
Sudah satu bulan lebih sejak pendonoran itu terjadi..Annie masih setia memejamkan mata nya.. Rico tak pernah sekalipun meninggalkan nya..dia selalu menemani Annie tanpa beranjak sedikit pun dari tempat nya duduk.
Badan Rico mulai susut,dari yang kekar kini sedikit kurus..kantung mata nya tampak jelas..meski begitu Rico tetap tak ingin meninggalkan Annie sendirian..dia tetap setia di samping gadis itu.
Annie..wajah mau tirus serta tubuh nya mulai mengurus..rambut yang tadi nya indah kini tak ada lagi..Annie selalu di pakaian kupluk oleh Rico takut kedinginan.
"Sayang kau tak merindukan ku..apa kau benar-benar tidak merindukan ku lagi..apa kau benar-benar sudah membenciku sayang..bangun lah lihat aku..lihat lah betapa kacau nya aku tanpa melihat senyum indah mu hiks..maafkan aku yang terlambat datang Annie..maafkan aku hingga kau harus berakhir seperti ini..aku akan melakukan apapun asalkan kau membuka mata mu..jika pun kau meminta ku untuk pergi aku akan pergi asalkan kau membuka mata mu lagi sayang hiks..bangun lah Annie..bangun" ucap Rico mencurahkan isi hati nya pada Annie.
Tampak jari Annie bergerak..namun hanya gerakan kecil setelah itu terdiam kembali.. Rico tak menyadari bahwa hari Annie sempat bergerak tadi karena Rico masih menangis meluapkan perasaan nya.
Di depan ruangan Annie tampak Remon dan keluarga nya tengah duduk menunggu..mereka tak ikut campur atau menegur Rico karena mereka tau bahwa Rico juga sama terluka nya dengan keadaan Annie.
"Kasihan Rico sayang.. aku benar-benar ingin menangis melihat betapa besar cinta nya untuk Annie" uajr istri Remon yang menyandar di bahu Remon di depan kaca jendela ruangan Annie.
__ADS_1
"Hm..kau benar sayang..semoga tuhan mengabulkan doa kita" balas Remon mengelus rambut istri nya.
Sementara di negara berbeda tampak seorang pria yang tak lagi muda tengah mendengarkan laporan dari anak buah nya di negara A.
"Jalankan saja rencana nya..jangan sampai ada yang tau" cap nya tampak serius.
"........."
Sambungan telepon terputus kemudian pria paruh baya itu meninggalkan ruangan dimana dia menghubungi orang suruhan nya itu.
#
#
__ADS_1
"Dok sebenarnya pendonoran kemarin itulah berhasil atau tau tidak kenal sampai sekarang anak saya belum juga sadar?" tamat ayah Annie yang amat gelisah memikirkan nasib anak nya yang tak kunjung membuka mata nya.
"Begini tuan.. pendonoran kemarin berhasil tapi saya juga tidak bisa berbuat banyak karena kondisi nona Annie memang sedang drop saat itu kami hanya bisa mengupayakan semaksimal yang kami bisa sisa nya adalah takdir yang kuasa.. berdoa lah tuan memohon kesembuhan untuk putri anda..kami pihak medis sudah melakukan yang kami bisa hasil nya kembali lagi pada nona sendiri apakah nona akan bertahan atau...huhhh semoga saja nona bisa bertahan kami akan melakukan apapun semampu kami tuan" uajr dokter yang menangani Annie menjelaskan kondisi Annie saat ini.
'Ya tuhan..kenapa begitu berat cobaan mu' batin ayah Annie.
"Baiklah dok..tolong lakukan yang terbaik untuk anak kami" ujar ayah Annie.
"Akan aku usahakan tuan" balas sang Dokter.
Setelah kepergian ayah Annie dokter hanya bisa menghela nafas nya panjang..entah lah apa yang sedang dia pikirkan hanya dokter yang tau.
Sementara itu di ruangan Annie Rico tengah di buat panik karena detak jantung Annie di layar monitor hanya menunjukkan garis lurus.
__ADS_1