Cinta Di Atas Hitam

Cinta Di Atas Hitam
Menyelamatkan Embun


__ADS_3

Ayhan segera melacak nomor telfon yang telah menelfon sagara tadi


"Sudah ketemu" tanya Sagara


"Tuan, baru saja selesai menulis nomornya" kata Ayhan


"Cepat lah sedikit ayhan" kata Sagara panik


"Tuan, gadis itu kan hanya wanita sial yang tuan nikahi karena sebuah kejadian, untuk apa tuan sepanik ini" kata salah satu anak buah nya Sagara


Sagara menampar pria itu


"Kau diam atau ku pecahkan kepala mu di sini. Berani nya kau menyebut istriku wanita sial" kata Sagara marah


"Maafkan saya tuan, saya.."


"Diam kataku, atau kepala kau benar akan ku pecahkan" kata Sagara


Dari situ tidak ada yang berani menjawab lagi


Setelah keheningan terjadi


"Putar balik" seru Ayhan


"Kenapa putar balik?" tanya Sagara


"Nona di bawa ke hotel xxxx tuan"


"Kalah begitu cepat, cepat putar balik sekarang juga" kata Sagara panik


Di Hotel


Penculik itu membuka tutup mata Embun


"Lepaskan aku penjahat" teriak Embun

__ADS_1


"Cantik juga istri kecilnya Mathew Alexander" kata si penculik dengan seringai jahatnya


"Lepaskan aku atau suamiku akan membunuhmu brengsek" teriak Embun marah


"Manis, mari kita bersenang senang di sini" kata Penculik itu mendekati Embun


Embun teriak minta tolong


"Cantik simpan lah suaramu, karena itu hanya perbuatan sia sia" kata Si Penculik


Si penculik mulai mendekati Embun di Kasur.. embun Hanya menangis ketakutan, karena dia tidak bisa melawan..


Tapi sebelum Penculik itu benar benar mendekati Embun Telfonnya berbunyi


"Hai Mathew, Kau pasti sedang panik kan makanya terus terusan menelfonku" kata Pria itu


"Hahahah, kau sangat bodoh sekali Handrick. Kau menculik Istriku tapi lupa melindungi anak perempuanmu"


"Jangan kau sakiti anak perempuanku biadab"


"Aku akan melepaskan Istrimu Mathew, tapi lepaskan anakku" kata Handrick ketakutan


"Jl. Raya Shoelica no 9. Gedung tua di depan hotel yang sedang kau tempati, Kau tau Apa yang harus kau lakukan. Istriku lecet sedikitpun aku akan memberikan balasan" kata Sagara Mathew Alexander


Telfon pun di matikan oleh Sagara


"Nona Alexander ayo pergi"


"Dont touch me! Jangan berani sentuh tanganku penjahat" teriak Embun


"Nona kumohon bekerja sama lah. Aku memiliki anak perempuan yang sangat ku sayangi, aku tidak mau kehilangannya seperti aku kehilangan adik dan istriku karena ulah suamimu"


Embun melihat ketulusan di hati Handrick.. dia mengingat bagaimana sayangnya Dexter kepadanya..


"Aku akan berjalan di belakangmu" kata Embun

__ADS_1


Embun berjalan di belakang handrick.. di depan pintu hotel Sagara sudah berdiri menunggu mereka


"Garaaa" teriak Embun lalu memeluk Sagara erat


Sagara membalas pelukan Embun,


"Kau tak apa apa," tanya Sagara


"Aku takut sekali. Dia hampir saja memperkosa ku" bisik Embun pada Sagara


"Ayhan" panggil Sagara


"Iya Tuan, Berikan Hukuman kepada anak Handrick atas perbuatannya terhadap istriku" perintah Sagara


"Gara jangan.. anak nya tidak bersalah.. ayhan bawa saja penculik ini ke polisi" perintah Embun


Ayhan menatap Sagara, kemudian Sagara mengangguk


"Lepaskan anaknya Han" perintah Sagara sambil membawa Embun


Sagara dan Embun masuk kedalam mobil


"Kau tak sampai di lecehkan olehnya kan?" tanya Sagara


"Untung saja kau menelfonnya. Aku tidak bisa membayangkan jika kau tidak menelfon, Jika sampai aku sampai di nodai olehnya aku akan memilih mengakhiri hidupku saja"


"Kenapa?"


"Aku tidak sudi tidur dengan pria lain. Aku hanya akan bersedia tidur bersama suamiku" kata Embun Spontan


"Baiklah kalau begitu nanti malam aku akan meminta hakku" kata Sagara menggoda Embun


"Kau mau ku hajar?" tanya Embun sambil tertawa


Seiring berjalan hari hubungan mereka semakin membaik, Embun mulai welcome dan terbiasa dengan gaya hidup Sagara yang penuh dengan musuh..

__ADS_1


__ADS_2