Cinta Di Balik Kebencian

Cinta Di Balik Kebencian
Siapa Reyhan?


__ADS_3

Pagi berikutnya, Kinar menjalani aktivitasnya seperti hari hari biasanya. Pagi itu Kinar di jemput Indri di rumah barunya. Andra mengendarai sendiri mobilnya menuju Perusahaan, Hari ini adalah hari peresmian dia menjadi penerus R-Wijaya Group. nama yang di ambil Dari nama pendiri sekaligus presedir utama di Perusahaan.


Kinar menghadiri acara peresmian tersebut karena biar bagaimanapun perusahaannya selama ini selalu berdampingan dengan Perusahaan Andra yang Masih di pegang sendiri oleh mama bella.


Setelah Acara peresmian selesai, Begitu banyak rekan rekan bisnis Kinar yang mencoba mendekat ke arahnya. Perusahaan R-Wijaya Group Dan Perusahaan Antajaya Group merupakan Dua Perusahaan terbesar di Indonesia. Anak cabang kedua Perusahaan sudah menyeluruh di setiap wilayah Dan provinsi.


Jadi tak sedikit bagi Perusahaan Perusahaan kecil yang ingin menjalin kerja sama dengan mereka. Kinar membalas sapaan sapaan mereka dengan sopan. Tak sedikit juga Dari mereka yang mencoba mendekatkan Kinar dengan anak anaknya. Namun Kinar tidak menanggapinya sama sekali.


Kinar tidak akan mau mengobrol basa basi dengan mereka jika tidak menyangkut pejerjaan


Andra yang baru saja menuruni podium melihat kerumunan yang tak jauh Dari pandangannya. dia melihat pemandangan yang tak mengenak kan matanya, dimana istrinya yang kini jadi pusat perhatian bagi pria pria yang seumuran dengannya.


Kinar tampak membalas senyuman Dan sapaan orang orang di sekitarnya. tak menghiraukan pandangan yang siap menusuk tubuh rampingnya.


"Andra" panggil mama


"kamu sudah lihat kan, bagaimana populernya istri kamu itu"


Iya Andra sudah melihat dengan jelas bagaimana pesona Kinar saat menjelma sebagai presedir wanita Antajaya.


"Lagian kenapa kamu Dan Kinar tidak memakai cincin pernikahan kalian sih?" kesal mama saat tadi berpapasan dengan Kinar di ruang istirahat Dan tidak melihat satupun cincin yang melingkar di jari hari menantunya itu. Dan yang lebih mengesalkan lagi ketika melihat anaknya sendiri juga tidak memakai cincin pernikahan mereka


"Kan orang orang itu akan tau kalau Kinar sudah menjadi istri seseorang" tambah mamap


"Itu permintaan Andra ma" jawab Andra. walau sedikik merasa menyesal, memang dia sendirilah yang meminta Kinar saat sarapan pagi ini agar tidak mengenakan Cincin pernikahan saat berada di luar


"Kamu tidak marah, Kinar mengobrol sedekat itu dengan mereka" menunjuk ke arah Kinar yang terlihat sesekali tersenyum dengan lawan bicaranya


Andra tidak menjawab, dia sedikit emosi melihat bagaimana dekatnya Kinar dengan orang lain, sedangkan dengan dirinya yang sudah berstatus suami. Kinar tidak pernah sesopan itu dalam berbicara


"padahal mama tidak pernah tuh melihat kalian seakrab dulu setelah kamu kembali" mama malah sedikit memanas manasi Andra. belum sempat menjawab, orang yang mereka bicarakan sedang melangkah menuju kearahnya bersama sekertaris yang tak pernah meninggalkannya walau hanya sebentar.


"Ma, Kinar pamit dulu ya" ucapnya setelah sampai di depan wanita itu.


"Loh kok cepat sekali sayang, padahal acarabya belum selesai" sergah mama


"Kinar Masih ada meeting sebentar lagi ma, entar sore juga ada kelas di kampus"


"Yasudah lah kalau begitu, kamu hati hati ya. biar Andra antar kamu sampai bawah ya" memeluk tubuh Kinar hangat.

__ADS_1


"Tidak usah ma, Kinar pergi sendiri saja" setelah melepas pelukan mama, Andra hendak berhambur dalam pelukan Kinar. tapi wanita itu malah berlalu meninggalkannya dengan tangan yang Masih mengambang diudara .


"Ckckck" mama meggeleng melihat kebodohan putranya.


"Ternyata kamu tidak sepintar papa mu kalau soal menaklukkan hati wanita" imbuh mama.


"Mama pikir Andra mau Ngapain?" Tanya Andra malu karena tingkahnya di lihat oleh mamanya


"Mau Ngapain? coba mama Tanya. kamu mau Ngapain dengan tangan seperti itu kalau bukan mau memeluk Kinar " menunjuk tangan Andra yang Masih tidak bergerak


"Tidak tidak ada" memukul udara karena kesal Dan memilih berlalu Dari hadapan mamanya yang malah menertawai kebodohan Andra.


************


Dalam Mobil, Kinar bersandar Dan memejamkan matanya di kursi belakang. Mereka sedang menuju ke arah kampus sebelum Kinar akhirnya berubah pikirkan.


