
Di bandara
Aleya sedang mengurus sesuatu, Dexter dan embun menunggu di kursi tunggu. Dexter berdiri sambil menatap Embun sedangkan Embun sibuk dengan ponsel nya
tiba tiba Embun berdiri dan berjalan
"mau kemana? tanya dexter
"kamar mandi. mau di awasin juga?" jawab embun ketus
"Jangan lama lama. sebentar lagi pesawat kita terbang" kata dexter
Embun melanjutkan jalannya dan pergi ke kamar mandi
dia melihat sekeliling, dan
"Sayang" panggil seseorang
Embun menoleh
"Sayangg, aku kangennnn" jawab embun lalu memeluk sagara
"Ko kamu tau aku di kamar mandi?" tanya sagara
"Sejak tadi kan kita chatingan. ketika kamu izin ke toilet, tentu saja aku segera menyusul" jawab embun
"Kamu enggak kenapa kenapa kan di pukuli orang orangnya daddy kemarin? aku minta maaf ya, gara gara aku semua ini...." ucapan embun terpotong
"pertama aku gapapa, kedua ini bukan salah kamu. orang tua manapun pasti akan melakukan hal yang sama ketika tau anak kesayangan mereka menikah dengan seorang mafia. yang kamu tau sendiri, hidupmu tidak aman denganku, lari larian dengan musuh seperti kemarin" jawab sagara
"No. aku sudah terbiasa dengan itu, lagi pula kau selalu melindungi aku" kata Embun
Sagara memeluk embun erat,
"Aku pasti akan membawa mu kembali bersama ku. kita akan bersama sama lagi" kata sagara
"Aku percaya. yang penting jangan anggap daddy ku musuh mu hehe. jangan bunuh daddy, soalnya aku cuma punya satu daddy hehe" kata embun sambil tertawa
"Mana mungkin aku membunuh orang tua dari perempuan yang berhasil membuat ku jatuh cinta" jawab sagara
__ADS_1
Embun tersenyum mendengar sagara
"Sayang, itu kaya mommy" kata sagara pada embun
Embun menoleh dan benar saja. mereka melihat aleya yang berjalan menuju kamar mandi
"Masuk masuk sayang. kamu masuk toilet laki laki, aku masuk toilet perempuan, setelah aku bawa mommy pergi, kamu baru keluar" kata embun
Lalu mereka pun masuk ke toilet
Embun pura pura sedang cuci tangan di wastafel
Aleya masuk dan tatapan mereka bertemu
"dek, sudah selesai?" tanya aleya
"Kenapa? takut aku kabur sampe di susul kesini?" tanya embun
"Bukan begitu. mommy seperti ini, melakukan yang terbaik untukmu sayang" jawab aleya
"Yang terbaik tapi memisahkan aku dari suamiku" jawab embun
Sagara mendengar semua pembicaraan embun dan Aleya dari balik pintu, untung saja kamar mandi sedang sepi..
Embun berjalan, kemudian di ikuti oleh aleya keluar dari kamar mandi
Sepergi nya embun dan Aleya, Sagara keluar dari toilet
"Maafkan aku sayang, karenaku hubungan kamu dengan mommy jadi retak" kata sagara lirih
Pesawat embun dexter dan aleya pun terbang. Embun mengira dia akan bersebelahan dengan Sagara tapi ternyata orang tua nya membeli tiket VIP
Beberapa jam kemudian
Mereka tiba di indonesia
Embun langsung mengaktifkan sinyal di handphone nya, dia segera menghubungi sagara untuk memilih penginapan di dekat rumah Devano. kakak nya, Agar ketika ingin menemui Sagara embun bisa dengan mudah keluar rumah
Di Bandara internasional soekarno-hatta
__ADS_1
terlihat kedua kakak nya sudah menunggu Embun, Dexter dan Aleya
"Adekkkk" Teriak devina sambil merentangkan tangannya
"Kakakk" kata embun membalas pelukan devina
"Kakak kangen tau dek sama kamu" kata devina
"Embun juga kangen banget sama kakak" jawab Embun
"Aku di lupain nih?" tanya devano
"Nggak dong. Embun kangen kangen kangen bangett sama kak Vano" kata embun
"Hallo my queen, kangen sama aunty enggak?" tanya Embun
"Ade kangen sana onty. tapi onty jarang pulang" jawab Queen anak Devano dan Riana
"iya, sekarang aunty pulang nih. sini gendong aunty" ajak Embun
"El mana kak?"
"Sama mas Rey" jawab Devina
"Kakak berapa bulan?" tanya Embun sambil mengelus perut Devina
"4 bulan dek"
"Mbak Ria juga isi lagi tau"
"Mbak ria berapa bulan?" tanya Embun
"Baru 2 bulan mbak" jawab Riana
"Mbak Ria kebiasaan deh, panggilnya Embun aja. jangan pake mbak lagi" protes Embun
Riana hanya tertawa
.
__ADS_1
.
Devano dan Devina kembar kakak nya Embun, sementara Embun dan kedua kakaknya berjarak 8 tahun. Sedangkan Devano dan Riana berjarak 10 tahun, yang artinya Riana 2 tahun lebih muda dari Embun