Cinta Di Atas Hitam

Cinta Di Atas Hitam
Kabar baik


__ADS_3

“Embun kenapa kak” tanya Aleya


“Harusnya ini menjadi kabar baik mom, aku bingung harus bicara dari mana”


“kamu jawab aja kak, jangan bikin kita khawatir” kata aleya marah


“Embun akan menjadi seorang ibu, dia mual karena perutnya menolak alkohol yang ia minum” kata devano


“Hamil?” tanya aleya kaget


“kamu bilang Embun hamil kak?” tanya aleya masih tak menyangka


“Kamu enggak salah periksa kan kak?” tanya dexter


“Insyaallah enggak dad, vano yakin. memang masih sangat kecil sekali, tapi vano yakin” jawab devano dengan mantap


Dexter dan Aleya nampak bingung dengan keadaan


“dad, mom. vano memang tidak berhak untuk ikut campur dalam masalah ini, tapi cobalah untuk mengerti kisah cinta mereka. vano dan ria pernah ada di posisi embun dan sagara, ketika kami akan di pisahkan, sungguh kami seperti sedang tersambar petir di siang bolong. terlebih embun hamil sekarang, aku yakin daddy dan mommy tidak akan tega membiarkan Cucu kalian lahir tanpa daddy nya” kata devano


“Semoga kata kata vano ini tidak menyakiti hati mommy dan daddy, Vano pamit pulang karena queen sudah menunggu” kata devano sambil berpamitan pada aleya dan dexter


“Hati hati di jalan” kata dexter sambil memeluk devano


“hati hati nal, salam untuk riana dan queen” pinta aleya


Seperginya devano,


“Mommy mau liat embun dulu, daddy duluan aja ke kamar” kata Aleya


dexter mengangguk dan berjalan ke kamarnya

__ADS_1


di kamar dexter mendapat telfon


“Pak izinkan saya untuk bertemu untuk memberi tahu sesuatu” kata seseorang di sebrang telfon


“jam 10 pagi” jawab dexter lalu memutuskan sambungan telfon nya


sementara di kamar Embun


“Sayang, ini sungguh berat untuk mommy, mommy tidak bisa membiarkan kamu membesarkan kandungan mu sendirian nak, tapi mommy masih sangat berat hati untuk menerima suami kamu” kata aleya sambil mengusap kepala embun


Aleya pun turun dan masuk ke kamarnya


“sayang, embun sudah sadar?” tanya dexter


“pas mommy masuk dia sudah istirahat” jawab aleya


“dad, apa kita perlu mempertimbangkan ucapan devano? dia benar, perempuan hamil itu sangat butuh kasih sayang suami, mommy tidak ingin embun kekurangan apapun” kata aleya


Keesokan hari nya…


Ketika embun membuka mata nya


“good morning peri kecil daddy” sapa dexter


“daddy” embun bangun dan merentangkan tangannya


“daddy, sebentar lagi embun akan menjadi ibu dad” kata embun bahagia


Dexter tersenyum sambil menitikkan air mata nya


“sekarang peri kecil sudah besar, sudah mau jadi ibu.. waktu cepat sekali berlalu” peluk dexter sambil mengusap kepala embun

__ADS_1


“embun sangat sangat bahagia daddy”


“sekarang mandi dan turun, kakak mu sudah menunggu di bawah untuk memeriksamu lagi, semalem daddy sama mommy kena marah kakakmu karena ketahuan minum alkohol” omel dexter


“embun janji, tidak akan minum lagi…” ucapan embun terpotong


Dexter menampilkan ekspresi bertanya tanya kelanjutan omongan embun


“selama hamil heheheh” lanjut embun sambil tertawa


“kamu ini” kata dexter sambil tersenyum


..


Dexter menemui seseorang yang semalam menelfon


“ada apa? saya sudah tidak ada urusan lagi dengan anda” kata dexter cool


“pak, saya hanya ingin memberi tahu, jika saya baru saja di sekap oleh tuan ayhan, tangan kanan dari tuan sagara mathew”


“bukan urusan saya” jawab dexter


“pak, ketika tuan ayhan ingin membunuh saya, tuan mathew melarangnya, tuan mathew bilang kalo dia tidak berminat untuk membunuh orang lagi, dia tidak ingin karma semakin menjauhkan dia dari istrinya. dari omongannya tuan mathew sangat mencintai putri anda pak” kata pria itu


Dexter mencerna setiap omongan dari pria itu


“kau bilang sagara bicara lewat telfon?” tanya dexter


“iya tuan”


“Terima kasih atas informasi yang anda berikan” kata dexter memberi kode untuk pamit pergi

__ADS_1


__ADS_2