CINTA DAN PERJUANGAN

CINTA DAN PERJUANGAN
Ep 36_Kerinduan


__ADS_3

6 Bulan berlalu begitu cepat setelah kepergian Annie..selama itu juga seorang Rico Grahame menaksir pria yang lebih dingin dari sebelum nya.


Tak ada lagi senyum hangat nya..tak ada lagi tatapan teduh nya..kini hanya ada wajah datar sedatar triplek..dingin sedingin balok es di kutub Utara.


Banyak wanita yang mencoba mendekati nya namun kedinginan nya membuat para wanita memilih mencari yang lain.. Rico hanya ingin memiliki satu wanita sebagai pendamping nya yaitu Annie tapi setelah kepergian Annie maka dia tak ada lagi perasaan apapun yang tersisa dalam lubuk hati nya.


Hati nya beku tak mampu merasakan cinta yang lain karena cinta nya sudah di ambil sang pemilik yaitu Annie..cinta nya di bawa pergi meninggalkan dunia ini dan hanya menyisakan raga dan nyawa nya saja.


"Tuan ada telefon dari nyonya Nila" ujar klimis yang selalu mendampingi Rico.


"Hm" jawab Rico berdehem.


Rico mengangkat telepon nya dan terdengar suara seorang wanita yang telah berjasa dalam hidup nya..Nila..ya siapa lagi jika bukan ibu kandung nya.


"Rico apa kau sudah makan nak?" tanya Nila.


"Sudah" jawab Rico singkat.


"Pulang lah nak..mommy merindukan mu" ujar Nila berharap anak mau mau pulang karena dia sebagai orangtua sangat merindukan anak nya.

__ADS_1


"Aku usahakan" balas Rico masih singkat.


"Baiklah..mommy hanya mendoakan mu semoga kau bisa semangat lagi..masih panjang jalan hidup mu nak..jangan terus terpuruk dalam kenangan masa lalu" pesan Nila pada sang putra.


"Hm" balas Rico masih singkat tanpa banyak kata.


Sambungan telepon terputus.. Rico menyerahkan ponsel klimis..dia kembali duduk di kursi kebesaran nya di perusahaan Wilson cabang negara A.


Rico belum mau kembali karena dia masih ingin melihat rumah Annie..dia belum sepenuh mau melupakan Annie..mungkin tak akan pernah bisa..Annie adalah separuh diri nya..jika Annie tiada maka sesak diri nya untuk melanjutkan hidup.


Sempat terbesit pikiran ingin mengakhiri hidup tapi dia kembali teringat akan keluarga nya..sungguh Annie adalah dunia nya..dia tak bisa berbuat apapun tanpa Annie.


Klimis pergi untuk mengurus sesuatu di tempat lain..dia memiliki tugas yang sangat penting lebih penting dari proyek miliaran.


"Bagaimana hasil nya?" tanya klimis pada orang di seberang telefon.


"........."


"Bagus..lakukan apapun yang terbaik" pesan klimis pada orang di seberang telefon.

__ADS_1


"........."


"Baiklah aku tunggu kabar baik nya" balas klimis mengakhiri sambungan telepon.


Klimis tersenyum kecil setelah mendengar ucapan dan penjelasan orang di seberang telefon.


"Semoga setelah badai akan ada pelangi" ucap klimis memejamkan mata nya sejenak kemudian membuka nya lagi.


#


#


"Selamat ya kamu berhasil melewati masa itu" ucap seorang wanita yang memakai jas putih dengan stetoskop di leher nya.


"Terimakasih..anda sangat berjasa dalam proses ini" balas si pasien tersenyum manis.


"Ini juga berkat kegigihan mu..kau memang hebat" puji nya tersenyum mengusap lembut wajah pasien itu yang mulai memperlihatkan keadaan nya yang semakin membaik.


Mereka masih mengobrol mengenai apa saja yang sudah mereka lalui selama 6 bukan terakhir..sungguh suatu kemajuan yang sangat bagus..semoga setelah ini dia bisa sehat kembali dan bertemu dengan para orang-orang tersayang nya.

__ADS_1


__ADS_2