
Sagara mengarahkan pistol tepat di jidat Embun
"Kumohon, lepaskan aku tuan. aku janji akan pulang ke Indonesia dan tidak berurusan lagi denganmu. kumohon" mohon Embun
"Kau pikir saya akan memberimu belas kasihan dengan kata katamu itu" kata Sagara dingin
"Kau mau bunuh aku, Silahkan, tembak aku sekarang. Tapi ingat, Daddy dan mommy ku pasti akan merasakan detak jantung ku yang terhenti, dan Sekalipun kau membuang mayatku aku yakin paman dan bibiku akan menemukan mayatku sampai ujung newyork sekalipun" kata Embun
"Oh jadi kau pasrah?" tanya Sagara
"Paman dan bibi ku akan membalas kematianku, ayahku pun akan menghancurkan perusahaanmu" teriak Embun
"Wahh sehebat apa orang tua dan bibi mu itu nona?" kata Sagara meremehkan
"Orang tuaku pemilik perusahaan terbesar seasia, dan bibi mewarisi perusahaan opaku terbesar ketiga di newyork" kata Embun
'Berarti dia memiliki Darah Rusdiantara' kata Sagara dalam hati
"Kematianku akan membuatmu menyesal telah membunuhku penjahat!" teriak Embun
Sagara menembakan peluru nya ke udara, Embun kaget dan menjerit
"Aku tidak pernah menyesal membunuh siapapun yang mengusik kerjaku" kata Sagara marah
"Dan kau akan kubunuh sekarang juga" sambil mengarahkan kembali pistol nya ke arah kepala Embun
"aaaaa, kumohon aku takut sekali" kata Embunn memejamkan mata
"Kemana pergi nya mulut cerewetmu tadi" kata Sagara meremehkan
"Aku mohon lepaskan aku"
Sagara diam sejenak
"Aku akan memberikanmu penawaran lain selain kubunuh" kata Sagara
__ADS_1
"Apa? apa itu" kata Embun cepat
"Menikah denganku"
"Kau gila, Aku harus menikah dengan orang jahat seperti mu? tidak mungkin" kata Embun
"Artinya kau memilih mati di tengah hutan newyork, sementara Orang tuamu berada di Indonesia" kata Sagara
Embun sejenak berfikir
'yang penting aku lolos dari kematian sekarang' kata Embun
"Oke, baiklah. Aku terima untuk menikah denganmu" kata Embun
"Berikan ponselmu padaku"
"Untuk apa? biar aku saja yang menghapus video tadi" kata Embun
"Kau pikir aku bodoh. Berikan atau kau mati"
Embun dengan marah menyerahkan ponselnya.
Embun dan Sagara pun segera pergi dari hutan, Mereka masuk ke dalam mobil. Sagara membuka handphone embun, ternyata ada panggilan dan whatsaap dari bunda Ica
"Telfon ibumu, kau menginap di rumah temanmu" titah sagara
"Bunda ica, Tanteku! dan aku tidak pernah menginap di rumah temanku, mana di izinkan" kata Embun
"Bilang mengerjakan tugas, Kau masih anak kuliahan kan?" tanya Sagara
"Bulan depan aku wisuda, mana mungkin aku bilang mau mengerjakan tugas" kata Embun
"Kau beri alasan apapun pada tantemu itu atau bukan hanya kau yang kubun.."
"Dasar penjahat tukang ngancam" potong Embun
__ADS_1
Embun pun menelfon Risa, Risa segera mengangkat telfon Embun
"Hallo Bunda"
"Embun sayang, kamu kemana ko belum pulang dan tidak menelfon sharas atau Rean, Bunda telfon tidak di angkat angkat" kata Risa khawatir
"Bunda, Embun menginap di rumah teman ya untuk malam ini. Embun mau mempersiapkan wisuda bulan depan bunda" kata Embun
"Tidak sayang, Jika daddy mu tau. Bunda bisa habis di marahi" kata Risa
"Bunda tidak perlu bilang daddy, Embun mohon bunda"
"Ttapii..."
"Embun mohon kali ini aja bunda"
"Baiklah sayang jaga dirimu ya" kata Risa
"Iya bunda, Embun janji"
Embun pun menutup telfon Risa
"Bagus"
"Aku tidak tidur dimana?" tanya Embun
"Apartemenku"
"Jangan gila kau, aku gak mau tidur dengan pria yang tidak ku kenal" kata Embun marah
"Aku tidak berminat untuk tidur dengan perempuan datar sepertimu" kata Sagara
"Lalu kenapa kau menikahi aku" kata Embun
"Diam!" bentak sagara
__ADS_1
..
Jangan lupa like n komen yaaa