
Sesampainya di rumah sakit terdekat Embun segera di bawa oleh perawat, dia masuk kedalam ruang gawat darurat.
Sagara hendak ikut masuk tapi dilarang oleh suster
“kau berani melarangku? dia istriku” teriak sagara mencekik leher suster
Dexter segera menarik sagara dan meminta maaf pada suster
“tenangkan dirimu” kata dexter
“Bagaimana aku bisa tenang dad, istriku kesakitan didalam sana”
“nak ini rumah sakit, jangan buat gaduh. mommy dan daddy juga sama paniknya dengan mu, embun anak bungsu kami” kata aleya menangkan sagara
Sagara mulai tenang tapi dia tetap berjalan bolak balik di depan pintu
“daddy, kalo sampai embun dan calon anakku kenapa kenapa aku akan melupakan jika aku pernah berjanji pada daddy untuk berhenti menjadi seorang gengster, aku akan menghabisi siapapun yang sudah menyakiti orang orang yang ku sayang” kata sagara pada dexter
Dexter yang mengerti menantunya sedang di rundung kepanikan, hanya menepuk tangan sagara untuk memberikan kekuatan
beberapa menit kemudian, dokter keluar
“Bagaimana keadaan istri dan calon anakku dok?” tanya sagara
“maaf tuan, kandungan istri anda baru 1 bulan dan perutnya membentur batu, jadi kami tidak bisa menyelamat……” ucapan dokter terpotong
Sagara berbalik badan dan meninju tembok rumah sakit
“boleh kami masuk dok” tanya aleya
“silahkan bu”
Mereka bertiga masuk ke dalam ruangan embun, di dalam embun menangis tersedu sedu
Sagara tak kuasa melihat tangisan embun, Sagara segera memeluk embun
__ADS_1
“hiks hiks hiks aku kehilangan anakku kak” tangis embun di pelukan sagara
Sagara memeluk dan menciumi tangan embun yang terus menangis dengan erat
“sudah yang ikhlas, yang sabar” kata aleya sambil menghapus air mata anaknya
“hiks hiks mommy”
“kelak anak kalian akan menjadi penolong untuk kalian di akhirat, tapi embun harus ikhlas ya nak” kata aleya menguatkan
“Embun sudah kehilangan anak pertama embun mommy hiks hiks hikss”
“semua makhluk hidup pasti akan kembali pada allah sayang, embun harus ikhlas nak”
Tangisan embun mulai mereda katika aleya menciumi dahi nya
Sagara sangat terluka melihat istrinya menangis, bahkan ketika menolak untuk menikah dengannya pun dia tidak sehisteris ini
“Sayang aku keluar sebentar”
“sebentar saja”
“segera lah kembali hiks hiks”
Sagara mencium dahi embun dan keluar dari ruangan itu
Dexter yang seorang lelaki melihat sagara seperti itu segera mengejar nya
di belakang rumah sakit yang sepi
“hallo tuan Mathew”
“Ayhan, pergi ke indonesia sekarang juga bersama pasukan khusus menggunakan pesawat pribadi” kata sagara lalu memutuskan telfonnya
Setelah menelfon Sagara langsung meninju tembok belakang hingga retak,
__ADS_1
“Tidak akan ada yang bisa tenang setelah mereka melakukan ini pada istriku” kata sagara lalu mulai meninju tembok lagi
Dexter yang sudah melihatnya langsung menghentikan sagara
“Sudah, jangan menyakiti dirimu sendiri, jika istrimu tau dia akan lebih terluka” kata dexter
“daddy dia sudah menyebabkan anakku yang belum lahir meninggal” kata sagara menitikkan air mata
“daddy faham nak apa yang kau rasakan”
“daddy aku tidak bisa menepati janjiku untuk tidak lagi membunuh orang. aku harus membayar perbuatan Orang itu kepada istriku, aku minta maaf daddy” kata sagara
“Daddy sudah mendengar kau menelfon orangmu”
Deg..
“Maaf daddy tidak bisa menghalangiku kali ini”
“daddy tidak akan menghalangimu, justru daddy akan ikut membantumu” kata dexter yang membuat sagara kaget
“Embun adalah separuh jiwa daddy, selama 23 tahun embun hidup bersama daddy, daddy tidak pernah melihat nya menangis sama sesenggukan seperti ini, bahkan ketika daddy memisahkan kalian sekalipun tidak separah ini. daddy sama merasakan terlukanya dengan mu” kata dexter
Sagara tersenyum mendengar mertuanya mendukungnya
Aleya sedari tadi menguping pembicaraan suami dan menantunya. ketika dexter dan sagara hendak berbalik mereka melihat aleya, Dexter kaget
“mommy tidak izinkan”
“maaf mommy….” ucapan sagara terpotong
“tidak izinkan jika kalian hanya bertindak berdua”
.
.
__ADS_1
mommy aleya ngeprankkk yagesya🥱