
"Kita mau kemana?" Tanya Kinar yang saat ini sudah duduk di belakang kemudi bersama Andra. pria itu sudah memesan Mobil selama sehari demi bisa jalan jalan dengan Kinar.
"Kamu ikut aja" ucapnya.
Pagi pagi sekali Andra sudah membangunkan Kinar untuk segera siap siap.
"Kinar"Andra mengguncang tubuh Kinar. "Kinar bangun" lagi lagi mencoba membangunkan gadis itu
"Ada apa sih?" Kinar mencoba mengumpulkan nyawanya. dia belum sepenuhnya sadar, namun guncangan Andra membuat dia terpaksa harus membuka mata. dilihatnya jam dinding Masih menunjukkan pukul 05.30 pagi, Masih terlalu pagi menurutnya
"Mandi Dan segera bersiap, kamu ingat kan tadi malam aku mau ngajak kamu keluar?" Tanya Andra yang terlihat sudah siap Dan rapi
dengan langkah gontai Kinar berjalan menuju kamar mandi, menutup pintu Dan segera menyelasaikan ritual mandi paginya.
Setelah selesai Kinar membuka pintu kamar mandi. ia melihat Andra yang tengah Memandang ke arahnya yang hanya mengenakan jubah mandinya
Kinar mencoba mengabaikan tatapan Andra, dia terus melangkah menuju lemari Dan mengambil baju miliknya. Kinar kembali ke kamar mandi
setelah hampir tiga puluh menit dia keluar dengan dress selutut Tanpa lengan Dan wajahnya sudah berpoles make up tipis namun terlihat sangat sempurna di wajah cantik dengan rambut gelombang yang tergerai.
Kinar kembali menghampiri lemari Dan mengambil jaket Dan tas kecilnya.
"Kau sudah siap?" Tanya Andra menghampiri Kinar, ia tatap wanita di depannya dengan penuh cinta. tubuh indah yang selama ini selalu mengisi hati Dan pikirannya. Kinar hanya mengangguk.
"Ayo" Andra mengulurkan tangannya berharap Kinar akan mau menerima uluran tangan itu. awalnya Kinar tampak ragu, namun pada akhirnya dia menerima uluran tangan Andra karena dia sudah memberi Andra satu kesempatan.
senyum Andra tercipta di Bibirnya semakin mengembang ketika Kinar mendekatkan tubuhnya padanya.
__ADS_1
Dan disinilah dia berada di dalam Mobil yang siap mengantar mereka kemanapun mereka inginkan.
Mobil sudah meninggalkan area Hotel, mengantar mereka ke tempat pertama yang akan orang orang kunjungi jika berlibur di negara itu, menara Eiffel.
jalanan cukup padat hari ini namun tidak membuat jalan raya itu macet, Aryan sesekali melirik wanita yang duduk sangat anggun di sampingnya, ingin sekali menyentuh wajah yang selama ini tidak pernah bisa ia lupakan
Kinar, aku harap masih ada aku di dalam hatimu. Batinnya hingga tanpa sadar ia belai rambut cantik yang tengah tergerai itu
Kinar sontak menoleh ketika tangan kekar itu membelai rambutnya.
"apa yang kamu lakukan Andra" ia tatap mata yang tengah menatapnya dengan penuh cinta.
"maaf" segera ia singkirkan tangannya dari rambut Kinar dan mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil
sebenarnya Kinar tidak marah, hanya saja dia masih belum terbiasa dengan sikap lembut Andra padanya.
"Kinar, kita ke restoran dulu ya, sarapan dulu" beralih kepada Kinar untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka
"Baiklah"
____________
setelah menyelesaikan sarapan pagi, kini mobil melaju ke arah menara Eiffel. Dan Andra meminta supir yang sudah dia sewa untuk menurunkan mereka agak jauh dari menara tersebut dan memintanya untuk menunggu panggilan darinya lagi.
setelah mobil benar benar berhenti Andra segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk wanitanya.
saat Kinar turun, wanita itu masih meletakkan jaket di tangannya, pasalnya cuaca di sana masih sangat dingin pagi ini yang sudah hampir beranjak siang.
__ADS_1
Andra meraih jaket di tangan istrinya, memakaikan di tubuh kecil Kinar agar sedikit lebih hangat.
"terimakasih" ucap Kinar, Andra mengangguk dan kembali mengulurkan tangannya dan kembali berharap wanita itu masih mau menerimanya seperti tadi.
Andra di buat sangat bahagia, karena Kinar kembali menerima uluran tangannya. walaupun wanita yang kini berjalan di sampingnya masih memberi jarak untuknya. namun Andra tidak akan menyia-nyiakan lampu hijau yang juga sudah di berikan oleh wanita itu.
"kau suka kota ini Kinar" tanya Andra tiba tiba saat sesekali menangkap senyum di bibir ranum miliknya.
"iya, aku suka sekali. karena tempat ini adalah tempat yang selalu aku datangi saat aku mulai teringat kembali pada masa masa terpuruk ku" jawab Kinar yang mampu membuat Andra semakin bersalah. memang yang Kinar katakan benar adanya ia seringkali menghabiskan waktu di negara ini hanya untuk menghilangkan semua pikiran yang mengganggunya
mereka sudah duduk di kursi taman yang langsung menghadap ke arah menara yang mencakar langit di depannya. menara ini tetap terlihat indah walau di siang hari.
" aku benar benar minta maaf Kina" Ucap Andra. dia meraih tangan kanan Kinar, mengusapnya lembut. Dan kemudian Andra mengarahkan ke bibirnya.
CUP......
cukup lama Andra mencium punggung tangannya, jantung keduanya pun berdegup cukup kencang. mereka masih diam membisu meskipun Andra telah melepaskan ciuman di tangan Kinar.
Bersambung........
Hai readers....
maaf sebelumnya karena beberapa hari terakhir author tidak update karena author waktu itu masih dalam keadaan berduka. jadi mohon dimaklumi ya
setelah ini author akan update kembali walaupun minimal satu bab sehari. **mohon pengertiannya sekali lagi..... terimakasih
selamat membaca**....
__ADS_1