
"Annie, babyyyyyy" ujar Rico saat memasuki rumah dan langsung berteriak memanggil istri nya.
Rico berjalan sedikit tergesa-gesa karena dia takut kakak nya Sean benar-benar tidak bisa menghalangi Annie yang ingin pergi karena ulah seseorang.
"Rico" panggil Nila yang melihat sang putra seperti sedang tergesa-gesa.
"Mom,apa mommy melihat Annie?" tanya Rico beluk menyadari ada Anelis di sebrang sofa.
"Annie di kamar bersama Percy..ada apa kenapa kau seperti panik begini?" kata Nila pemasaran.
Amelia merasa di abaikan oleh mereka karena tidak ada yang memperdulikan nya di sana.. jelas-jelas dia ada di sana tapi kenapa tidak ada yang perduli malah mereka seperti menganggap nya setan yang ada tapi tidak terlihat.
"Di kamar..mommy yakin,Annie tidak pergi dari sini" kata Rico meyakinkan kembali agar dia benar-benar tenang.
__ADS_1
"Iya nak,duduk lah ada tamu untuk mu" kata Nila lalu menarik Rico untuk duduk.
"Mon tidak ada yang penting untuk Rico selain Annie mom" kata Rico seakan enggan untuk duduk karena dia ingin melihat istri nya dulu agar tenang.
"Sudah duduk lah,kau selesai kan dulu masalah mu dengan nya" kata Erick sambil menunjuk Anelis yang masih terdiam di sebrang mereka.
Rico mengikuti tangan sang ayah dan melihat seseorang yang tadi pagi baru dia temui di kantor nya,untuk apa wanita gila itu ke rumah nya..apa dia mau mati dengan cara mengantar nyawa nya.
"Kau..kenapa kau ada di sini hah?" tanya Rico membentak Anelis.
"Pertanggung jawaban..apa maksud mu,jangan melantur dan pergi lah" kata Rico tidak mau mendengar kata-kata ngawur Anelis.
"Rico,aku hamil anak mu dan kau harus tanggung jawab" kata Anelis dengan pede nya.
__ADS_1
"Ckckck..ka Sean bunuh saja dia aku tidak mengenal nya" kata Rico lalu berjalan ke arah kamar nya dimana Annie berada.
Mendengar kata-kata Rico barusan, Anelis langsung menegang karena dia rasa Rico tidak akan mau dan tidak akan pernah dia taklukan lagi..dia harus bagaimana sekarang..apa yang harus dia lakukan agar dia bisa menjerat Rico lagi.
Rico yang sekarang bukan lah Rico yang dulu,yang bisa dia perbudak dengan embel-embel cinta.. Rico yang sekarang tak lagi sehangat dan setanah seperti dulu..dia telah membuat Rico yang dulu memuja nya kini berubah 360 derajat menjadi mengerikan dan kejam.
"Rico.. Rico kau harus tanggung jawab Rico" teriak Amelia tak lagi bisa melakukan apapun selain berakting menyedihkan.
Tapi Anelis seakan tidak menyadari bahwa yang dia kelabuhi adalah keluarga Wilson,keluarga yang tidak gampang di bodohi dengan akting murahan nya itu.
"Sudah cukup kau membuat kuping ku panas" kata Sean dengan tatapan dingin nya menatap tajam ke arah Anelis.
"Boy uruslah dia karena Daddy dan mommy mau bermain dengan cucu-cucu kami" kata Erick lalu pergi meninggalkan Sean dan Anelis sendirian.
__ADS_1
Ya Erick tau bahwa Sean bisa mengatasi wanita itu..Sean tak akan membiarkan keluarga nya di usik oleh hama pengganggu seperti Anelis..Sean akan membasmi nya tanpa sisa seperti yang sudah-sudah.
"Baiklah waktu nya kita bermain nona,kau yang mengatakan pada kami bahwa kau tak akan menyesal bukan,saat nya membuktikan kebenaran dari perkataan mu itu" kata Sean lalu meminta dua anak buah nya untuk menyeret Anelis dan dia bawa ke suatu tempat yang lebih menakutkan dari markas kematian yaitu rumah sakit jiwa milik keluarga Wilson yaitu Wilson Hospital Center.