
Dexter tersenyum membalas pelukan embun
“aku boleh menyusul sagara daddy?” tanya embun setelah pelukan mereka terlepas
“kalo itu tidak”
“kenapa?” tanya embun sambil cemberut
“kau harus memikirkan cucu daddy yang ada di sini” kata dexter sambil mengusap perut embun
“ih daddy lebay banget” omel embun
“daddy tidak mau kamu mengalami kejadian seperti kakakmu di kehamilan pertamanya” kata dexter
Akhirnya embun pun menurut, setelah mengingat devina yang pernah keguguran anak pertama nya dia jadi takut
“telfon saja sekarang suami mu” titah dexter
“handphone ku ada di ruang keluarga.. ahh iya dad, gimana sama mommy?”
“bahkan yang pertama kali ingin memberi suami mu kesempatan adalah mommy” jawab dexter
“daddy, mommy i love u so muchhhh” lagi lagi embun memeluk dexter
“ini bawaan bayi atau emang peri kecil yang masih tetap manja?” tanya dexter
“daddyyyyyyy”
“ayo”
Embun menggandeng lengan dexter dengan penuh senyuman sampai ke ruang keluarga
“kenapa ko senyum senyum dek?” tanya devina
“dapet hadiah dari daddy dongg” kata embun
devano menatap embun seakan bertanya kenapa
“finally” bisik embun pada devano
“mommy thank you, i love u so muchhhh” peluk embun pada aleya
“anak mommykenapa ini? ko kayanya lagi bahagia banget”
“sudah cepat telfon dek, suruh dia kemari sekarang” titah dexter
“siapa yang di telfon?” tanya aleya bingung
“yang semalam mommy tanyakan” jawab dexter
“sagara?”
__ADS_1
Embun mengangguk
“daddy sudah mem…..”
“makasih ga daddy, mommy.. ternyata yang kakak bilang benar, hadirnya seorang anak selalu membawa keberuntungan untuk orang tua nya” kata embun tersenyum
Embun pun menelfon sagara menggunakan panggilan video
“sayang kenala menelfon siang siang begini?” tanya sagara
“memangnya kenapa?” embun balik tanya
“kan kata kamu takut ketahuan daddy” kata sagara
Dexter tiba tiba menampilkan wajahnya di layar handphone. sagara nampak sangat kaget
“d..daddy” sagara gugup
“jadi kalian sering telfonan di belakang daddy?” tanya dexter melipat tangannya di dada
“kan cuma telfonan, gapapa dong. daddy sama mommy kan cuma melarang ketemu aja” kata embun berdalih
Dexter dan aleya hanya menggeleng saja dengan tingkah anak dan menantu nya ini
“sayang, kamu mau kesini kan? tapi aku enggak bisa jemput, kamu inget kan alamat rumah aku?”
“bagaimana aku bisa lupa, jika setiap hari aku menunggu di cafe depan rumah kamu, meskipun halaman rumahnya tertutup oleh pagar raksasa ini”
“iya”
“ayo kesini sayang kesini, aku punya hadiah buat kamu” kata embun
“tapi daddy…”
“menurut saja apa kata anakku, atau kau tidak akan punya kesempatan lagi” omel dexter
“i..iya baik daddy”
embun menutup telfonnya.
“jadi kamu suka memesan kopi di cafe depan untuk menemui suamimu?” tanya dexter
“enggak daddy, aku aja baru tau kalo sagara selalu mengawasiku di situ” jawab embun
selang beberapa menit, pintu rumah utama di buka
“sayangggg” embun hendak berlari namun tangannya langsung di cekal oleh aleya
“perutmu” kata aleya
sagara menjumpai dexter dia mengacungkan tangannya tapi dexter menampar pipi sagara
__ADS_1
“kenapa ada di indonesia tapi tidak menemui aku? dimana letal perjuanganmu untuk putriku?” tanya dexter
sagara hanya diam dan menunduk, akhirnya dexter memeluk sagara ala pria
Embun yang nafasnya berburu segera tersenyum lega
“daddy, kumohon maafkan aku. aku janji akan berubah untuk embun” kata sagara
dexter menepak nepak bahu sagara dan tersenyum
devano salam kepada reynathan kemudian devano
“selamat”
“thanks van”
kemudian pada Riana, Devina dan aleya
“mommy maafkan aku, sudah membawa anak bungsu mommy kedalam hidupku” kata sagara berlutut di kaki aleya
“jaga embun dengan baik nak, sekali kamu sakiti dia. mommy akan membawanya pergi jauh darimu, sampai kamu tidak menemukan dia lagi” kata aleya
“aku janji mommy”
aleya tersenyum
sekarang giliran embun
“sayangggg”
“i miss u” peluk sagara erat
“duh yang baru pertama kali main kuda kudaan langsung di pisahin daddy erat banget pelukannya”
“main kuda kudaan apa kak?” tanya dexter
“duh kelepasan, maaf dad” kata devina
“kenapa sih mom? embun kan memang sering bermain kuda sama daddy” tanya dexter masih tak faham
“maksud aku tuh kuda kudaan di kamar sama suaminya dad, tadi embun yang bilang sendiri”
“isss kakakkkkkkk” teriak embun
Embun malu di depan sagara dan sagara malu di depan semua orang
..
..
..
__ADS_1
Jangan lupa like yaa