
"Jadi begitu tuan kemungkinan yang bisa terjadi..untuk saat ini kami hanya masih memantau perkembangan kondisi nona Annie.. sebenarnya jika tidak ada acara penyerangan seperti tadi,nona Annie dan tuan Remon bisa menjalankan operasi pendonoran karena saya sempat berkonsultasi dengan dokter ahli spesialis penyakit yang nona manis idap dan dia mengatakan bahwa nona bisa melakukan prosedur nya setelah sadar dari koma nya tapi naas hal seperti ini terjadi jadi mungkin akan sedikit lama lagi untuk melakukan pendonoran pada nona sampai kondisi tuan Remon membaik" jelas sang dokter pada Rico.
"Baiklah dok terimakasih atas penjelasan nya" ujar Rico pamit menuju ruangan Annie dengan langkah gontai.
Sampai nya di depan ruangan Annie Rico tampak duduk di kursi tunggu di depan ruangan Annie..hati nya sakit kala mengetahui hal ini.. seharusnya dia tak meninggalkan Annie tadi pagi.. seharusnya dia tetap berada di samping Annie.
Nasi sudah menjadi bubur..tak akan mungkin kembali menjadi beras.. Rico hanya dapat berdoa semoga Annie segera membaik dan bisa melakukan pendonoran itu.
Rico memberanikan diri untuk masuk kedalam ruangan Annie..dia harus kuat agar Annie juga kuat..dia tau dia masih harus berjuang agar bisa mendapatkan kebahagiaan nya.
"Annie.. Annie ku..kau pasti bisa berjuang sekali lagi sayang..jangan menyerah ya..aku tau kau lelah maka aku siap untuk menjadi tempat mu bersandar.. berjuanglah bersamaku" ujar Rico mengusap wajah Annie yang masih tak sadarkan diri.
Sementara itu di ruang perawatan Remon tampak Remon sudah membuka mata nya..dia melihat sekeliling nya..rumah sakit..ah iya dia masih di rumah sakit.
__ADS_1
Lama terdiam akhirnya dia ingat sesuatu..astaga Annie..Annie tengah di sandra oleh bajingan itu..sial dia harus segera menolong nya.
Di saat Remon hendak bangun tampak klimis masuk kedalam ruangan nya..dia melihat klimis dan begitu sebaliknya klimis juga melihat nya dengan datar.
"Anda mau kemana?" tanya klimis yang melihat Remon hendak turun dari brankar dengan nada datar.
"Bukan urusanmu" balas Remon ketus tak suka dengan klimis.
"Kembali" ujar klimis masih datar.
"Kembali atau kau tak akan pernah bertemu nona Annie lagi" ujar klimis tenang namun tersirat sebuah ancaman.
Remon mendengus dan kembali merebahkan diri..dia juga masih sakit di bagian perut nya..ah sialan Andia dia tidak lengah pasti dia sudah menghabisi bajingan-bajingan itu..ck sialan.
__ADS_1
Remon hanya diam di brankar dengan klimis yang tengah menunggu nya di sofa masih dengan tatapan datar..cih lihat lah dia selalu datar sudah menjadi ciri khas nya seperti nya.
"Apa Annie sudah mendapatkan perawatan?" tanya Remon membuka percakapan.
"........"
Klimis tak bergeming karena dia merasa tak di ajak bicara meski hanya ada mereka berdua di ruangan itu.
"Hey..kau..siapa namamu..aku bicara dengan mu kenapa kau hanya diam.. menyebalkan" ujar Remon sekali lagi sedikit kesal karena klimis tidak menjawab pertanyaan nya.
"Anda bicara dengan siapa?" tanya klimis dengan wajah tanpa dosa nya.
'Cih manusia datar satu ini' batin Remon kesal.
__ADS_1
"Aku berbicara dengan mu..ck andai aku sudah sehat lebih baik kita berkelahi saja daripada seperti ini" ujar Remon emosi melihat wajah klimis yang tanpa beban.
Cih dia ingin sekali menggaruk wajah nya.