
Anelis telah sampai di kediaman utama keluarga Erick..dia terperangah melihat betapa mewah nya rumah di hadapan nya..sungguh bodoh dia tidak bisa mendapatkan Rico dan malah menghina nya miskin hanya karena Rico berpenampilan layaknya kaum sederhana.
"Sial rupa nya Rico benar-benar dari keluarga konglomerat..bodoh nya aku yang malah menyia-nyiakan tambang emas hanya demi batu kali..kali ini kau tak kan bisa lepas dariku Rico sayang" gumam Anelis yang sudah membayangkan hidup nya yang berubah menjadi orang kaya.
Anelis memasuki pekarangan rumah mewah itu,bukan rumah lebih tepat nya mansion mewah karena jika rumah tidak lah sebesar dan sewah ini..rumah Emmet saja tidak sebesar rumah orang kaya pada umum nya bahkan rumah kekasih baru nya paling hanya sepertiga dari mansion mewah ini.
Dia tak kan menyia-nyiakan tambang emas nya kali ini..dia mendapat alamat kediaman utama Erick dari teman ayah nya yang merupakan rekan kerja Rico yang bekerjasama dengan perusahaan yang Rico pegang.
Ayah nya tidak ada kesempatan untuk menjalin kerjasama dengan Rico karena profit perusahaan milik ayah nya tidak memuaskan dan Rico tentu tak mau rugi jika tetap memutuskan untuk bekerjasama.
__ADS_1
Anelis memasuki halaman mansion itu setelah mendapat ijin dari penjaga gerbang karena dia mengatakan bahwa dia sekertaris baru di perusahaan Wilson.Company dan penjaga gerbang juga melihat sebuah map yang di pegang oleh Anelis maka dari itu dia percaya bahwa Anelis adalah sekertaris utusan tuan Erick.
Anelis memasuki halaman mansion itu dengan mata berbinar-binar sambil menyusuri halaman mansion itu..begitu luas dan wah bisa lah jika dia mengadakan party di halaman samping.
'Aku tidak sabar untuk segera menjadi menantu keluarga ini..ouhhh Rico kau tak kan bisa lepas dariku sayang' batin Anelis sangat tidak sabar untuk segera menjadikan menantu dan bagian dari keluarga Wilson.
Dia memencet bel yang ada di sebelah pintu dekat tembok..tak berapa lama kemudian tampak pintu terbuka dan terlihatlah seorang wanita paruh baya dengan pakaian ala pelayan restoran menghampiri Anelis dan bertanya.
"Saya Anelis bi..bisa saya bertemu dengan tuan rumah karena saya ingin mengatakan sesuatu pada mereka" kata Anelis memasang wajah sedih.
__ADS_1
"Baiklah mari masuk dulu akan saya panggilkan tuan besar dan nyonya besar" kata si pelayan lalu mempersilahkan Anelis duduk di ruang tamu.
Anelis duduk di sofa empuk nan mahal itu dan dia merasakan betapa nyaman nya sofa itu dan pasti kualitas nya tidak main-main..wah dia benar-benar tidak akan melepaskan Rico begitu saja.
'Rupa nya kau tambang emas berharga ku Rico..aku tak akan melepaskan mu' gumam Anelis sambil jelalatan menelisik ruang tamu dimana dia berada.
Tak berapa lama kemudian tampak dari arah tangga terlihat sepasang suami istri yang tak lagi muda menuruni tangga dan berjalan beriringan menuju ruang tamu dan duduk di hadapan Anelis.
"Selamat pagi menjelang siang tuan,nyonya perkenalkan saya Anelis" sapa Anelis beramah tamah demi mengambil kesan pertama pertemuan mereka.
__ADS_1
"Hm,kau siapa dan ada urusan apa?" balas Erick tanpa basa basi.
Saya mau memberitahu bahwa saya tengah hamil anak dari putra anda yaitu Rico..daya mempunyai bukti nya silahkan anda baca dan lihat sendiri" kata Anelis menyerahkan sebuah map pada Erick.