Cinta Di Balik Kebencian

Cinta Di Balik Kebencian
Hari pertaman menikah


__ADS_3

Andra kembali setelah matahari sudah hampir terbit, dia melihat Kinar yang Masih tertidur pulas di ranjang. Andra membersihkan diri Dan berendam beberapa saat menghilangkan sakit kepalanya karena terlalu banyak meminum minuman Alkohol dengan kadar cukup tinggi.


ketika mendengar shower di kamar mandi berbunyi Kinar mengerjab Dan Melihat ke arah disekitarnya.


"Jam berapa ini?" meraih HP Dan mengerjab sekali lagi, ternyata hari Masih terlalu pagi. Kinar bersandar Dan memeriksa beberapa email yang dikirim oleh Indri. Dua bulan ke depan dia harus memenangkan kerja sama dengan Perusahaan yang cukup terkenal di international Dan dia harus turun tangan sendiri untuk memastikan kelancaran meeting tersebut diluar negeri.


Tidak berselang lama, Andra keluar Dari kamar mandi. Dan Melihat Kinar yang ternyata sudah bangun. tatapan mereka bertemu, Kinar dapat melihat mata merah Andra di keremangan lampu tidurnya.


dia habis minum? kamu sudah benar benar berubah Andra, aku semakin tidak mengenalimu. batin Kinar Dan berpaling setelah Memandang Andra cukup lama


"Cepat mandi, sebentar lagi harus pulang ke rumah" ucap Andra melempar handuk yang dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya ke sofa.


"Aku Masih banyak pekerjaan yang tertunda karena pernikahan, jadi lebih baik pulangnya nanti malam saja" Kinar bangkit Dan hendak ke kamar mandi. "aku Masih harus pergi ke Perusahaan" lanjutnya


"Kamu fikir, hanya pekerjaanmu yang tertunda karena pernikahan konyol ini" Andra mencengkram erat tangan Kinar yang hendak melewatinya.


"jangan menguji kesabaran ku, Dan cepat bersiap untuk pulang" Andra menekankan setiap ucapan yang dia katakan. Kinar meringis karena cengkraman Andra di tangannya cukup kuat


"lepaskan aku" Kinar menghempas tangan Andra agar menjauh Dari dirinya. "lalu kenapa kau menyetujui pernikahan yang kau anggap konyol ini?" lanjut Kinar


"Jika kamu memang benar benar tidak menginginkan pernikahan ini, sebaiknya kamu cepat ceraikan aku. Dan kita akan sama sama bisa bebas" ucap Kinar membuat Andra semakin emosi


Plak.... tamparan keras mengenai pipi Putih Kinar, Kinar meringis menahan perih di pipi Dan disudut Bibirnya yang mengeluarkan sedikit noda darah, sepertinya efek Alkohol belum benar benar Hilang Dari tubuh Andra


"Sudah aku bilang jangan menguji kesabaran ku" Andra Mendorong tubuh Kinar ke tembok membuat wanita itu terkunci dengan tubuh kekar Andra.


"Siapa kau, beraninya membicarakan perceraian denganku?" lanjutnya memegang dagu Kinar sehingga wanita itu menghadap wajahnya. kini wajah mereka hanya berjarak beberapa Senti.


"Aku tidak akan menikah dengan perempuan Kotor Dan munafik seperti dirimu, jika bukan karena di paksa oleh mama Dan oma"


"Jaga ucapan mu Andra" mendorong tubuh Andra dengan kekuatan yang tersisa "Kamu tidak berhak mengataiku seperti itu, jika dirimu tidak jauh berbeda dariku" Lanjut Kinar. keduanya tersulut emosi di pagi pagi buta seperti ini.


"Minggir" Kinar kembali mendorong tubuh Andra Dan memilih berlalu Dari pada berdebat dengannya.


Kinar memegang bekas tamparan di pipinya yang Masih menyisakan perih. buliran air matanya tumpah beriringan dengan air shower yang mengguyur tubuh kecil Kinar.

__ADS_1


...****************...


"apa yang sudah aku lakukan" Andra memandang tangan yang sudah dia gunakan untuk menampar Kinar. Sepertinya dia sudah benar benar sadar Dan menyesal atas perbuatannya. Andra segera memanggil resepsionis hotel, untuk meminta es dan handuk kecil.


Cukup lama Kinar berada di dalam kamar mandi, mencoba mengabaikan nyeri di pipinya. saat keluar kamar mandi Andra sudah menunggunya di depan pintu.


"Pipi mu tidak apa apa kan?" tanyanya Dan mencoba menaruh handuk yang berisi es ke pipi Kinar.


