
Tak terasa 1 bulan berlalu setelah lamaran yang Rico lakukan di depan semua kelurga kedua nya.
Hari itu mereka memutuskan untuk membawa hubungan kedua muda mudi itu ke jenjang pernikahan satu bulan setelah lamaran terjadi..kedua kubu sama-sama setuju dan tentu nya Rico senang bukan main karena bisa memiliki Annie yang selama ini dia tunggu.
"Sayang aku merindukan mu" kata Rico saat mereka sedang melakukan panggilan suara.
"Sabar besok kita sudah bertemu dan memiliki status baru" kata Annie terkekeh melihat wajah lemas Rico.
"Arghhh sayang aku benar-benar merindukan mu loh..tapi tidak apa-apa aku akan menahan rindu ini sampai besok dan kau harus siap dengan konsekuensi nya besok hm?" kata Rico sambil merengek lalu tersenyum misterius menatap Annie yang hanya kebingungan.
"Maksud nya konsekuensi apa sih sayang?" tanya Annie tidak paham.
"Besok kau akan tau sayang..Sudja lah lebih baik kau tidur saja agar kau tidak di hampiri mata panda..I love you sayang and good night cups" kata Rico yang kini malah tersenyum manis sekali pada Annie lalu memutuskan telefon setelah mengucapkan selamat malam dan juga kecupan jarak jauh.
Annie..dia kebingungan dengan sikap Rico yang tiba-tiba berubah..apa Rico salah makan sehingga dia mengatakan hal yang entah dia sendiri tidak tau arti nya.
__ADS_1
Setelah terdiam sejenak,Annie memilih untuk merebahkan diri di atas ranjang dan mulai memejamkan mata nya agar besok saat di rias wajah nah tampak segar.
Kedua nya mengarungi alam mimpi bersama-sama meskipun berbeda tempat..persiapan semua sudah 100 persen selesai dan besok adalah hari di mana kedua nya akan mengucapkan janji suci pernikahan mereka.
#
#
Keesokan pagi nya Annie telah siap dengan segala riasan di wajah nya..dia juga sudah berganti pakaian dengan gaun pengantin yang Rico pilih sendiri tentu saja tidak terlalu terbuka maupun tertutup.
Annie duduk di ranjang dengan Amber yang menemani nya..perut Amber sudah sangat buncit mungkin beberapa hari lagi akan lahir jadi dia tidak boleh banyak gerak takut baby nya kenapa-kenapa.
"Ka kapan so baby keluar?" tanya Annie yang penasaran.
"Satu minggu lagi perkiraan,kenapa kau tidak sabar hm?" jawab Amber menelisik.
__ADS_1
"Hehe,iya aku sudah tidak sabar untuk melihat keponakan tampan ku..apa kau Remon sudah siap?" kata Annie lalu bertanya menganiaya Remon Kaka nya.
"Dia sedang menangis di kamar mandi,ck lebay sekali dia" kata Amber memberitahu bahwa Remon sedang menangis.
"Hahaha astaga kenapa malah menangis ishhh padahal kan cuma di tinggal nikah..dia nikah aja aku nggak tau" kata Annie tertawa.
"Sudah dia itu belum siap melepaskan kamu adikku begitu juga dengan mom dan dad..mereka berat melepas kamu tapi demi kebahagiaan mu kami mencoba iklas..ingat selalu bahagia lah karena kamu selalu mengharapkan kebanggaan untuk kalian" kata Amber memberi sedikit nasehat.
"Aishhh kan aku jadi mau nangis ka" kata Annie mencoba menghalau air mata nya yang hampir merusak riasan di wajah nya.
Kedua nya memilih membahas mengenai hal lain karena tidak mau membuat suasana mengharu biru di detik-detik menjelang pernikahan Annie dan Rico.
"Annie sayang apa kau sudah siap nak?" tanya ayah Annie menghampiri nya.
"Siap dad..kau Remon nggak ikut?" jawab Annie lalu bertanya tentang Remon.
__ADS_1
"Tentu ikut bodoh mana mungkin aku melewatkan kesempatan emas ini" kata Remon yang sudah muncul di belakang ayah nya.