Cinta Di Balik Kebencian

Cinta Di Balik Kebencian
Gelisah


__ADS_3

"Kau membeli rumah yang besarkan?" Tanya Kinar ketika mereka berada dalam perjalanan menuju rumah yang sudah di beli oleh Andra.


"kenapa?" Tanya Andra penasaran


"tidak ada, aku hanya tidak mau kau membeli rumah yang kecil Dan harus membuatku satu kamar dengan mu" jawab Kinar. Andra tertawa mendengar jawaban Kinar


"rupanya kau tidak membaca syarat yang aku berikan semalam" Andra menggeleng meremehkan


"kau berharap apa jikapun harus sekamar denganku? aku tidak akan tertarik dengan tubuh mu" imbuh Andra. mendengar perkataan Andra, Kinar tertawa terbahak, membuat Andra heran


"kau yakin tidak akan tertarik dengan tubuh ku bahkan jika kau satu kamar dengan ku?" Tanya Kinar Masih terselip tawa di Bibirnya


"orang lain bahkan tertarik padaku hanya dengan Memandang ku saja, apa lagi kalau kita satu kamar" mencoba menahan tawa


"Aku akan yakin dengan omongan mu jika kau pria yang impotent" lanjutnya sambil menggeleng taksexg t Percaya


Andra tidak menjawab Dan memegang kemudi Mobil dengan erat. sampai perjalanan mereka memasuki kawasan perumahan elite yang tidak jauh Dari kota. bangunan bangunan mewah Nan megah berjejer rapi disana.


mobil Andra berhenti, tepat di rumah yang terletak paling pojok, tak kalah megah Dari rumah rumah yang lain. Kinar tidak lagi terkejut dengan kemewahan kemewahan seperti itu, karena dia juga mempunyai bisnis perumahan yang tak kalah megah Dari rumah yang akan dia tempati sekarang.


Andra membawa masuk Kinar ke dalam rumah, melihat sekeliling yang membuat Kinar merasa puas dengan selera Andra. Dia memilih menyandarkan tubuhnya di sofa ruangan depan. mengganti hak tingginya dengan sandal bulu bulu yang dia bawa Dari apartmen.


"Kita akan tidur sekamar" Ucap Andra memulai pembicaraan mereka


"jangan bilang rumah mewah Dan besar seperti ini hanya mempunyai satu kamar" Kinar berdecak kesal dengan perkataan Andra yang dia kira bercanda


"Aku tidak bercanda, kita akan tidur sekamar" jawab Andra seakan tau apa yang dipikiran oleh Kinar. gadis itu tidak menjawab namun meminta Alasan Dari tatapannya


"Kamu pasti tau maksud mama mengirim pelayan Dan penjaga kemari, kau tidak sebodoh itu kan dengan jabatan mu sebagai seorang presedir tidak mengerti dengan yang di maksud mama" Memandang Dan meremehkan Kinar dalam tatapannya


Kinar tak menjawab Dan mulai mengerti dengan apa yang di maksud oleh Andra.

__ADS_1


"Baiklah, kita akan tidur di kamar yang sama" Kinar bangkit Dan mendekati Andra.


"Sesuai perjanjian, kau tidak akan meminta Hak mu sebagai suami pada ku" lanjutnya ketika tubuhnya hanya berjarak beberapa langkah Dari tubuh Andra


"Sesuai perkataan ku, aku tidak akan tertarik pada tubuh mu" jawab Andra


"Baiklah, Aku akan memegang ucapan mu " Kinar berlalu, namun tak lama kemudian dia kembali lagi karena tidak mengetahui letak kamar utama mereka.


"Bodoh!!" Andra melewati Kinar yang tampak kikuk dengan kelakuannya sendiri. Entah kenapa sifat kenak kanakan nya di depan Andra dulu Masih melekat sampai sekarang, padahal dia ingin menjadi wanita kuat di depan Andra. namun terkadang sifatnya tak pernah sesuai dengan keinginannya.


Kamarnya tak kalah megah dengan ruangan ruangan lain, ruang ganti Dan tempat baju terletak di ruang berbeda dalam kamar tersebut. lemari bajunya sudah penuh dengan baju sesuai ukuran Dan model kesukaannya, mulai Dari dress, setelan kerja, bahkan baju santai pun sudah tersedia disana. di lemari satunya berbagai high heels Dan tas tas brended menghiasi lemari kaca transparan itu.


Dari mana dia tau model model baju, tas Dan sandal sandal kesukaan ku ini. pikir Kinar saat melihat lihat isi ruangan lain di kamarnya itu.


