CINTA DAN PERJUANGAN

CINTA DAN PERJUANGAN
Ep_49..You Are Mine,Annie.


__ADS_3

"Annie sayang apa kau sudah siap nak?" tanya ayah Annie menghampiri nya.


"Siap dad..kau Remon nggak ikut?" jawab Annie lalu bertanya tentang Remon.


"Tentu ikut bodoh mana mungkin aku melewatkan kesempatan emas ini" kata Remon yang sudah muncul di belakang ayah nya.


Annie tersenyum melihat sang kakak yang tampak tampan dan astaga mata nya sedikit memerah dan hidung nya juga sedikit masih terlihat merah..astaga Annie ingin sekali tertawa melihat wajah kakak nya.


"Kaka..apa kau yakin akan mengantarku ke altar dengan wajah mu yang seperti itu?" ledek Annie dengan senyum nakal nya.


"Ck,nggak usah ngeledek kamu Bunny..Kaka gini juga karena kamu lah..sudha ah ayo kita keluar temui calon suami mu yang sudah kelojotan ingin melihatmu sedari tadi" Remon berdecak karena di ledek sang adik dan di tertawa kan sang istri juga ayah nya.


Sebelum nya Remon memilih mengantar istri tercinta nya dulu ke tempat duduk di sebelah ibu nya..dia tak mau jika istri tercinta nya kenapa-kenapa karena dia sedang menunggu kelahiran jagoan nya.

__ADS_1


Setelah nya Remon kembali lagi lalu mendekati adik dan ayah nya lalu dia mengulurkan lengan nya agar Annie menyematkan tangan nya pada lengan itu.


"Are you ready my girl?" tanya sang ayah di angguki oleh Annie.


"Ok ayo buat calon suami mu kejang-kejang" kata Remon di angguki oleh ayah dan Annie.


"Hahaha" tawa ketiga nya pecah lalu mereka mulai berjalan menuju altar kecil yang sengaja di buat di belakang rumah.


Mereka berjalan beriringan dengan senyum kebahagiaan yang terpancar di wajah ketiga nya meski tampak ketiga wajah itu ingin menangis namun tertutup oleh kebahagiaan.


Sementara Rico yang sedari tadi sudah kelojotan ingin melihat calon istri nya di buat gelisah karena dia merasa waktu berjalan begitu lambat..dia tidak suka dengan hal ini tapi apa boleh buat dia harus sabar.


"Tenang boy,kau seperti cacing kepanasan saja" kata Erick yang geli melihat gelagat sang anak sedari tadi.

__ADS_1


"Ck,Daddy seperti tidak pernah saja" Rico berdecak karena ayah nya seakan tidak pernah berada di posisi nya.


"Hahaha Daddy pernah berada di posisi mu boy tapi Daddy tidak seperti mu yang seperti cacing kepanasan..tenang lah nanti kau juga akan tersenyum lebar melihat pujaan hati mu" kata Erick menepuk-nepuk pundak putra nya yang tampak sekali tidak sabar.


Rico akhirnya mulai mencoba menenangkan diri melainkan sulit tapi dia tetap mencoba nya..benar saja tak berapa lama kemudian dia melihat pintu penghubung terbuka dan tampak lah sang pujaan hati tengah di apit oleh dua pria yang sebentar lagi akan menjadi panutan nya setelah ayah dan kakak nya.


"Dad..Annie dad..oh God dia sangat cantik" kata Rico seakan ingin berlari menuju Annie lalu merengkuh nya.


"Jaga image mu bodoh..fokus jangan sampai Daddy nikahkan Annie dengan klimis" ancam Erick yang gemas dengan sikap putra nya.


"Noo,jangan bicara yang tidak-tidak dad" Rico menggelengkan kepala nya menolak usulan tersemat ancaman dari kata-kata ayah nya.


"Maka dari itu tenang dan jemput lah calon istri mu" titah Erick dan di angguki oleh Rico lalu dia berjalan tiga langkah menuju tempat di mana Annie dan kakak serta ayah Annie berada.

__ADS_1


'You are mine,Annie sayang' batin Rico tersenyum sumringah.


__ADS_2