Cinta Di Balik Kebencian

Cinta Di Balik Kebencian
Penyatuan tubuh


__ADS_3

Kinar berbaring lesu di kasur empuknya yang sudah dia tinggalkan sejak beberapa hari lalu, tubuhnya sudah segar sehabis mandi setelah mengobrol cukup lama dengan mama.


Andra baru saja kembali, dia mendapati Kinar sudah berbaring dengan HP di tangannya.


"Kenapa kamu bersikap seperti itu sama mama?" semprot Andra ketika mengingat momen sebelum makan malam. Kinar berdecak kesal Dan sekilas Memandang Andra jengah.


"Tidak bisakah kamu bersikap Manis ketika di hadapan mama" Tanya Andra kembali ketika tidak mendapat respon Dari Kinar.


Kinar membanting Hpnya di Laci samping ranjangnya


"Bisa tidak sih, satu malam saja kamu tidak mengajak ku ribut?" tanya Kinar


"semua itu tergantung Dari sikap kamu?" Andra sudah menunjuk wajah Kinar


"jika saja sikap kamu tidak seperti itu sama mama, aku tidak akan marah sama Kamu" lanjut Andra


"Kamu mau aku bagaimana? harus berpura pura menunjuk kan kalau aku bahagia dengan pernikahan tidak masuk akal ini?" Kinar sudah bangkit Dari tempat tidurnya, Dan berdiri di hadapan Andra


"bukankah kamu juga tau, mama memasang mata mata di rumah ini, walaupun kita pura pura untuk baik baik saja, bukankah mama juga sudah mengetahui kebenarannya?" lanjut Kinar membungkam Andra, karena yang di katakan Kinar juga masuk akal


"Setidaknya kamu harus mencoba membuat mama senang dengan pura pura kita baik baik saja, meskipun mama sudah tau semuanya" Andra tidak mau mengalah


"Sudah lah, aku bosan berdebat dengan mu" Kinar berbalik Dan kembali berbaring di tempat tidur


"Kinar, aku Masih belum selesai bicara" Andra sudah berteriak


"Aku bilang hentikan, atau aku akan benar benar pergi Dari sini malam ini juga" Ancam Kinar, Dan berhasil membungkam Andra.


Andra membanting pintu ruang ganti mereka. Kinar hanya menggeleng melihat tingkah Andra yang kekanak kanakan.


Kinar memilih memejamkan matanya, dia harus bersiap menghadapi hari esok yang akan sangat menguras Tenaganya. Rencana bulan madu yang tak pernah terlintas dalam pikirannya membuat Kinar benar benar frustasi.


Bulan madu seharusnya di lakukan oleh pasangan yang benar benar mencintai bukan seperti hubungannya yang di penuhi Kebencian.


Akan sangat membuang buang waktu jika mereka benar benar melakukannya.

__ADS_1


**********


Esoknya, Kinar di bangungkan oleh panggilan mama yang meneleponnya pagi pagi sekali. mama mengatakan bahwa dia memulangkan beberapa pelayan selama mereka pergi bulan madu.


Kinar bangkit Dari tidurnya melihat lelaki yang tengah berbaring dengan tenang di sampingnya, Kinar berinisiatif untuk memasak dahulu sebelum keberangkatan mereka. karena dia tau Andra sudah terbiasa untuk sarapan pagi setiap akan melakukan aktivitas.


Cukup lama berkutat dengan alat alat dapur, bau aroma masakan menyeruak pada hidung Andra yang baru saja menuruni anak tangga. dia bangun setelah beberapa saat Kinar keluar kamar Dan tidak mendapati istrinya di kamar mereka.


Andra duduk di meja makan yang sudah terhidang beberapa masakan yang cukup membuat lidah Andra berselera.


"Sarapan dulu" ucap Kinar yang berjalan Dari arah dapur meletakkan masakan terakhirnya di atas meja makan.


"Kenapa?" Tanya Andra ketika Kinar menawarinya untuk sarapan pagi ini


"Kau sedang berakting menjadi istri yang baik sekarang?" Lanjutnya, membuat Kinar memghentikan aktivitasnya


kenapa kamu Masih belum berubah sama sekali setelah enam tahun berlalu. Batin Kinar, sudah lelah dengan sikap Andra yang selalu marah marah tidak jelas padanya.


"Tidak" jawabnya setelah menenangkan hatinya yang mulai bergemuruh.


"karena aku numpang dengan gratis disini. Jadi aku pikir, Setidaknya aku harus memberimu sedikit kompensasi dengan keahlian memasak ku" Kinar memang sangat pandai dalam memasak, apalagi untuk berdebat.


"Aku Masih ingat! Hubungan kita hanya sebatas lembar kertas yang bisa berakhir kapanpun jika kita mau" mengepalkan erat kedua tangannya


"Jadi selain memasak untukmu aku tidak akan melebihi batas, apalagi berakting menjadi istri yang baik. apa menurutmu itu penting?" lanjut Kinar sambil menggelengkan kepalanya


"mau makan atau tidak terserah kamu" melepaskan celemek yang dipakainya. "Jika tidak mau, kamu bisa membuangnya di tempat sampah" menunjuk tempat sampah di dapur dan berlalu Dari hadapan Andra.