Setelah cukup melihat lihat, Kinar merebahkan tubuhnya di atas kasur yang cukup luas Dan nyaman. Entah kenapa hati Dan tubuhnya benar benar lelah, Kinar tidak menghiraukan Andra yang sedang menelepon dengan seseorang di balkon kamar mereka. Tanpa terasa matanya benar benar tertutup rapat Dan dia tertidur pulas.


Andra yang baru saja masuk, menggeleng karena mendapati Kinar yang sudah tertidur . membuka sandalnya yang masih menempel di kaki indah kinar Dan Menarik selimut sampai ke lehernya.


Malam sudah menjelma dengan rembulan yang cukup indah bertengger di langit penuh bintang, menggantikan mentari yang sudah satu hari menyinari sebagian Alam semesta untuk menyinari bagian lainnya.


Kinar baru saja selesai membersihkan diri, dia tidak mendapati Andra di dalam kamarnya. Saat dia turun beberapa pelayan sudah mengerjakan tugas mereka masing masing, makan malam pun sudah terhidang di atas meja.


"Kapan mereka datang" gumam Kinar.


"Bibi, Tuan dimana?" Tanya Kinar pada Salah satu pelayannya di dapur


"Tuan muda di ruang kerja, Nona" jawab pelayan itu sopan.


"Tolong panggilkan untuk makan malam, setelah itu kalian istirahatlah" titah Kinar. pelayan itu mengangguk Dan berlalu Dari hadapannya


Tak berselang lama, Andra sudah menuju kearahnya. dia terlihat sangat tampan walau dengan kaos rumahannya. Kinar hampir terpana melihat wajah yang sudah sangat lama tidak pernah dia lihat dengan keadaan sesantai saat ini. namun dia segera mengotrol sikapnya agar tidak terlihat oleh Andra.

__ADS_1


Mereka makan malam bersama Tanpa ada yang bersuara. hanya gesekan piring Dan sendok mereka yang terdengar.


"Besok aku akan Perusahaan" akhirnya Andra memulai pembicaraan terlebih dahulu. Kinar mengangguk


"Aku juga akan Perusahaan besok, Dan sorenya Masih harus ke kampus" Ucap Kinar Tanpa menoleh ke arah Andra, dia cukup menikmati masakan yang dia makan


"besok aku pulang agak malam" lanjutnya


meski pernikahan mereka terbilang tidak di inginkan, tapi Kinar Dan Andra saling menghormati waktu pribadi satu sama lain. mereka Masih tidak mau mencampuri urusan pribadi walaupun mereka ingin


"Baiklah" ucap Andra, Dan setelah itu tak lagi terdengar pembicaraan Dari keduanya. sampai akhirnya berakhir di kamar mereka berdua.


"Jangan sampai melewati batas ini" Kinar sudah memasang Dua bantal guling untuk menjadi pemisah di antara mereka


"kenapa tidak sekalian kamu tidur aja di lantai" ucap Andra kesal.


"Enak saja, kamu aja sana tidur di lantai kalau tidak mau tidur di sini" menepuk kasur di sampingnya


"Kenapa? kau takut tergoda dengan tubuhku?" ejek Kinar


Bagaimana tidak tergoda, Kini Kinar sudah memakai baju tidurnya yang sangat tipis. memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah. sebagai seorang laki laki normal, wajar bagi Andra merasa gelisah setiap Kali melihat kearah paha Kinar yang mulus.


dia benar benar ingin merengkuh wanita di depannya malam ini juga, namun Masih bukan waktu yang tepat, pikir Andra. setelah adegan saling melempar kertas yang berisi syarat syarat pernikahan malam itu, sangat tidak pantas menurutnya jika memikirkan Hal itu sekarang. Apalagi kemarahannya pada Kinar Masih tidak terkikis walau seujung jari sekalipun.


Dia Masih menginginkan penjelasan Dari mulut Kinar sendiri.


"Jangan mimpi" Andra merebahkan tubuhnya di sisi lain kasur. "Aku akan tidur disini" lanjutnya membelakangi Kinar.


Akhirnya malam itu terlewati begitu saja, meskipun keduanya sangat sulit memejamkan mata sampai waktu cukup larut.


walau dengan keadaan sama sama memendam rasa marah, biar bagaimanapun ini pertama kalinya bagi mereka tidur satu ranjang dengan seseorang yang mereka sukai . tidak menutup kemungkinan bagi mereka merasakan sedikit rasa gelisah malam ini, sampai akhirnya mereka sama sama terlelap dengan sendirinya.

__ADS_1


__ADS_2