"Stop!!!" menghentikan tangan Andra sebelum menyentuh pipinya


"Tidak usah bersikap baik padaku" Kinar mundur sedikit menjauh Dari Andra, tatapan tajam Kinar siap menusuk tubuh Andra kapan saja Dan tatapan Kinar di penuhi Kebencian yang mendalam


Hati Andra perih melihat pipi Kinar yang bengkak akibat ulahnya.


"Setidaknya kompres dulu pipi mu" ucap Andra memberikan handuk dingin itu pada Kinar. "aku tidak mau mama menyalahkan ku nanti" Lanjutnya Dan berlalu. Andra sedikit enggan Dan sangat merasa bersalah, namun egonya melebihi segalanya.


Kinar sudah mengompres pipinya, sesekali dia meringis menahan perih.


Sambil berhias, Kinar sedikit menebalkan make up nya, mencoba untuk menutupi pipinya. Tapi bukan hanya bisa menutupi bengkak di pipinya, Kinar juga semakin cantik dengan riasannya saat ini. Andra yang melihatnya semakin terpukau dengan kecantikan Kinar yang semakin hari semakin bertambah


Maafkan aku. Batin Andra ketika melihat pipi yang di tampar olehnya.


...****************...


"Kalian sudah sampai" mama bella berlari kedepan rumah ketika mendengar Mobil Andra memasuki halaman rumah mereka.


mama menghambur memeluk Kinar yang sudah memasang senyum di hadapan wanita yang sudah menjadi mertuanya itu.


"sayang, bagaimana semalam" Tanya mama bella membuat Kinar tersentak


semalam? kami bertengkar Dan Andra meninggalkan ku di hotel, apa tante benar benar mau mendengarnya. Batinnya, Kinar tersenyum kikuk saat melihat mama begitu antusias menunggu jawaban Darinya


"sudah ma jangan menganggu dia, mama tidak mau menyuruh kami masuk" sergah Andra yang sudah membawa barang barang mereka.


"Oh iya, ayo sayang" Mama bella merangkul Kinar Dan membawanya masuk ke ruang makan yang sudah ada oma menunggu mereka.

__ADS_1


Kinar menghampiri oma Dan memeluknya hangat. Kinar sudah menganggap oma seperti neneknya sendiri. selama kepergian Andra oma lah yang selalu menguatkan Kinar Dan memberitahukan bahwa Andra baik baik saja.


"Berbahagia lah dengan cucu oma" ucapnya mengusap punggung Kinar lembut, Kinar tak menjawab Dan hanya mengangguk dengan perkataan oma. walau dalam hatinya Kinar sedih dengan semua kenyataan tentang pernikahannya.


"ya udah ayo sarapan dulu" pinta oma, Kinar duduk di samping Andra yang sudah menyantap sarapannya terlebih dahulu


"Al kemana ma?" Tanya Andra karena tak melihat adiknya sama sekali


"Varo? dia ke Perusahaan ngurusin peresmian kamu disana" jawab mama. "sekarang sampai seminggu kedepan biar mama sama Varo yang handel Perusahaan. kamu bersenang senanglah dulu dengan istrimu" lanjutnya.


"Tapi ma.."


"ga ada tapi tapian" sergah mama bella cepat. "kamu ga kasian sama Kinar"


"Mama gapapa, lagian Kinar juga tidak bisa meninggalkan Perusahaan terlalu lama" mencoba meyakinkan mama, lagi pula Kinar tidak mau lama lama dengan Andra.


"sayang beneran gapapa?" Tanya mama memastikan. Kinar hanya mengangguk Dan tersenyum agar mertuanya itu Percaya


"Baiklah, kalau itu keputusan kalian" akhirnya mama bella mengalah


"Oh iya ma, Aku akan pindah hari ini" menyudahi sarapannya Dan beralih pada mama


"kok cepat sekali sih Andra" protes mama. " kenapa tidak menginap dulu satu hari atau Dua hari" lanjutnya


"Mama" geram Andra


"Mama lupa ya, yang Andra katakan waktu" lanjutnya


mama bella tidak menjawab Teringat syarat yang di ajukan Andra hari itu.


"Baiklah" mama mengalah. "Tapi mama akan kirimkan pelayan dan penjaga dirumah baru kamu. Biar ada yang mengurus Dan menjaga rumah jika kalian tidak ada" lanjutnya


mama mengirim pelayan Dan penjaga lebih tepatnya agar ada yang memata matai keseharian mereka


"Terserah mama" jawab Andra Dan segera bangkit meninggalkan meja makan

__ADS_1


__ADS_2