
"Kenapa?" Tanya Andra ketika Kinar menawarinya untuk sarapan pagi ini
"Kau sedang berakting menjadi istri yang baik?" Lanjutnya, membuat Kinar memghentikan aktivitasnya
kenapa kamu Masih belum berubah setelah enam tahun berlalu. Batin Kinar
"Tidak" jawabnya setelah menenangkan hatinya yang bergemuruh.
"Aku tidak sedang berakting menjadi istri yang baik" Menarik nafas dalam agar air matanya tidak pecah saat itu juga. Dia harus tetap menjadi wanita kuat di depan laki laki yang sudah menjadi suaminya ini
"karena aku numpang dengan gratis disini. Jadi aku pikir, Setidaknya aku harus memberimu sedikit kompensasi dengan keahlian memasak ku" Kinar memang sangat pandai dalam berdebat.
"Aku Masih ingat! Hubungan kita hanya sebatas lembar kertas yang bisa berakhir kapanpun jika kita ma" mengepalkan erat kedua tangannya
"Jadi selain memasak untukmu aku tidak akan melebihi batas, apalagi berakting menjadi istri yang baik. apa menurutmu itu penting?" lanjut Kinar sambil menggelengkan kepalanya
"mau makan atau tidak terserah kamu" melepaskan celemek yang dipakainya. "Jika tidak mau, kamu bisa membuangnya di tempat sampah" menunjuk tempat sampah di dapur dan berlalu Dari hadapan Andra.
"Hari ini mama sengaja memulangkan pelayan yang bertugas memasak, karena hari ini kita akan berangkat ke Bali" lanjut Kinar
Wajah Andra sudah merah padam menahan amarahnya, dia marah dengan perkataan Kinar yang hanya menganggap hubungannya bisa berakhir kapan pun jika mereka mau.
Namun sedikit pun Andra tidak pernah berpikir untuk mengakhiri hubungan mereka, kenapa Kinar sampai berfikir untuk mengakhirinya? tapi bukankah dia sendiri yang mengatakannya berulang Kali pada Kinar. Bahwa dia tidak diizinkan berharap lebih Darinya, jadi apa lagi yang diharapkan Kinar Dari pernikahannya selain perpisahan?
Tidak Lama kemudian Kinar sudah kembali menuruni tangga, dia terlihat sudah rapi Dan cantik dengan setelan kemeja kerjanya seperti biasa, wajahnya juga sudah berpoles make up yang membuatnya cukup mempesona.
Namun ketika tangan Kinar memegang handle pintu Andra memghentikannya
"mau kemana kamu?" kilatan kemarahan terlihat jelas di wajah Andra
"Kau tidak mau mempertanggung jawabkan perkataan mu yang tadi" ucapnya
__ADS_1
"Apa?" Tanya Kinar heran karena dia merasa perkataannya tidak ada yang Salah
"Beraninya kau berpikir untuk mengakhiri hubungan kita" mencengkram tangan Kinar kuat sampai wanita itu merintih kesakitan
"Siapa yang mengizinkanmu berpikir seperti itu" Lanjutnya Dan Menarik keras tangan Kinar ke arah kamar milik Andra.
" Andra! Lepaskan aku" teriak Kinar yang sudah memenuhi langit langit ruangan. Andra tidak menggubris teriakan Kinar, malah mempererat genggaman Dan mempercepat langkah kaki nya
Dia bahkan tidak peduli dengan kaki Kinar yang tampak bengkak karena mengimbangi kecepatan Andra menaiki tangga rumah mereka yang tadi sempat keseleo
Andra menghempas kasar tubuh Kinar di atas kasur. Dia menggila dengan menindih tubuh Kinar dan merusak baju yang dikenakannya, Andra melemparnya kesembarang arah. Kini tubuh polos Kinar terpampang jelas di bawah tubuhnya.
"Andra, jangan keterlaluan. bukankah kita sepakat untuk tidak me..." Ucapannya terhenti saat Bibirnya di kunci rapat oleh Bibir Andra
Kinar berpaling tidak mau Andra melihat wajahnya yang sembab setelah ciuman mereka berakhir. Dia terisak, walau berusaha sekuat apapun dia untuk menguatkan hatinya agar tidak terlihat lemah di hadapan Andra. namun laki laki ini selalu mampu merobohkan pertahanannya
"Sepertinya aku terlalu baik padamu akhir akhir ini" bisiknya. Andra sudah menjelajahi setiap inci tubuh polos Kinar.
