
Devina menyusul ke meja makan
"Mana embun vin?" tanya Aleya
Devina pun menggeleng
"Mommy sama daddy makan dulu aja ya" kata Devina
"Mommy mau istirahat aj di kamar" kata aleya beranjak berdiri dari kursi
"Jangan masuk kamar ketika perut masih kosong mommy" kata Embun yang baru saja turun dari tangga bersama devano.
Aleya langsung tersenyum bahagia mendengar embun berbicara pada nya
"Ayo mommy duduk lagi" Ajak Riana
Dexter tersenyum bahagia
"Kamu memang pawang embun van" kata dexter dalam hati
"Hari ini, aku mau di suapi" kata embun tiba tiba
"Mommy akan suapi kamu sayang"
"No. aku mau kakak vano yang menyuapi. gapapa kan mbak Ria?" tanya embun
"Kenapa enggak" jawab Riana
Embun kembali lagi seperti dulu. embun yang ceria bersama dengan devano
Embun senang di suapi oleh devano, begitu juga yang lain. akhirnya devano selalu menjadi hero di setiap permasalahan embun ataupun devina
Aleya dan Dexter tersenyum melihat Embun yang mau makan. karena sejak kemarin pagi dia tidak ingin makan..
sore hari..
"Dad, aku mau bawa embun ngobrol sebentar boleh?" tanya devano
"Tanya mommy van" jawab dexter
"Gimana mom?"
"Kenapa harus izin? kamu kan kakak nya" kata Aleya
__ADS_1
"Sayang, queen mana?" tanya Devano
"Lagi main sama Al mas" jawab Riana
"Aku pergi sama Embun berdua aja boleh?" tanya devano
"Kenapa enggak, masa aku ngelarang kakak adik yang mau berbincang bincang sih" kata Riana
Devano tersenyum dan mencium kening istrinya
"Mas, nanti kamu jemput aku sama queen kan?" tanya Riana
"Tentu. aku hanya ingin menunjukan sesuatu pada embun" jawab devano
"Vina gak di ajak nih" kata devina
"Yang ada nanti kamu ngidam aneh aneh. minta di beliin ini dan itu" jawab devano
"Jangan lagian. meskipun baru 4 bulan tapi vina hamil kembar loh" kata Reynathan suami devina
"Mas rey tuh overprotektif banget tau gak. kesel aku kadang" kata devina sambil tertawa
"Gapapa sayang, dulu daddy mu juga sama" kata aleya sambil memakan buah
"Cantik banget dek. wangi lagi" kata devina
Embun hanya diam merasa gugup
"Kalian bener cuma mau ngopi aja kan?" tanya devina
"Tantu saja. lagian kenapa di tanya, Embun kan memang selalu cantik, muka nya selalu sejuk seperti nama nya Embun Aulia" jawab Devani memecah keheningan
"Yaudah hati hati ya" kata Aleya
Devano pamit kemudian bersiap untuk berjalan kedepan. embun langsung mengikuti langkah kaki Devano tanpa berpamitan
"Dek" kata devano sambil memberikan kode melalui mata nya
Embun pun berpamitan pada aleya dan dexter
"Aku pergi dulu ya mom, dad" kata embun
"Hati hati nak. jangan lakukan hal bodoh. daddy membawamu pulang demi kebaikan mu" kata dexter
__ADS_1
"Vano. jaga adik mu ya" kata aleya
Embun dan Devano pergi ke sebuah mall, mereka masuk ke tempat privat, karena jika di tempat umum sudah pasti akan terbongkar pertemuan ini.
Embun dan devano masuk ruangan.
"Sayang" kata seseorang yang sudah menunggu sejak tadi di dalam
Embun langsung berlari memeluk Sagara, suami nya.
"Aku kangen banget sayang" kata embun
Pelukan mereka pun terlepas
Sagara menatap devano. laki laki seumuran dia yang kalau di lihat dari penampilannya saja sama kerennya seperti dia
"Kak" kata sagara mengacungkan tangan ingin bersalaman dengan Devano
Bukannya menerima uluran tangan sagara, Devano justru malah menampar pipi putih milik sagara
"Kakakk" Teriak embun
"Berani nya kau memaksa menikahi putri bungsu dari keluarga rusdiantara"
"Aku dulu memang memaksanya tapi sekarang aku mencintainya kak, aku tidak ingin kehilangan dia" jawab sagara
Devano memukul lagi badan sagara hingga terjungkal kebelakang, tapi tidak ada perlawanan dari sagara
"Kakak. apa apaan sih, aku fikir kakak ada di posisiku" Teriak embun sambil menghampiri sagara
Devano berjongkok kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu sagara berdiri. Sagara menyambut tangan Devano.
Setelah berdiri, devano memeluk sagara ala pria
"Berjanji lah untuk selalu mencintai dan memperjuangkan adikku" kata sagara setelah melepas pelukannya
"Aku berjanji kak" kata Sagara
.
.
JANGAN LUPA LIKE N KOMEN GUYS!!!
__ADS_1