja daripada seperti ini" ujar Remon emosi melihat wajah klimis yang tanpa beban.
Cih dia ingin sekali menggaruk wajah nya.
Klimis tak menanggapi dia hanya diam kembali ke mode datar nya tanpa bergerak.
"Ya Tuhan kenapa kau ciptakan manusia seperti dia sih" ujar Remon kesal dengan klimis.
"Nona Annie baik-baik saja..sebaik nya anda fokus pada kesembuhan anda jika ingin menyelamatkan nona Annie" ujar klimis masih tanpa ekspresi menatap majalah yang dia pegang.
"Ck.. baiklah aku akan menurut padamu sekali ini saja..lalu orangtua dan istri ku bagaimana keadaan mereka?" Remon pasrah dan bertanya lagi mengenai keluarga dan istri nya.
__ADS_1
"Mereka baik" jawab klimis singkat tanpa menoleh pada Remon.
'Adakah lampu ajaib Aladin di sini dia ingin memasukan klimis kedalam lampu itu lalu dia buang ke dalam lautan' jerit hati Remon membatin melihat sikap klimis.
Remon memilih membaringkan tubuh nya lagi kedalam pembaringan..dia cukup memiliki kesabaran dalam menghadapi si klimis.
Skip......
"Annie bangun lah..kau harus berjuang lagi Annie..jangan menyerah..aku selalu di sisi mu" ujar Rico penuh harap berdoa semoga Annie bisa sembuh.
Rico membaringkan tubuh nya di sisi Annie.. ranjang yang dia pilih cukup untuk dua orang dewasa..dia akan menjaga Annie bahkan pintu nya sudah dia kunci agar tak ada yang berani mengganggu nya.
Rico ikut terlelap karena dia juga lelah.. semalaman dia menjaga Annie tanpa tertidur..dia menantikan Annie membuka mata nya dan dia berharap orang pertama yang Annie lihat adalah diri nya.
#
__ADS_1
#
Seminggu kemudian kondisi Remon dan keluarga yang lain sudah benar-benar pulih..Remon juga bisa melakukan prosedur pendonoran pada Annie..ya akhirnya dokter memilih melakukan pendonoran setelah Remon sembuh total.
Keluarga tak melarang nya mereka menyetujui meski resiko nya juga besar.. Rico hanya menurut saja dan berdoa serta melakukan pencegahan jika terjadi sesuatu yang tak di inginkan.
Prosesi pendonoran pun berjalan dengan lancar.. Annie masih setia memejamkan mata nya.. Remon menatap adik nya dengan sendu..dokter sudah mempersiapkan segala sesuatu nya.
Remon berbaring menyamping dan masih setia menatap wajah Annie yang pucat..seminggu tak melihat wajah ceria adik nya kini perasaan Remon benar-benar hancur.
Jarum telah menembus punggung nya namun bukan sakit karena jarum yang dia rasakan tapi sakit ketika melihat adik satu-satunya belum juga menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan terbangun.
Beberapa jam kemudian Remon terbangun dan dia merasakan sakit pada punggung nya..dia saja bisa merasakan sakit nya apalagi adik nya ya tuhan dia benar-benar berdosa pada Annie karena secara tidak langsung dia membiarkan adik nya menderita selama ini.
"Maafkan kakak Annie..Kaka akan menantikan mu saat sadar nanti..Kaka akan menuruti apapun keinginan mu Bunny..bangun lah dan pukul Kaka" batin Remon melihat wajah Annie yang masih sama pucat nya.
__ADS_1
Remon memilih keluar dari ruangan itu..dia akan menebus waktu yang telah hilang dan dia lewatkan selama dia tak ada di sini bersama keluarga nya..