Dan Andra benar benar berhasil merengkuh tubuh Kinar yang selama ini dia impikan, meskipun bukan dengan cara seperti saat ini. Tapi jika merengkuhnya saat ini bisa membuat Kinar tidak bisa lari Dari dirinya, maka Andra rela melakukannya.
*******
Kinara Ayu Hermawan, wanita cantik yang menjadi istri impian bagi para pria pria di luar sana, bukan hanya parasnya yang cantik, namun kepintarannya memimpin Perusahaan dia benar benar menjadi CEO wanita termuda di Indonesia dengan Usia 25 tahun.
Menikmati masa mudanya dengan berbagai kemewahan yang ia dapati Dari hasil jerih payahnya sendiri saat ini, adalah suatu kebanggaan terbesar bagi Kinar.
Saat ini Kinar juga sudah tidak tinggal bersama mama Dan papanya, sejak mengambil alih Perusahaan beberapa bulan yang lalu dia memilih untuk tinggal sendiri di apartmen yang di berikan mendiang neneknya tepat di hari ulang tahunnya yang ke 24 satu tahun yang lalu.
Dia hanya tinggal berdua dengan sekertaris kepercayaannya, Indira. dia juga tidak membedakan antara dirinya dengan Indira, mereka membagi tugas pekerjaan rumah denga Tanpa adanya majikan Dan atasan.
kriiiiinnggg.. HP Kinar berbunyi pagi itu, dia yang sedang berkutat di dapur bersama Indira segera berlari menghampiri HP miliknya di atas meja makan.
__ADS_1
Mama? Ngapain nelvon pagi pagi begini. batinnya sebelum mengangkat telvon Dari mamanya
"Ada apa ma? tumben pagi pagi begini nelvon"
"sepulang Dari kantor langsung ke rumah ya sayang, papa sama mama mau bicara" kata suara di seberang
"Mau ngomong apaan sih ma, Kinar sibuk. banyak acara hari ini"
"Dari sekian banyaknya kamu punya acara, masa tidak bisa meluangkan waktu untuk orang tua mu" nadanya sudah berubah sedih
"baiklah. Kinar pulang malam ini" akhirnya mengalah, Kinar bukan hanya cantik luarnya saja, hatinya lebih cantik Dari yang di lihat orang orang selama ini, apalagi untuk kedua orang tuanya, walaupun sifatnya sangat dingin untuk seorang perempuan, namun dia mempunyai hati yang lembut Dan hangat.
seperti pagi ini, Kinar sangat pantang menolak permintaan Dari kedua orang tuanya. apalagi itu hanya memintanya pulang kerumah dia sendiri, tidak ada Alasan yang bisa menolak permintaan mamanya.
Tapi berbeda ketika di kantor, Kinar mempunyai jiwa kepemimpinan yang tegas, kejam Dan Tanpa ampun bagi siapapun yang membuat kesalahan di perusahaannya. Dia yang bahkan belum menyelesaikan S2 nya sudah sangat sukses menjalani perusahaan. Kinar pandai dalam membagi waktu antara Perusahaan Dan waktu belajarnya. membuat orang disekitarnya takjub dengan sosok wanita yang tengah memimpin Perusahaan besar milik Papanya pak Hermawan, Antajaya Group.
Tapi berbeda dengan orang yang tidak mengenalnya, mereka sangat tidak Percaya Dan meremehkan Kinar secara terang terangan.
"ya udah, Kinar tutup dulu ya ma, Masih sibuk mau masak sama Indri"
"Baiklah sayang, jangan lupa nanti malam ya" ucap mama lagi
"iya, iya... ya udah Kinar matikan ya. love you mam" balas Kinar Dan menaruh HP di meja makan dengan lesu
"Nona kenapa?" Tanya Indri yang muncul Dari dapur dengan nasi yang sudah matang di tangannya.
"ga papa, mama nyuruh aku pulang malam ini" duduk di meja makan
"tidak ada jadwal Kan nanti malam" lanjutnya
"sebenarnya ada pertemuan nanti malam dengan mitra kita dari bandung, kalau Nona mau mengundur pertemuannya bisa saya atur" ucap indri duduk di depan Kinar
__ADS_1
"Baiklah, aku Percaya pada mu. selesaikan memasak Dan segera ke Perusahaan" Kinar bangkit berlalu menuju kamarnya yang di angguki oleh Indri yang sudah mulai menyelasaikan pekerjaannya di dapur.
Akhirnya tidak jadi makan di Apartmen, Kinar menuyuruh Indri untuk di buat bekal ke Perusahaan. Kinar menyelasaikan satu persatu pekerjaannya dengan sangat teliti. demi memenuhi keinginan mamanya indri menyelasaikan pekerjaan lebih cepat Dari biasanya