
Di kamar
“sayang kamu sejak kapan jatuh cinta sama seorang gengster sepertiku?” tanya sagara yang tiduran di pangkuan embun
“Aku gak tau, semua nya datang begitu saja seiring kebersamaan kita” jawab embun
“Kamu dulu benci banget nggak sama aku?”
“bangettt,, kakak tu udah bikin aku ngerasa hidup dalam neraka tau gak” keluh embun
“lebay”
“eh bener, sumpah aku nyesel banget dulu lewat gang itu” kata embun
“kamu sadar enggak sih kalo itu bukan pertemuan kita” kata sagara
“emang iya? kapan kita ketemu sebelum kejadian itu” kata embun
“kau ingat waktu kau baru lulus sekolah menengah atas dan kau pergi ke newyork”
“5 tahun yang lalu”
“iya, kau masih ingat kejadian di bandara?”
Embun sejenak berfikir
“Ohh jadi yang kena kibasan tangan aku itu kakak?” tanya embun
Sagara mengangguk
“jadi yang di bar itu juga kakak?”
__ADS_1
Sagara mengangguk lagi
“yaampun jodoh emang gak kemana yaa, tapi kok kakak beda banget sih sama yang dulu”
“beda gimana?”
“beda banget tau, dulu pendiem banget eh setelah nikah kok malah super nyebelin” keluh embun
Sagara hanya tersenyum mendengar penuturan istrinya
“kakak tau? aku takut banget sama anak buah kakak yang botak itu, dia marahin aku terus tau” keluh embun
“iya karena dia setia padaku, karena setiap ada yang mengusikku memang tidak ada yang ku biarkan tenang”
“tapi kenapa waktu aku yang nabrak kakak, kakak diem aja? atau karena pengaruh daddy yang cucu opa damian” tanya embun
“aku bahkan tidak mengenal daddy mu waktu itu, tapi tidak tau kenapa aku waktu itu luluh karenamu, sepertinya kau membiusku dengan sebuah perasaan” jelas sagara
“sepertinya begitu” jawab sagara enteng
“kau tau aku selalu memperhatikan mu dari kejauhan sejak kau pertama tinggal di newyork hingga kau menjadi istriku” sambung sagara
“jadi kau menikahiku bukan karena penembakan itu?” tanya embun lagi
“tentu saja karena penembakan itu, jika seandainya kau tidak melewati gedung tua itu kau tidak akan pernah melihat apa yang aku lakukan, jadi paman emil tidak perlu menyuruhku untuk membunuhmu”
“kenapa kau justru malah menikahi aku?”
“kau fikir aku bisa membunuh orang yang membuatku jatuh cinta?” tanya sagara
“jangan bilang kejadian ketika aku smester 4 yang di sekap bersama teman temanku itu adalah orang orangmu?” tanya embun kesal
__ADS_1
“tidak, aku memang seorang gengster tapi aku tidak pernah menculik atau menyekap gadis gadis untuk di tiduri, karena aku memiliki seorang ibu dan adik perempuan”
“tapi kau sering tidur bersama wanita kan” kata embun kesal memotong ucapan sagara
“mereka sendiri yang menyerahkan diri nya kepadaku”
“dahla jangan bahas itu” kata embun kesal
“oh iya, jadi kenapa waktu itu diantara teman temanku aku bisa di loloskan”
“aku melihat kau di bawa di sebuah mobil, jadi aku mengikuti mu, dan aku mengenal pemimpin penculik mu. lalu aku mengakui kau adalah pacarku”
“kenapa kau tidak membebaskan teman temanku juga” kata embun sedih
“aku dan dia mempunyai kesepakatan untuk tidak mengusik urusan pribadi masing masing, aku tidak bisa untuk membebaskan semua teman temanmu. tapi dia akan menghormati kerabat perempuanku, itu sebabnya aku mengakuimu sebagai pacarku”
“ternyata kita jodoh beneran” kata embun
“teman temanmu apa kabar setelah penyekapan itu?” tanya sagara
“mereka itu gila, mereka di perkosa tapi malah seneng” kata embun memutar bola mata nya
“baguslah setidaknya aku tidak begitu merasa bersalah karena membiarkan teman temanmu di sekap” kata sagara
“i love you, aku mencintaimu sangat dalam, jangan pernah berniat untuk pergi” kata embun serius
“i love you too, aku lebih mencintaimu dari dulu sayang, kau berhasil mencuri hatiku, aku harap hubungan kita seperti mommy aleya dan daddy dexter ya sayang” jawab sagara memeluk embun
“berjanji lah padaku untuk berhenti menjadi gengster, aku gak mau kakak dalam bahaya”
“aku tidak bisa berjanji, tapi aku akan selalu menuruti apa yang kau minta” peluk sagara
__ADS_1