"Hari ini mama sengaja memulangkan pelayan yang bertugas memasak, karena hari ini kita akan berangkat ke Bali" ucap Kinar Dan melanjutkan langkahnya.


Wajah Andra sudah merah padam menahan amarahnya, dia marah dengan perkataan Kinar yang selalu membahas perceraian di setiap Kali mereka berbicara, apa Kinar benar benar berharap akan perceraian dalam pernikahan mereka?


Andra Bahkan tidak pernah berpikir sedikitpun untuk mengakhiri hubungan mereka, kenapa Kinar sampai berfikir untuk mengakhirinya? tapi bukankah dia sendiri yang mengatakannya berulang Kali pada Kinar. Bahwa dia tidak diizinkan berharap lebih Darinya, jadi apa lagi yang diharapkan Kinar Dari pernikahannya selain perpisahan. Pernikahan yang hampir setiap hari selalu mereka hiasi dengan pertengkaran, jelas membuat Kinar merasa tidak punya masa depan apapun dengan pernikahannya.


Tidak Lama kemudian Kinar sudah kembali menuruni tangga, dia terlihat sudah rapi Dan cantik dengan setelan kemeja kerjanya seperti biasa, wajahnya juga sudah berpoles make up yang membuatnya cukup mempesona.

__ADS_1


"Kita bertemu di bandara 2 jam lagi, Masih ada yang harus aku selesaikan di kantor" Kinar melewati Andra yang Masih menahan geram.


Namun ketika tangan Kinar memegang handle pintu, Andra menghentikannya


"mau kemana kamu?" kilatan kemarahan terlihat jelas di wajah Andra


"Kau tidak mau mempertanggung jawabkan perkataan mu yang tadi" ucapnya


"Apa?" Tanya Kinar heran karena dia merasa perkataannya tidak ada yang Salah


"Beraninya kau berpikir untuk mengakhiri hubungan kita" mencengkram tangan Kinar kuat sampai wanita itu merintih kesakitan


"Siapa yang mengizinkanmu berpikir seperti itu" Lanjutnya Dan Menarik keras tangan Kinar ke arah kamar milik Andra.


" Andra! Lepaskan aku" teriak Kinar yang sudah memenuhi langit langit ruangan. Andra tidak menggubris teriakan Kinar, malah mempererat genggaman Dan mempercepat langkah kaki nya


Dia bahkan tidak peduli dengan kaki Kinar yang tampak bengkak karena mengimbangi kecepatan Andra menaiki tangga rumah mereka yang tadi sempat keseleo


Andra menghempas kasar tubuh Kinar di atas kasur. Dia menggila dengan menindih tubuh Kinar dan merusak baju yang dia kenakan, Andra melemparnya kesembarang arah. Kini tubuh polos Kinar terpampang jelas di bawah tubuhnya.


"Andra, jangan keterlaluan. bukankah kita sepakat untuk tidak me..." Ucapannya terhenti saat Bibirnya di kunci rapat oleh Bibir Andra


Kinar berpaling tidak mau Andra melihat wajahnya yang sembab setelah ciuman mereka berakhir. Dia terisak, walau berusaha sekuat apapun dia untuk menguatkan hatinya agar tidak terlihat lemah di hadapan Andra. namun laki laki ini selalu mampu merobohkan pertahanannya


"Sepertinya aku terlalu baik padamu akhir akhir ini" bisiknya. Andra sudah menjelajahi setiap inci tubuh polos Kinar. walau Kinar mencoba mengelak namun kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan milik Andra .


saat ini Andra teringat kejadian beberapa hari lalu di tempat praktek dokter psikolog itu, mengingat bagaimana dekatnya Kinar dengan pria itu semakin membakar emosi Dan hasrat Andra.


pria itu tak segan memberi beberapa tanda kepemilikannya di dada mulus Kinar, erangan yang keluar Dari Bibir ranum Kinar terdengar sangat menggoda di telinga Andra walaupun erangan itu tercampur dengan isak tangis wanita yang berbaring tak berdaya di bawah tubuhnya.


"Kinar, aku tak akan pernah membiarakan mu pergi Dari hidupku, jadi berhentilah membicarakan perceraian denganku" bisik Andra, nafasnya sudah tak beraturan, setiap Kali Bibirnya menyentuh area sensitif Kinar, Andra mendapat dorongan yang membuatnya tak sabar ingin segera menyatukan tubuh mereka yang sudah sama sama polos.


Dan Andra benar benar berhasil merengkuh tubuh Kinar yang selama ini dia impikan, meskipun bukan dengan cara seperti ini yang dia mau. Tapi jika merengkuhnya saat ini bisa membuat Kinar tidak bisa lari Dari dirinya, maka Andra rela melakukannya.


"Tanpa seizinku, Aku tidak akan membiarakan mu lari Dari ku" terselip senyum penuh arti disudut bibir Andra

__ADS_1


__ADS_2