
Rico bagaikan di hantam batu besar yang menyesakkan dada..sungguh tak sanggup melihat keadaan wanita yang telah membuat hari nya berwarna kini terlihat lemah tak berdaya.
Apalagi Rico mendengar bahwa Annie sempat koma setelah melakukan duet dengan nya 4 bulan yang lalu..bahkan dia tak memperdulikan Annie yang tengah menahan gejala yang tengah melanda nya..betapa jahat nya Rico saat itu.
"Aku harus menemui nya..ya aku harus ke sana..Annie maafkan aku..aku sungguh menyesal telah jahat padamu..maafkan aku" ujar Rico gelisah.
Rico bergegas menuju rumah nya untuk menyusul Annie..setelah sampai dia menemui ayah nya untuk meminta persetujuan..dia hendak menggunakan helikopter keluarga tapi dia butuh ijin dari ayah juga paman nya yaitu Rey.
"Daddy..dad.. kau dimana?" panggil Rico mencari keberadaan Erick.
Tak berapa lama kemudian Erick keluar dari ruang kerja nya setelah mendengar suara anak bontot nya Rico..dia menghampiri Rico dan bertanya.
"Hey boy ada apa?" tanya Erick mendekati Rico dan duduk di sofa.
"Dan..apa aku boleh bicara sebentar?" ujar Rico ingin mengutarakan niat nya.
__ADS_1
"Apa..katakan lah" ujar Erick mempersilahkan.
"Begini dad..em.. sebenarnya Rico mau menggunakan helikopter milik keluarga untuk suatu kepentingan Rico..apa boleh dad?" ujar Rico takut takut tidak di ijinkan.
"Menggunakan helikopter..untuk apa boy..Daddy harus tau untuk apa kau gunakan helikopter itu" ujar Erick menanyakan kepastian nya.
"Begini dad.. huhhh..Rico mau menyusul seseorang yang Rico rindukan dad..dia..dia sedang sakit keras dan harapan hidup nya mungkin sangat tipis..Rico bersalah karena Rico sempat jahat pada nya..hiks Rico menyesal dad" jelas Rico terisak mengingat lagi kesalahan nya mengabaikan Annie.
"Maksud nya..kau mau ke sana untuk menemui gadis itu begitu..lalu setelah di sana kau mau apa..apa kau mau menghina nya lagi atau memohon maaf pada nya?" tanya Erick dengan sorot mata yang tajam menatap sang putra.
"Jika kau tak tau tujuan mu kesana dan jika hanya belas kasihan yang akan kau tunjukkan maka lupakan saja..lebih baik tidak usah menghawatirkan gadis itu..biarkan dia tenang hingga maut nya" ujar Erick datar namun penuh penekanan.
"No dad..kenapa Daddy bisa bicara seperti itu..bayangkan jika salah satu anak mu yang berada dalam posisi nya..kenapa Daddy jahat sekali" ujar Rico marah dengan kata-kata ayah nya.
"Kau bilang jahat..lalu perbuatan mu selama dia mengganggu mu bisa kah di bilang perbuatan mulia..hahaha sudahlah Rico jangan pikirkan tentang dia lebih baik cari wanita lain yang kau sukai..jangan kasihani dia" ujar Erick meninggalkan Rico dengan sedikit ujung bibir nya yang terangkat.
__ADS_1
Rico..jangan di tanya..dia benar-benar marah akan sikap Daddy nya tapi dia juga memikirkan kembali perlakuan nya sebelum dia tau bahwa Annie tengah sakit.
Rico mengusap wajah nya kasar..dia benar-benar di penuhi rasa bersalah..tapi benar apa kata Daddy nya jika dia hanya kasihan pada gadis itu maka dia sama saja menghina gadis itu..apa ada alasan lain dia datang menemui gadis itu..alasan selain kasihan.
"Sebenarnya apa yang ku rasakan saat ini..tuhan aku sungguh bingung akan diriku..bantulah aku..sembuhkan lah Annie tuhan" ujar Rico membatin.
Rico menuju kamar nya..dia menjatuhkan diri di atas ranjang empuk nya..dia jadi kepikiran dengan Annie..dia harus memastikan dulu perasaan pada Annie..dia tak mau membuat Annie semakin sakit jika dia datang hanya untuk mengasihani nya.
#
#
Hay guys..nongol lagi nih author garing.. author mau kasih visual nya Rico dulu.. Jangan pingsan ya..visual Annie nya nyusul soal nya masih tahap pilih memilih.π πππ.
__ADS_1