
ketika sampai di kantor
Semua staf dan karyawan menunduk hormat pada pemilik perusahaan besar ini,
“Pak buk”
Dexter dan aleya tersenyum singkat
“hai adek” sapa beberapa pegawai yang sudah lama bekerja yang dulu pernah di repotkan untuk mengejar ngejar embun kecil yang berlari kesana kemari
“hallo aunty” balas embun ramah
ada beberapa pegawai yang membicarakan laki laki yang menggandeng tangan embun
“itu suaminya adik embun ya?”
“sepertinya iya”
“ganteng banget yaa”
“iya, si adik bisaan banget cari suami nya” bisik salah satu pegawai
“suaminya terlalu ganteng untuk adik yang orang indonesia”
“iri aja lu sama anak bos sendiri juga”
“suami nya bener guanteng poll, beda jauh sama suami mbak vina, padahal cantikan mbak vina”
embun yang mendengar bisikan bisikan dibandingkan dengan kakak nya merasa kesal entah karena hormon kehamilan atau ya memang kesal saja
“daddy” keluh embun
dexter yang mengerti langsung menyuruh semua karyawannya kembali bekerja
“lanjutkan pekerjaan kalian, jangan sampai mulut kalian sendiri membuat kalian kehilangan pekerjaan” kata dexter
“dan satu lagi, untukku istriku adalah dia yang paling sempurna lebih dari siapapun” sambung Sagara
Embun, Aleya dan Dexter tersenyum mendengar sagara membela embun, artinya sagara memang benar benar mencintai embun
__ADS_1
“adekkk” sapa salah satu pegawai yang ikut di bawah pimpinan devano
“kak firaaaa” jawab embun senang
“ih adek apa kabar? lama banget kak fira gak liat adek”
“baik kakak, kak fira sama kak rendra apa kabar?” tanya embun
“baik dek” jawab fira dan rendra berbarengan
“ini pasti suami nya adek ya?” tanya rendra
“iya kak, namanya Sagara mathew alexander”
“sama kaya mertua vano dong”
“oh beda, om al kan alexander nya di depan kalo suami adek di belakang hahah” jawab embun sambil tertawa
”fira, rendra kalian ngapain di sini?” tanya dexter
“rendra anter fira om, tadi sekertaris vano dapet surat dari satpam katanya, terus kan vano cuti 1 bulan jadi rendra kasih suratnya kak andra untuk di kasih ke om”
“oh oke, kalian kembali aja ke lantai kalian” kata dexter
Rendra dan fira mengangguk
“adek, kita pamit dulu yaa” sapa fira
“okey kak, jangan lupa cepet nyusul yaaa” jawab embun
“anak kecil ini mentang mentang sudah nikah” jawab fira memukul tangan embun
“hati hati, istriku sedang mengandung” kata sagara mengingatkan
“gapapa kak” jawab embun
“wahhh liat dra, anak kecil yang suka buntutin kakak nya ini sebentar lagi bakal punya baby”
“iya fir, aku sih berdoa semoga baby ini enggak kaya ibuk nya kalo mau ice cream yang membuatku repot” kata rendra
__ADS_1
“tidak bisa, om lendla akan tetap di lepotkan sampai kapan pun” jawab embun meniru suara anak kecil
semuanya pun tertawa, dan akhirnya andra dan fira pergi meninggalkan lantai paling atas perusahaan ini
(rendra dan fira adalah teman devano, jadi mereka sudah sangat dekat dengan dexter dan aleya)
sesampainya di ruangan dexter
“pak, ada surat untuk bapak” kata andra
“dari rendra sama fira ya?” tanya dexter
“betul pak”
Andra asisten dexter menyerahkan isi nya
Dexter membaca isi surat tersebut, dan langsung panik
“cari tau siapa pengirimnya dra?” tanya dexter
“katanya satpam di bawah, hanya seorang kurir pak” jawab andra
“baiklah kembali saja bekerja”
Beberapa hari kemudian
Ketika sedang sarapan, Dexter mendapat telfon
“hallo mantan tuan muda rusdiantara yang dulunya sangat berkuasa, apa kabar anda hari ini?”
“siapa kau?” tanya dexter
“kau akan menuai balasan atas perusahaan perusahaan yang hancur telah kau tolak di masa muda mu Dexter Wiraditya Rusdiantara” kata orang itu penuh penekanan
kemudian telfon pun tertutup
..
..
__ADS_1
siapa ya mereka