
Reynathan pun datang bersama El
"Auntyy" Sapa El di gandengan tangan Reynathan
"El" jawab Embu2n sambil berjongkok untuk memeluk El
"El kangen sama aunty tau"
"Me too el"
"Aunty how are you?"
ketika di tanya kabar, Embun langsung terdiam. kemudian Devano langsung berbicara
"Yuk pulang. kasian Vina sama Ria kalo kelamaan berdiri" ajak devano
Akhirnya mereka pun pulang ke rumah Dexter dan Aleya
ketika sampai di rumah,
"Sus" teriak Devano
"Iya tuan muda"
"bawa anak anak ke belakang" titah devano
Sepergi nya anak anak
"Rencana nya minggu depan aku dan suami ku akan berkunjung ke indonesia, tapi ternyata takdir sedang mempermain kan aku hehe" kata embun tertawa nanar
Semua yang mendengar hanya diam
Embun melihat handphone nya, kemudian dia berjalan
"Mau kemana nak?" tanya Aleya
"Ke kamar. mau mommy awasi lagi?" tanya embun ketus
Embun langsung meninggalkan Kakak kakaknya dan juga kedu orang tua nya
__ADS_1
Sepergi nya Embun, Aleya menangis, Kemudian Riana dan Devina langsung memeluk Aleya, di susul oleh devano sementara reynathan menghampiri dexter yang sama memiliki tatapan kosong
"mommy yang sabar, Embun memang suka begitu kalau sedang kesal" kata devina
"Apa mommy salah, jika ingin melindungi anak anak mommy dari tangan seorang mafia" kata aleya dalam tangis nya
"Enggak mom, setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik, lama lama Embun akan terbiasa mommy" kata Riana
"Biar devano dan devina yang berbicara dengan Embun mom" kata devano
Sementara dexter
"daddy yang selalu mengajarkan rey segala hal. daddy mengajarkan rey tentang artinya kesabaran dalam menghadapi kemarahan seorang wanita, dan embun adalah seorang wanita yang sedang marah, tapi lama kelamaan dia pasti akan luluh dad. Aku tau, daddy pasti bisa melewati ini" kata reynathan memegang tangan dexter
Dexter mengusap punggung reynathan sambil tersenyum
beberapa jam kemudian
"Bu, makan siangnya sudah di siapkan" kata salah satu pelayan rumah dexter
"Nanti kami kesana bi.." jawab Riana
"Biar Vano sama vina yang mengajak Embun makan siang" kata devano
"Adek, apa kakak boleh masuk" kata devina lembut
Embun membuka pintu dan langsung memeluk devina dan devano
Embun langsung menangis, devina menuntunnya masuk ke dalam kamar
"Kakak, kenapa mommy sama daddy setega ini sama aku kak" tanya embun dalam tangis nya
"Sayang, mommy sama daddy itu menginginkan yang terbaik untuk mu dek" kata devina
"dengan memisahkan aku dari orang yang aku cintai? kakak tau, malam ketika pagi nya aku dijemput paksa oleh daddy, aku baru saja mengungkapkan rasa di hati ku, sagara berjanji akan berubah demi aku kak, sagara juga menyelamatkan aku dari orang yang mau memperkosa aku. kakak tau, awalnya aku memang menolak menikah dengan sagara, tapi dia selalu melindungi ku kak. dia tidak pernah membuat nyawaku dalam bahaya kak... hiks..hiks..hiks.." tangis embun sambil memegang tangan devina
"Sayang, tapi suami mu itu tetap saja orang yang kapan saja menempatkan posisi mu dalam bahaya" kata devina.
seketika embun langsung melepaskan genggaman tangannya pada tangan devina, dia mengira kakak nya akan mendukungnya, tapi ternyata tidak. kakak nya satu pemikiran dengan orang tua nya.
__ADS_1
"Kalo kakak kesini cuma mau menghasut aku untuk berpisah dari sagara, tolong keluar aja kak. aku mau istirahat" kata embun tegas
Devano mengisyaratkan Devina untuk keluar dari kamar Embun.. Devina mengusap kepala embun kemudian keluar dari kamar Embun
"Dek" panggil devano
"Cukup kak. aku..." ucapan embun terpotong
"Dengarkan kakak dulu. liat kakak sekarang" kata devano sambil membawa wajah embun menatapnya
"Kakak mengerti apa yang kamu rasakan dek. kakak pernah ada di posisi kamu, ketika orang tua Riana akan membawanya pulang karena kami nikah kontrak waktu itu, kakak sangat sedih, orang selembut mommy bisa menampar kakak dek, tapi ternyata daddy dan mommy juga mertua kakak hanya mengetes cinta kami berdua dek. kakak harap, suami mu bisa datang ke indonesia, untuk melakukan sesuatu sesuatu yang membuat daddy terkesan sehingga yakin kalau dia benar benar serius memperjuangkan kamu" kata devano
Embun langsung memeluk devano, Karena hanya devano yang mendukungnya di sini
"Kakak, sebenarnya sagara ada di sini, dia menyusulku ke indonesia kak. aku suruh dia menginap di apartemen dekat rumah kakak, tujuannya agar aku tetap bisa bertemu dengan suami ku menggunakan alasan ketemu queen" kata embun
"Pertemukan kakak dengan suami mu" titah devano
"Kakak benar benar ada di samping ku kan? kakak tidak akan mengecewakan aku kan?" tanya embun meyakinkan
"Kamu kecil bersama kakak. ketika kak vina masih terbawa pergaulan bebas temannya, bukan kah kita berdua adalah detektif" kata devano sambil tertawa
Embun tertawa mengikuti tawa devano..
"Kakak makasih" peluk embun
"sama sama, sekarang hapus air mata mu. dan makan ke bawah, perjalanan newyork ke sini memakan waktu lebih dari 25 jam. memangnya tidak lapar, dan lagi pula kakak rindu menyuapi adik kesayangan kakak, karena setelah vina berubah kamu jadi lupa sama kakak" ledek devano
"Kakak selalu menjadi yang terbaik bahkan sampai detik ini" kata embun
"Bersikap lah manis, seperti embun kakak yang dulu" kata devano sambil mengusap punggung adik nya.
Embun mengangguk
.
.
Jangan lupa like ya!!
__ADS_1