"absen kan aku pada dosen hari ini yang akan memberiku kelas" ucap Kinar


"Baik, sekarang kita mau kemana?" Tanya Indri Masih fokus dengan kemudinya


"Ke tempat Reyhan"


"Mau kemana dia?" Ucap Andra saat melihat map di mobilnya yang menunjuk tempat kuliah Kinar tapi malah Mobil mereka keluar Dari jalur menuju Universitas.


sampai akhirnya Mobil Kinar berhenti di sebuah rumah praktek dokter psikolog, Dr. Reyhan Firmansyah begitu yang tertulis di pintu masuk rumah tersebut.


"Nona Kinar sudah datang" sambut staff resepsionis yang melihat kedatangan tamu langganan mereka. Kinar hanya tersenyum Dan mengangguk


"Dokter Reyhan Masih ada pasien, silahkan menunggu sebentar lagi pasti selesai" ucapnya Dan mengantar Kinar ke ruang tunggu yang khusus disiapkan untuknya oleh dokter Reyhan sendiri.


"Saya permisi dulu" memberi hormat Dan berlalu Dari hadapan Kinar. kini di ruangan itu dia hanya sendiri, karena Indri di suruh kembali ke Perusahaan untuk memimpin meeting yang seharusnya dia handel. Dan akan menjemput kembali setelah hari mulai petang.


"Untuk apa dia datang kemari" muncul firasat tak mengenak kan dalam hatinya.


"Tuan" panggil staff tadi saat melihat Andra di dekat mejanya. Andra Mengalihkan pandangannya.


"Apa tuan mau bertemu dokter Reyhan?" tanyanya pada Andra. staff wanita itu tampak membenahi dirinya, melihat pemuda tampan yang datang berkunjung.


"Ah tidak untuk hari ini" Andra tampak bingung hendak menjawab apa. "Aku hanya mampir sebentar" lanjutnya

__ADS_1


"Baiklah silahkan Anda melihat lihat dahulu, kalau mau konsultasi dengan dokter Rayhan sepertinya harus datang lain hari" ucapnya mengantar Andra untuk melihat lihat rumah praktek.


"Kenapa?" Tanya Andra


"tamu spesial dokter Reyhan sudah datang, biasanya dokter akan menutup tempat praktek lebih cepat" jawabnya. Langkah Andra berhenti ketika melihat ruangan di depannya terdapat Kinar disana.


"Tamu spesial?" Tanya Andra penasaran. "Apa yang kamu maksud adalah wanita yang ada di dalam ruangan itu" menunjuk ruangan yang tak jauh Dari tempatnya berdiri. Staff itu mengangguk


"Apa dia datang kesini untuk konsultasi?" Tanya Andra


"Iya, Dari yang saya dengar Dari staff terdahulu. Nona Kinar pasien tetap dokter Reyhan sejak hampir empat tahun terakhir" ucapnya membuat Andra sedikit terkejut mendengarnya


Apa yang sudah terjadi padanya selama ini? kenapa dia sampai datang ke tempat seperti ini?. pertanyaan demi pertanyaan bermunculan di kepalanya


Sampai akhirnya dokter muda yang tak kalah tampan Darinya masuk ke dalam ruangan. Dan staff yang tadinya menemani Andra pamit karena mendengar Dokter Reyhan benar benar menutup tempat praktek itu lebih awal.


*************


"Kinar, kau sudah datang?" ucap dokter itu ketika mendapati Kinar tengah bersandar di sofa ruang tunggu yang memang sudah di siapkan untuknya.


"Kok cepat sekali?" Kinar membetulkan duduknya. "Kalau Masih banyak pasien, aku bisa nunggu kok" lanjutnya, dokter itu menggeleng


"sudah tidak ada" jawabnya cepat. padahal Dia sudah menutup tempat praktek ketika mendengar kedatangan Kinar


"Tumben kesini? padahal sudah lama tidak terlihat" ucapnya, Kinar tidak menjawab malah tersenyum padanya. "Apa kamu Masih sering kepikiran Hal itu?" lanjutnya


"Tidak" sergah Kinar cepat. "Aku hanya butuh relax, karena akhir akhir ini aku sering tidak bisa tidur" lanjut Kinar.


"Baiklah, kalau begitu tidurlah" ucap Dokter itu pada Kinar.


Kinar tidak segan menyandarkan kepalanya di bahu dokter Reyhan, sudah hampir empat tahun dokter Reyhan menjadi tempat ia mencurahkan isi hatinya, tempat yang nyaman untuk menghilangkan semua stress Dan trauma masa lalunya. Berkat dia, Kinar bisa bebas Dari belenggu yang selama ini mengekang dirinya.


"Aku tidur, nanti kalau kemaleman bangunin aku ya" ucap Kinar setelah benar terlelap dalam bahu kokoh milik dokter Reyhan


Sesekali terlihat dokter Reyhan mengelus lembut kepala Kinar, seolah mengantarkannya dalam mimpi indahnya.


Andra terkepal melihat kedekatan Kinar dengan dokter muda itu. Dia tidak terima karena merasa di khianati untuk kedua kalinya oleh wanita yang saat ini sudah berstatus sebagai istrinya itu.


Bahkan sekarang saat sudah menjadi istri ku, kau Masih bermain dengan pria lain di belakang ku? . Batinnya

__ADS_1


Dokter Reyhan yang menyadari kehadiran Andra yang tengah menatap ke arahnya Dan Kinar. Dia meletakkan kepala Kinar dengan sangat hati hati dan menyelimuti tubuh kecil yang tengah berbaring di atas sofa.


__ADS_2