
"Apa??" Suaranya sudah memenuhi langit langit kamarnya. "Menikah?" Tanya Andra yang tiba tiba di kejutkan oleh mamanya.
Andra yang baru saja kembali Dari luar negeri setelah enam tahun, merasa benar benar lelah setelah memulai pembicaraannya dengan mamanya
"Kenapa membahas pernikahan ma ? Aku juga baru sampai" kesalnya
"Kenapa?" Tanya mama bella. "Kenapa mama tidak boleh membicarakan pernikahan anak mama sendiri" mama bella juga sudah mulai kesal.
"Bukan begitu ma" bingung mau menjelaskan seperti apa "Mama boleh membahasnya, tapi bukan sekarang" mencoba untuk menenangkan mama Bella
"Kapan Andra? sampai kapan mama harus menunggu untuk punya menantu?" duduk di samping anaknya di pinggir tempat tidur
Pikir Andra, pernikahan bukanlah Hal yang mudah. belum lagi mengurus rumah tangga, Dan sebentar lagi dia akan memegang penuh Perusahaan papanya. dia tidak yakin bisa membagi waktu antara istri Dan pekerjaan. apalagi saat mempunyai anak, pasti akan sangat kacau hidupnya jika tidak di persiapkan dengan matang.
Namun Alasan terbesarnya tidak mau cepat menikah bukanlah Hal di atas, Andra pria dewasa yang umurnya sudah sangat matang untuk melakukan pernikahan, namun masalahnya ada di hati dia sendiri, walau kabarnya Andra suka sekali bergonta ganti perempuan, dia Masih belum bisa memukan perempuan yang cocok untuk menemaninya di sepanjang hidupnya.
Lebih tepatnya lagi, Hatinya sudah terisi dengan satu nama dalam beberapa tahun terakhir. namun karena kesalah pahaman, dia menutup rapat hatinya untuk wanita manapun. karena kesalah pahaman itulah dia berpikir semua wanita itu sama, yang membuat dirinya berani mempermainkan wanita wanita yang mendekatinya selama ini.
"Tunggu Andra siap ya ma" bujuk Andra
"sampai kapan? kamu tidak muda lagi loh" sargah mama bella. "umur kamu saja sudah 30. kapan siapnya?" tuntut mama bella
"pokoknya, mama sama oma kamu sudah memilihkan wanita yang tepat buat kamu" ultimatum yang sudah tidak bisa di cegah oleh Andra
"Ma.. kita bicarak besok saja ya. Andra capek" mencoba mengalihkan pembicaraan
"Tidak bisa, harus di bicarakan sekarang" wajah Andra sudah jengah. dia benar benar lelah setelah perjalanannya yang menghabiskan waktu berjam jam
"lagian kamu Alasan saja, capek Dari mana. kamu naik pesawatkan Kan tadi bukan jalan kaki?" pertanyaan konyol mama mampu membuat Andra terbahak sebentar melihat ekspresi wajah mamanya yang mengerucutkan bibirnya
__ADS_1
"Ya iya lah ma, masa Dari Amrik kesini jalan kaki, satu tahun ga bakal nyampek" balas Andra membuat mama tambah kesal
"berarti kamu ga capek dong sayang" goda mamanya membuat Andra berpaling, dia sudah terpancing dengan keisengan mamanya
"pokoknya besok pagi ikut mama ke rumah om Hemawan" perkataan mama spontan membuat Andra menoleh kearahnya
"mama tidak Salah? Ngapain kesana?" heran, karena dia tau Om Hermawan itu adalah papa Dari teman masa kecilnya, Kinara. yang sempat membuat Andra merasa terkhianati. pertemanan yang awalnya terasa sangat indah, berakhir dengan Kebencian yang mendalam bagi Andra.
"Mama mau jodohkan kamu sama Kinar, kamu dulu dekat Kan dengan dia" ucapan mama bagaikan petir di siang bolong baginya
bagaimana bisa. batin Andra
"Mama rasa, tidak ada wanita lain yang sedekat Kinar dengan kamu"
"Mama" teriak Andra membuat mamanya terlonjak kaget
"Andra kamu kenapa?" Mencoba menenangkan anaknya yang tiba tiba sangat marah. Andra sudah berdiri meninggalkan mamanya ke arah jendela.
"Kenapa kamu marah? mama pikir, kamu akan sengan dengan perjodohan ini" Mama bella tau, bagaimana perasaan anaknya dulu pada Kinar, naluri keibuannya sangat memahami sikap Dan perhatian yang di berikan Andra pada Kinar bukanlah Hal yang bisa di berikan pada seorang teman. namun lebih tepatnya, tatapan Andra sudah sangat jujur mengatakan bahwa dia mencintainya.
