CINTA DAN PERJUANGAN

CINTA DAN PERJUANGAN
Ep_46..Melamar Sungguhan


__ADS_3

Hari ini tepat sebulan setelah Rico belajar kiat-kiat sukses melamar kekasih, akhirnya dia memutuskan untuk melakukan lamaran yang akan membuat Annie terharu.


Dia yakin sekali cara yang dia ambil untuk lamaran ini akan membuat Annie semakin mencintai nya..Rico di bantu kakak nya dan Kaka ipar nya Percy mempersiapkan segala keperluan untuk melakukan acara ini.


"Co,kamu udah siap belum" tanya Sean pada adik bungsu nya.


"Udah ka..apa dia bakal Nerima lamaranku?" tanya Rico kini menjadi ragu apa Annie mau menerima lamaran nya atau tidak.


PLAKKKK....


Sean memukul kepala adik nya karena plin plan..kemarin saja dia sangat yakin bahwa Annie akan menerima lamaran nya lah sekarang malah meragu.


"Kalau begitu tidak usah melamar sekalian" kesal Sean karena adik nya malah tak memiliki kepastian.

__ADS_1


"Hehe..sorry kan..this is for the first time to me..I'm so nervous brother" kata Rico sambil tersenyum kaku menatap pantulan diri nya di depan cermin yang tampak sempurna namun wajah nya tak bisa memungkiri bahwa dia sedang sangat resah.


"Sean, Rico..apa sudah siap semua?" tanya Via yang menyembulkan kepalanya menatap dua pria kesayangan nya yang kini tengah bersiap.


"Ka Via,bukan nya nggak boleh kemana-mana ya..kok bandel sih" kata Sean yang hafal dengan Kaka nya yang selalu ngeyel.


"Hehehe..diam aja kamu..ayo keluar udah rame di luar" ajak Via sambil mengaitkan tangan nya pada kedua lengan adik nya.


Dia ingin menjadikan momen lamaran nya berkesan dan di saksikan oleh keluarga mereka..dia ingin menjadi gentle yang meminta anak mereka di depan mereka.


"Ayo jeng duduk..sebentar lagi mereka turun maklum mungkin lagi gugup dia" kata Nila mengajak para tamu nya duduk di meja makan sembari menunggu ketiga bocah yang tengah bersiap di kamar.


"Haha iya jeng nggak apa-apa" kata mama Annie lalu duduk di kursi yang telah di atur untuk mereka.

__ADS_1


Mereka duduk dan ngobrol sembari menunggu tiga bersaudara itu..yang di tunggu-tunggu pun akhirnya turun..semua makanan sudah tertata rapih di meja makan..teruntuk punya Annie spesial Rico yang siapkan.


Cih,udah ada bibit bucin dia.


Rico duduk di samping kedua kaka nya dan di apit oleh kedua kakak nya.. sebenar nya Bryan ingin protes namun demi kelancaran prosesi lamaran adik ipar nya dia rela duduk di samping Sean bersama Christina di pangkuan nya,sedangkan Christian dengan anak Sean yang laki-laki dan saat ini mereka tengah bermain di temani nany mereka.


Percy hanya geleng-geleng kepala melihat wajah Bryan yang cemberut namun masih tersenyum saat Christina mengajak nya bicara..dia juga menatap Sean suami nya namun tak seperti Bryan dia memaklumi ketiga saudara itu.


"Baik lah seperti nya semua keluarga sudah berkumpul..mari kita makan malam dulu sebelum berbincang-bincang" kata Erick angkat bicara karena sudah waktu nya jam makan malam.


Mereka makan dengan tenang dan hanya ada suara celotehan Christina saja..Annie menyendok makanan nya namun saat dia mengunyah nya tampak ada yang keras..mau tidak mau dia mengambil sesuatu itu dari mulut nya dan alangkah terkejutnya saat dia menemukan sebuah cincin yang baru saja dia keluarkan dari mulut nya.


"R.. Rico..I..ini?" tanya Annie yang melihat ekspresi wajah Rico tersenyum menatap nya.

__ADS_1


__ADS_2