
"Siapa kau?" tanya Rico dengan nada datar.
"Selamat datang tuan..saya Narima pengganti bibi Chares,saya akan melayani anda dengan senang hati" kata si pelayan yang di ketahui bernama Narima itu dengan sedikit centil.
"Melayani dalam artian apa?" tanya Rico masih datar meski dalam hati ingin menghajar wanita tak tau malu di depan nya itu.
"Apa saja tuan.. seperti yang anda perintahkan" kata si pelayan centil itulah dengan sedikit menggoda.
Sedangkan Annie..dia sudah bangun namun masih berpura-pura tidur..dia hanya ingin melihat sejauh mana iman Rico tahan akan godaan daun muda di depan mereka.
"Pergilah" ujar Rico berlalu begitu saja tanpa menghiraukan si pelayan centil itu.
__ADS_1
Rico menuju ke kamar mereka..nanti saja dia akan komplain dengan mommy nya yang sudah menempatkan pelayan muda di rumah utama..dia benar-benar tidak nyaman bukan karena tergoda atau apa tapi dia tidak nyaman jika Annie merasa tidak betah di rumah utama hanya karena keberadaan pelayan centil itu.
"Tampan sekali sih taun Rico..ck sayang sekali dia sudah beristri tapi apa salah nya jika aku menggoda nya, syukur-syukur dia tergoda jadi bukan salah ku kan" gumam pelayan itu masih menatap kepergian Rico dan Annie ke atas.
Si pelayan itu berinisiatif untuk membuatkan minuman dan cemilan untuk Rico..ingat hanya untuk Rico bukan Annie jadi dia hanya akan membuat satu minuman juga sepotong kue untuk Rico.
Setelah nya si pelayan itupun mengantarkan minuman dan cemilan itu ke kamar Rico..dia mengetuk pintu kamar Rico namun belum jadi karena dia sudah mendengar suara desyahan dari Annie.
'Sialann..sabar Narima, sebentar lagi kau yang akan merasakan betapa perkassa nya tuan Rico' batin Narima tidak jadi mengantarkan minuman itu dan kembali ke dapur.
Maka dari itu Rico menghukum Annie yang telah berani mengetes keteguhan iman nya..pernah hampir kehilangan Annie saja membuat hidup nya hampir hancur apalagi tergoda oleh ulat bulu..tidak ada dalam sejarah kamus nya.
__ADS_1
"Aahhh..uuhh Rico uhmmm" Annie masih mendesyah saat Rico masih naik turun di atas nya.
"Ouhhh yeahhh honey..uuhh ini sangat enak" ujar Rico mendesyah saat benar-benar merasakan kenikmatan yang haqiqi.
Rico semakin mempercepat kinerja nya dan tak berapa lama kemudian mereka sampai pada kenikematan masing-masing.. Rico merebahkan tubuh nya di samping Annie yang sudah benar-benar tidur setelah Rico selesai.
Mereka terlelap dalam selimut yang sama dan saling memeluk membagi kehangatan.. Via baru saja datang tanpa Bryan dan anak-anak..Bryan sedang berada di kantor sementara anak-anak nya sedang berada di rumah bersama nenek dan kakek nya.
Kesehatan mertua nya juga sudah membaik tidak seperti di awal-awal pernikahan nya dengan Bryan..kini mertuanya sudah bisa berlarian mengejar para cucu nya.
"Mom..dad.. Via datang" ujar Via setelah memasuki rumah.
__ADS_1
"Apa yang bisa saya bantu nona?" tanya Narima menyambut Via sedikit ketus.
Via menatap Narima dengan tatapan aneh.. tidak bisa di biarkan ada ulat bulu di rumah utama..bisa membahayakan kesejahteraan Rico dan Annie.