Walaupun Mama bella tidak tau apa Alasan yang membuat Andra memutuskan untuk kuliah di luar negeri Lima tahun yang lalu, yang membuatnya harus meninggalkan wanita yang jelas jelas dia cintai Dan dia sayangi.
"Aku tidak suka padanya ma, " Gumamnya penuh dengan tatapan kemarahan. "Lebih tepatnya aku tidak mau menikah dengan siapapun sampai kapanpun" lanjutnya yang tentu saja membuat mama Bella terkejut setengah mati.
"Kenapa kalian sampai seperti ini? Mama tau bagaimana hubungan kalian dulu" mencoba mendekati anaknya, dia sudah kehilangan akal setelah mihat kemarahan Andra. tiba tiba dia terpikirkan satu Hal
"Pernikahan ini juga demi kamu, jika kamu tidak menikah, kamu tidak akan pernah bisa menjadi pemilik Perusahaan papa kamu seutuhnya" mengusap punggung anaknya lembut
"Kamu Masih ingatkan dengan wasiat papa kamu?" Andra Masih diam. Tentu saja dia Masih ingat dengan isi pesan terakhir yang papanya tuliskan untunya
__ADS_1
"Tapi kenapa harus dia ma?" Tidak menghiraukan pertanyaan mamanya
"Karena mama sama oma kamu lebih suka melihat kamu sama Kinar" jawaban jujur yang tidak bisa di bantah oleh Andra jika itu menyangkut keinginan oma tersayangnya
"Tapi.. kalau kamu mau perempuan lain mama juga tidak masalah, nanti mama bicarakan sama oma kamu biar bisa di carikan wanita lain, asalkan kamu mau menikah" spontan Andra memandang kesal kearah mamanya.
"Kinar biar mama jodohkan dengan Varo, bagaimana menurut kamu" menggoda anaknya yang terlihat tidak terima
Varo anak angkat yang diadopsi papanya Andra dulu saat Masih hidup, Varo sudah seperti adik sendiri bagi Andra. Keluarganya juga tidak pernah membanding bandingkan antara Andra Dan Varo, keduanya sama sama mendapat kasih sayang yang melimpah
"mama jangan aneh aneh, Varo tidak akan mau sama wanita jelek seperti dia" sargah Andra cepat
"Kata siapa dia jelek, asal kamu tau. dia sudah menjadi calon istri tervafotit di negara ini" menyodorkan hpnya yang terpampang jelas Foto cantik Kinar di depan wajah Andra
Apa wanita ini, benar benar dia. Batin Andra
semenjak memilih kuliah di luar negeri bersama Varo, Andra sudah memutuskan untuk Los kontak dengan Kinar. dia pun tidak pernah mendapat kabar apapun tentangnya. Dan dia juga tidak pernah mencari tau tentang apapun yang bersangkutan dengan Kinar. Tetapi sebelum Andra pulang, dia mendapat kabar Dari mamanya bahwa Kinar sudah resmi mengambil alih Perusahaan Hermawan
"Dia tetap wanita jelek. jadi mama jangan coba coba jodohkan dia dengan Varo atau siapapun" ucap Andra kesal
Anak ini. Ngomongnya aja tidak mau, pas mau dicariin wanita lain langsung marah. Batin mama Bella, menggeleng dengan tingak aneh anaknya
"Jadi kamu mau tidak sama Kinar?" Tanya mama Bella sekali lagi memastikan. Terlihat menimbang permintaan mamanya. Mengalihkan pandangannya Memandang ke arah luar kamarnya yang terang dengan berapa bola lampu taman. Nafasnya terdengar sangat berat.
"Baiklah, mama persiapkan pernikahan nya" Fino melangkah meninggalkan mamanya, namun dia berhenti tepat di ambang pintu
"Tapi setelah menikah, aku akan tinggal berdua dengannya. Aku tidak mau oma sama mama mencampuri kehidupan rumah tanggaku. Itu sudah termasuk toleransi terbesarku" ucapnya Tanpa menoleh ke arah mamanya
"Satu lagi" Kali ini dia berbalik melihat mamanya
__ADS_1
"cukup adakan pernikahan saja, tidak udah ada acara berlebihan lainnya. Dan tidak usah mengundang siapapun, cukup keluarga terdekat saja yang hadir. aku tidak mau publik sampai mengetahui aku menikah dengannya" kemudian berlalu meninggalkan mamanya yang Masih mematung mendengarkan syarat syarat yang lumayan banyak Dari anaknya
"Baiklah, itu urusan nanti. Asalkan dia mau untuk menikah dengan Kinar"