
Embun Dexter dan Aleya duduk di sebuah Cafe dekat taman
“daddy sama mommy masih suka nongkrong tanpa aku?” tanya Embun
“Tentu saja”
“Tanpa di temani kakak?” tanya Embun lagi
“Mereka kan sudah punya kehidupan masing masing sayang. jadi teman daddy hanya mommy”
“Daddy tuh pengusaha nomor satu disini, bahaya tau pergi berdua aja sama mommy, terlebih umur daddy kan udah 60 tahun ke atas” omel Embun
“Jangan percaya nak, daddy mu tetap sama seperti saat ketika kita pergi belanja, daddy mu pasti mengirim banyak mata untuk mengawasi kita. sekarang juga sama” kata Aleya sambil tersenyum
“Syukurlah kalo daddy sama mommy bawa penjaga” kata Embun sambil tersenyum
Mereka memesan minuman, dan meminum pesanan mereka
“Mommy, boleh aku minum wine enggak?” tanya embun penuh harap
“Pasti suami mu yang menyebabkan kamu jadi suka wine ya” kata aleya langsung bertanya
“Enggak kok mommy, justru selama embun menjadi istri sagara embun tidak di bolehkan minum minuman keras, embun harus diam diam meminum nya, sagara sama seperti mommy yang melarang aku minum”
“Daddy izinkan, hanya 2 gelas saja” kata dexter
“Dad” protes aleya
Embun pun segera beranjak untuk memesan wine kesukaannya
“Sayang, biarkan dia bahagia malam ini. tanpa sepengetahuan kamu, aku memang suka mengajaknya minum wine” kata dexter
“dad, ih kamu kok biarin dia minum sih” protes aleya
“gapapa sayang, tidak banyak kok”
__ADS_1
“Aku tuh takut kasus devina dulu bisa terulang sama anak bungsu ku”
“Aku mengirim banyak mata mata untuknya kok, tenang aja” kata dexter
“aku marah sama kamu” kata Aleya
“maafin aku dong sayang, kan ini untuk kebahagiaan Embun kita”
“Aku marah kalo aku enggak di izinkan juga untuk minum” kata aleya sambil tertawa
“Kamu tuh kalo aku mau minum selalu di larang, tapi ternyata embun mah di bolehin” kata Aleya
“jadi mommy mau juga?” tanya embun yang mendengar obrolan terakhir aleya dan dexter
Akhirnya mereka pun minum wine..
Beberapa saat kemudian, embun merasa mual dan pusing
“adek kenapa?” tanya aleya
“Sayang kamu kenapa? kamu biasanya kuat sampai 5 gelas, ini baru setengah gelas aja, ini bukan pengaruh wine kan?” tanya dexter yang panik
“Enggak, kayanya embun masuk angin aja sih”
“Yaudah kita pulang aj ayo, kita ke rumah sakit dulu” kata aleya
“Gak usah, paling minum paracetamol aja udah mendingan kok” jawab embun
akhirnya mereka pulang ke rumah
Sesampainya di rumah, turun dari mobil
“huekkkkkk”
Embun memuntahkan semua isi perutnya
__ADS_1
“Sayangg, kenapaa” kata aleya panik langsung menghampiri embun
“Huekkkkk”
Embun terus memuntahkan isi perutnya
ketika berdiri dia pun terjatuh dan pingsan
Dexter segera mengangkat tubuh embun masuk kedalam
“mom, telfon vano” titah dexter pada aleya
“dady, adek kenapa?” tanya devina yang ikutan panik
“Pingsan” jawab dexter sambil berjalan menuju tangga ke kamar embun
beberapa saat kemudian, devano datang seorang diri
“van, periksa adikmu kenapa van” kata aleya panik
“Embun tadi abis dari mana?” tanya devano sambil memeriksa denyut nadi adiknya
“tadi abis dari cafe terus dia tiba tiba mual dan pingsan”
Devano memeriksa Embun, setelah itu dia tersenyum dan mengajak semuanya untuk turun dan membiarkan adiknya istirahat
“kebawah aja yu, biarin dia istirahat sekarang” ajak devano
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE N KOMEN
__ADS_1