
Annie duduk di antara Erick dan Nila sambil mengusap perut nya..meski begitu tatapan mata Annie tak lepas dari sosok wanita yang mengaku tengah hamil anak suami nya Rico.
Annie hanya duduk diam sambil menatap Anelis yang seperti nya salah tingkah dengan tatapan Annie.. Anelis tidak nyaman dengan kehadiran Annie.
"Mom,dad..siapa dia?" tanya Annie pada kedua mertua nya.
"Oh dia hanya wanita yang sedang demam sayang..tidak usah di hiraukan" kata Nila sambil ikut mengusap perut Annie.
"Apa maksud anda nyonya..saya tidak sedang demam dan saya hanya mau meminta pertanggung jawaban atas apa yang putra anda lakukan pada saya" kata Anelis yang seakan tidak terima dengan ucapan Nila yang malah menganggap nya demam.
"Stop jangan membual,pergi lah" kata Erick masih tenang dan ikut mengusap rambut Annie.
"Ini sebenar nya ada apa sih dad,mom.. pertanggung jawaban apa maksud nya..lalu putra mommy dan Daddy yang mana..ka Sean atau Rico,bukan nya mereka sudah menikah?" kata Annie berlagak jadi gadis lugu nan bodoh.
Erick dan Nila saling pandang dan kedua nya seperti tau bahwa Annie sedang menjalankan akting nya saja..wah rupa nya menantu nya itu cepat tanggap ya.
__ADS_1
"Tidak usah di pikirkan sayang..anggap saja dia tidak ada" kata Nila.
"Tap__" belum selesai Annie berujar perkataan nya sudah lebih dulu di potong oleh seseorang yang baru saja datang.
"Ada apa ini?" tanya orang itu sambil menuntun anak nya yang bungsu yang baru menginjak usia 4 tahun.
"Sean"
"Ka Sean"
Percy yang ada di belakang Sean pun ikut mengernyit heran..wow seperti nya sedang ada drama yang akan menggemparkan jagat dunia rumah tangga.
"Ada apa ini dad,mom, Annie..dan siapa dia?" tanya Sean dengan tatapan mata yang amat tajam menatap Anelis dan membuat Anelis ketakutan hanya di tatapan begitu saja.
"Duduk lah nak, Percy temani Annie ke kamar ya" kata Nila yang tak mau membuat Annie mendengar hal yang sama sekali tidak lucu.
__ADS_1
"Baik mom" kata Percy lalu menuntun Annie ke kamar nya dan di ekor sang anak.
#
"Sadar lah dari mimpi mu nona sebelum aku menyadarkan mu dengan cara ku" kata Sean tajam dengan tatapan mata penuh intimidasi.
"Tidak taun,saya benar-benar sudah sadar seratus persen..saya hanya ingin Rico bertanggung jawab atas perbuatan nya saja..ke apa kalian seakan malah tidak mau membuat putra dan adik kalian bertanggung jawab" kata Anelis masih kekeh dan pantang menyerah.
"Jadi kau masih ingin lanjut bermain,baiklah aku akan memasrahkan semua keputusan pada Rico dan aku ingatkan sekali lagi jangan menyesal atas pilihan mu" kata Sean lalu menelfon adik bungsu nya agar cepat pulang.
"Tidak akan tuan" balas Anelis tersenyum penuh kemenangan karena dia yakin Rico pasti mau.
Tak berapa lama kemudian,Rico datang dengan nafas yang memburu karena pesan yang Kaka nya kirim pada nya.. bagaimana tidak memburu kalau kakak nya bilang bahwa Annie ingin meninggalkan nya setelah tau bahwa ada wanita yang mengaku mengandung benih nya selain Annie.
Tidak,Annie adalah hidup nya dan dia tidak akan melepaskan Annie meski dia harus berkorban nyawa sekalipun.
__ADS_1
"Annie, babyyyyyy" ujar Rico saat memasuki rumah dan langsung berteriak memanggil istri nya.