
“tidak, daddy tidak mau ambil resiko karena meng ikut sertakan mommy di sini”
“tapi…”
“tidak” potong dexter
“aku mau ikut mas, titik” jawab aleya bersikukuh
“Tidak mommy, jika mommy ikut andil siapa yang akan menjaga istriku” kata sagara
“itu benar, siapa yang akan menjaga embun”
Aleya sejenak diam memikirkan ucapan sagara dan akhirnya mereka setuju,
“tapi sagara harus benar benar melindungi daddy” kata aleya
“Janji” jawab sagara
“apa perlu mommy telfon vano dan rey”
“jangan mom, hanya akan membuat khawatir saja nantinya, biarkan mbak ria dan mbak vina berada jauh supaya yang terjadi dengan embun tidak terjadi dengan kandungan mbak ria dan mbak vina” jelas sagara
“benar” kata dexter
“lagi pula assisten ku ayhan dia akan sampai kemari nanti malam, menggunakan jet pribadi”
“baiklah ayo kembali, embun tadi meminta mommy untuk menyusul mu. dia takut kamu bertindak sesuatu yang menyakiti perawat atau dokter”
Sagara pun mengangguk, dan mereka kembali ke ruangan embun
“sayang dari mana saja?” tanya embun
Sagara mendekat , dia tak menjawab pertanyaan embun dia menatap mata istrinya lekat lekat, dia menciumi tangan embun tak henti henti
“maafkan aku, karena keegoisanku memaksa mommy untuk menyusul mu, ini semua terjadi, kita kehilangan calon anak kita” kata embun dengan pupil eyes
“ssttt, sudah ya. bahkan ketika aku tak memiliki anak pun tak masalah, yang penting kau selamat” kata sagara mencium tangan embun
“Tapi….”
Sagara berdiri dan mencium bibir embun sekilas
“jangan bahas itu lagi, kita masih punya banyak kesempatan untuk bikin lagi” bisik sagara di telinga embun
__ADS_1
“aku bingung harus menangis atau tertawa” kata embun mendengar ucapan suami nya
Sagara mencium kedua bola mata embun dan terakhir kening nya,
“Mata cantik ini sampai sembab karena terus terusan menangis” kata sagara
“kaka tidak sedih kehilangan anak kita”
Cupp
“kalo masih bahas lagi, aku akan langsung buat anak lagi di sini sekarang”
“issss” kata embun sedikit tertawa mendengar ucapan suami nya
Tapi terlihat jelas tatapan sedih campur amarah di mata sagara karena harus kehilangan anak pertama nya, namun karena ingin terlihat kuat di hadapan istrinya dia jadi harus berpura pura
..
Embun meminta untuk di bawa pulang, jadi kembali ke rumah dexter
kebetulan malam ini juga Ayhan sudah sampai di Jakarta
“Tuan, saya sudah sampai”
“kau ke hotel dekat rumah mertua saya han” kata sagara di sebrang telfon
setelah telfon tertutup, embun bertanya
“Siapa kak?”
“Ayhan”
“dia berada di indonesia?” tanya embun
Sagara mengangguk
“untuk apa dia di sini?” tanya embun
“ada tugas”
“tugas apa?” tanya mbun lagi
“menuntut keadilan”
__ADS_1
“keadilan untuk siapa?”
“sudah ya, kamu harus istirahat sayang. jangan banyak bertanyaa” kata sagara mencium pipi embun kanan kiri
“iss kamu, orang di tanya bukannya jawab dulu”
“nanti akan aku jawab, tapi nantii”
“kenapa harus nanti?”
“karena jika sekarang kamu akan menghalangi aku”
“memangnya apa? keadilan siapa yang mau kalian tuntut?”
“keadilan untuk diriku sendiri, dan untuk mu. Mereka harus membayar perbuatan mereka atas kematian anakku” jawab sagara
Embun menatap sagara dalam dalam
“aku tau, kamu tidak suka aku kembali menjadi gengster….” ucapan sagara terpotong
“kamu pikir aku tidak memiliki dendam juga pda mereka yang telah menyebabkan aku kehilangan anakku yang bahkan belum lahir. dari kecil aku bahkan tidak pernah kehilangan apapun, ini untuk pertama kalinya mereka merenggut sesuatu yang paling aku sayangi, kamu pikir aku akan memaafkannya?”
Sagara menatap embun lekat lekat
“Aku akan ikut andil di sini” lanjut embun
“tidak, kau dan mommy tidak boleh ikut. biar aku daddy dan ayhan yang melakukannya”
“jadi mommy dan daddy juga merencanakan hal yang sama” tanya embun
Sagara mengangguk
“kenapa kalian tidak bilang sama aku?”
“kau masih sakit” kata sagara sambil membetulkan anak rambut embun yang menutupi muka nya
“tapi….”
“sudah, ayo tidur sekarang” pinta sagara memotong ucapan embun
Akhirnya mereka pun tertidur
.
__ADS_1
.
Rencana apa yaa yang bakal mereka lakuin???