Cinta Di Balik Kebencian

Cinta Di Balik Kebencian
Jalan Jalan (2)


__ADS_3

"Percayalah padaku Kinar, aku tidak akan membiarkanmu kembali mengingat masa masa itu kembali" ucap Andra. darah Kinar berdesir.


bagaimana Kinar bisa tidak akan mengingat kembali masa masa itu sedangkan orang yang menjanjikan hal itu adalah orang yang membuat dia mengalami masa masa sulit itu sendiri.


"Aku sangat mencintai mu, dari dulu sampai sekarang rasa itu tak akan pernah berubah" lanjut Andra


"kalau mau mencintai mu kenapa kau mencium Mayra waktu itu dan kenapa kau meninggalkan ku tanpa mau mendengar apapun dariku? kenapa Andra?" tanya Kinar, walaupun suaranya lembut namun wajahnya jelas menunjukkan bahwa dia sangat kecewa.


"Aku marah, saat itu aku benar benar sangat membutuhkan mu, tapi yang aku lihat malah membuatku semakin frustasi. antara aku cemburu dan tak suka jika kau berada dekat dengan pria lain. Dan satu hal yang harus kamu tau. aku sama sekali tak pernah mencium Mayra" tegas Andra


"Lalu yang ku lihat waktu itu? Aku tidak salah lihat, jelas jelas aku melihat dengan mata kepala mata ku sendiri" ucap Kinar


Mereka sudah bisa berbicara dengan kepala dingin, tidak seperti semalam yang saling mengeluarkan urat syaraf mereka.


"Mungkin dari sisi kamu berdiri waktu itu, aku dan Mayra memang seperti sedang berciuman. Tapi aku berani bersumpah aku tak pernah menciumnya" Kinar menatap Andra mencari kebohongan di balik manik mata indah yang tengah menatapnya juga.


Namun tidak ada, dia tidak menemukan kebohongan di sana melainkan ketulusan dan kebenaran yang terpancar dari manik indah di depannya itu.


"Aku hanya akan melakukannya pada satu wanita" ucap Andra selanjutnya


"Siapa?"


Andra tidak menjawab tapi dia menangkup wajah Kinar dan mendekatkan wajahnya pada wanita di depannya.


Seketika bibir mereka bertemu, Andra mencium bibir Kinar dengan lembut. Walau tak ada respon dari Kinar, Andra tetap bahagia karena Kinar juga tidak menolaknya


"Ku rasa kau sudah tau apa jawabannya" ucap Andra setelah melepaskan ciumannya.


Kinar masih terpaku, ciuman Andra mampu membuat hatinya seperti baru saja melakukan lari maraton.


"Kinar, tidak tau harus berapa kali aku mengatakannya agar kamu percaya. tapi aku tidak akan pernah berhenti mengatakan bahwa aku benar benar mencintaimu dan selamanya akan seperti itu" ucap Andra yang masih tidak melepaskan tangannya di wajah cantik Kinar


Dia kembali mencium bibir ranum Kinar yang menurutnya sangat manis. tetapi kali ini Andra sedikit ******* bibir Kinar, memaksanya untuk membuka mulut dan tanpa sadar kini Kinar juga membalas ciuman Andra.


walau banyak pasang mata yang tengah menatap ke arah mereka, namun Kinar maupun Andra tak menghiraukan tatapan mereka.

__ADS_1


Pagutan mereka terhenti ketika nafas keduanya sudah hampir habis, Canggung sudah menyelimuti keduanya.


"Maaf, seharusnya aku tidak kelewatan" ucap Andra, dia takut Kinar akan marah kembali


"Tidak apa apa" jawabnya


"Ayo kita kesana" tunjuk Andra mengarah pada menara Eiffel.


Kinar mengangguk dan mengikuti Andra berjalan di sampingnya. tak ada obrolan di antara mereka, namun terkadang keduanya saling mencuri pandang.


banyak orang orang yang tengah lalu lalang di bawah maupun disekitar menara Eiffel. Andra berhenti dan merogoh Hp canggihnya kemudian memotret Kinar yang candid namun tetap sangat cantik. setelah beberapa foto sudah tersimpan Andra kembali men sejajari langkah mereka.


"Habis ini kita mau kemana?" tanya Kinar setelah merasa capek karena sudah berjalan kaki kurang lebih dua jam.


"Kamu capek?" tanya Andra, membelai rambut yang hampir berantakan karena tiupan angin. Kinar hanya mengangguk.


"Haus?" di balas anggukan lagi olehnya


"kamu duduk dulu disini, jangan kemana mana?" titahnya


"Minum dulu" Andra memberikan satu minuman pada Kinar


"terimakasih"


"kamu masih capek?" tanya Andra ketika melihat Kinar sudah menghabiskan minumannya.


"tidak" jawabnya singkat


____


Tak berapa lama mobil berhenti tidak jauh dari mereka.


"Setelah ini mau kemana?" Tanya Kinar


"Mau memilih hadiah ulang tahun untuk mama" jawab Andra, mama yang dia maksud adalah mama mertuanya.

__ADS_1


Andra mengajak Kinar untuk memasuki mobil yang sudah menunggu mereka. dalam perjalanan cukup hening tak ada pembicaraan di antara mereka berdua.


mereka tengah sibuk dengan pikiran mereka masing masing. entah apa itu namun intinya sama.


mobi memasuki halaman mall terbesar yang ada di negara Prancis. mereka kembali keluar dari mobil dengan bergandengan tangan. menyusuri setiap toko toko yang berjejer rapi di sana


"kira kira mama menyukai apa ya?" tanya Andra yang tengah sibuk memandangi semua toko yang ada di sana.


"mama akan menyukai apapun yang kamu berikan" jawab Kinar


"Apa mama tidak menyukai barang barang mewah?"


"semua wanita pasti sangat menyukai barang barang mewah, tapi biar begitu mama lebih suka untuk tidak menghambur hambur kan uang hanya demi sebuah kemewahan" jawab Kinar. yang di katakan Kinar memang benar dari dulu mama Kinar terlihat sangat sederhana walau perekonomiannya tidak akan habis sampai tujuh turunan


"lalu aku harus membelikan beliau apa?" tanya Andra bingung


"terserah" jawab Kinar


Andra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dia benar benar bingung harus membeli apa untuk mertuanya yang akan menambah kesannya terhadap orang tua Kinar.


"Ayo" Andra kembali memegang tangan Kinar


"kalau begitu kamu saja yang belanja" lanjutnya


"Tidak Andra, kemarin aku sudah belanja banyak barang" tolak Kinar


"Kemarin kau menggunakan uang mu, sekarang aku yang akan membayarnya"


"Tapi tidak perlu" kembali menolak


"Please Kinar, selama menjadi suami mu, aku belum pernah membelikan apapun untuk mu" memegang bahu Kinar dan menghadapkan wanita itu padanya


"jadi tolong biarkan kali ini aku melakukan semua tugas tugas ku sebagai suamimu, termasuk memenuhi semua kebutuhan mu mulai hari ini" lanjut Andra. Kinar benar benar luluh, semua perkataan Andra padanya terlihat sangat tulus dari tatapan matanya


"Baiklah" Kinar mengangguk, Kini senyum Andra mengembang sempurna di wajahnya membuat ketampanannya semakin meningkat dan memikat.

__ADS_1


__ADS_2