
Di tengah tengah Sarapan, sagara membuka suara
"Sayang kamu kepikiran pengen pulang ke Indo gak sih?" tanya Sagara
"Aku baru mau ngomong ke kamu. Kalo aku rindu banget sama mommy" kata Embun
"Yaudah kita Ke Indo minggu depan" kata Sagara
"Tapi kerjaan kamu?" tanya Embun
"Ada Ayhan" kata Sagara
"Thank you sayang" kata Embun pelan
"Apa aku tidak dengar" kata Sagara
"Thank you!!" kata Embum lebih keras
"Yang di akhir itu kamu ngomong apa?" tanya Sagara
"Nggak ada, aku cuma bilang thank you" jawab Embun
"Yang terakhir itu loh kamu ngomong sesuatu" kata Sagara kekeh ingin mendengarnya lagi
Embun tidak menjawab pertanyaan Sagara, Embun mengabaikannya dan memilih untuk lanjut makan
"Kalo kamu tidak mau ulang, aku akan bikin kamu menjerit di bawah ku seperti semalam" ancam Sagara
Embun mengabaikan pembicaraan Sagara yang menurutnya tidak penting.. Tapi ketika sagara berdiri embun mulai panik
__ADS_1
"Oke oke thank you sayang, suamiku tercinta" kata Embun penuh penekanan
Sagara mencium kening Embun, dan mencium bibir Embun
"Morning kis, ini akan aku lalukan setiap pagi sayang" kata Sagara lalu duduk kembali di kursinya
"Kamu itu aneh aneh aja deh" kata Embun terkekeh
di tengah sarapan, sagara bertanya
"Sayang" panggil embun
sagara kaget mendengar embun memanggilnya sayang, diapun tersenyum dan menjawab
"Iya sayang" jawab sagara
"Gimana kalo daddy tau aku menikah dengan mafia, aku enggak mau pisah dari kamu" tanya embun
"Tidak sayang, aku akan berusaha mempertahankanmu" kata sagara
"Kau benar mencintai aku kan?" tanya embun
"Kalau kau memintaku untuk meminum racun untuk membuktikannya aku akan meminum nya sekarang" kata sagara
"Sayang kau sudah membunuh berapa banyak musuhmu?" tanya embun tiba tiba
"mungkin sekitar 700 orang yang ku bunuh, tidak tau jumlah berapa banyak yang ayhan dan anak buahku bunuh"
Embun merasa kaget dan bergidik ngeri, mengingat dia juga hampir menjadi korbannya sagara
__ADS_1
Selesai makan sagara membereskan meja makan, hari ini Embun benar benar di manja oleh sagara
Saat ini mereka sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton tv, Embun bertanya
"Sayang, apa sih yang buat kamu jadi mavia" tanya embun yang sedang berbaring berbantalkan paha sagara
Sagara hanya diam dan menghembus kan nafasnya kasar
"Maaf ya kalo pertanyaanku lancang, gapapa ko enggak di jawab juga" kata Embun lagi
"Sejak kepergian daddy aku tinggal bersama paman emil dan mommy. paman tidak pernah mengajariku nilai nilai kebaikan, paman juga melarang mommy untuk mengajariku ini dan itu, aku selalu hidup dalam kebencian. paman membuatku menjadi orang yang pendendam, aku tak segan segan membunuh orang yang membuatku kesal" kata sagara pada Embun
"Kau tau kan itu salah" kata Embun sambil memainkan jarinya di dada sagara
"Aku mengetahuinya sayang, tapi paman emil tak mengajarkan tentang rasa bersalah atau kepedulian kepadaku" jawab sagara
"apakah kau mau berubah untukku?" tanya embun penuh harap
"Aku akan berusaha. aku akan bekerja bersih seperti daddy mu. itu kan yang kamu mau?" tanya sagara
"Iya bener. aku ingin suamiku bisa seperfect daddy" jawab embun
setelah selesai sarapan. pintu rumah mereka ada yang mengetuk menandakan ada tamu
Embun dan sagara membuka pintu secara bersama sama..
Embun tersenyum lebar ketika melihat siapa tamu yang datang, dia segera berlari dan memeluk tamu nya
.
__ADS_1
.
MAAF YA BARU UP!!!!