
sudah setengah bulan Andra menginap di rumah utama, Dan sudah selama itu juga tidak ada kabar apapun Dari Kinar. begitu juga Dari mertuanya, Kinar Masih tidak mau membalas atau mengangkat telepon Dari mamanya . Hal itu membuat Andra semakin frustasi.
Dia juga tidak fokus dengan semua pekerjaannya di Perusahaan, Hari ini jam setengah sebelas Andra memilih mengerjakan semua pekerjaannya beberapa hari ini di rumah utama, untungnya Masih ada Varo yang selalu menghandel pekerjaan kakaknya yang berantakan
Tapi hari ini dia harus kembali ke Perusahaan karena sudah terlalu lama di tinggal olehnya.
"Kakak, kenapa sih? tidak seperti biasanya pekerjaan jadi tidak jelas begini" sewot Varo yang kesal dengan semua pekerjaan yang harus di tanggung olehnya.
Andra Masih tidak menggubris cerocosan adik sambungnya itu. dia Masih fokus menatap foto Kinar yang dia ambil sebelum kepergiannya.
Kamu kemana Kinar, aku benar benar merindukanmu. Batin Andra
sedangkan waktu yang terbentang di antara mereka, Kinar baru saja selesai membersihkan diri pagi ini. Kinar tinggal di hotel bintang Lima di prancis, dia juga tengah memikirkan Andra, dia juga tak kalah rindu pada sosok Andra yang baru saja kembali beberapa waktu lalu. namun Andra yang sekarang, bukanlah Andra yang dia kenal dulu.
Andra yang dulunya sangat lembut padanya, sudah bertolak belakang dengan sifatnya yang sekarang.
"sarapan Anda Nona" Indri baru saja masuk membawakan sarapan untuk Kinar
"Baiklah, terimakasih Indri. ayo kamu makan juga" Ajak Kinar, Indri juga tidak segan segan mengikuti Kinar mengambil beberapa Makanan dalam mangkuknya.
"Anda mau kemana hari ini Nona?" Tanya Indri di sela Sela dia menyantap Makanannya
"Entah lah, beberapa hari ini di hotel terus terasa bosan" pikir Kinar. dia menaruh mangkuknya Dan menyudahi sarapan pagi nya
"Kemana ya kira kira hari ini?" gumam Kinar
__ADS_1
"Bawa aku ke pusat perbelanjaan saja, sepertinya sudah lama tidak bersenang senang" akhirnya Kinar memutuskan untuk menikmati uang hasil kerja kerasnya selama ini. tidak apa apa lah sekali Kali dia berfoya foya pikirnya
"Baik Nona" jawab Indri Dan membereskan sisa sisa Makanan mereka.
...***************...
"Kak, kau kapan akan membebaskan ayah?apa kau tega melihat paman mu sendiri mendekam di penjara seumur hidup?" ucap Febri yang sudah duduk di depan Andra di ruangan Perusahaannya, setelah sekian tahun mereka tidak bertemu sikap Febri Masih tidak berubah. hari ini juga pertama kalinya dia datang ke Perusahaan Andra setelah kejadian waktu itu
"Aku tidak akan membebaskan dia sampai kapan pun" ucap Andra
Setelah kematian pak Hardi, Andra tidak pernah berhenti menyelidiki kasus kecelakaan yang menimpa papanya. membutuhkan waktu cukup lama untuk menemukan bukti yang mengatakan bahwa adik papanya yang tak lain paman Andra sendiri, pak Wijaya lah yang terlibat dalam kasus kecelakaan saudaranya sendiri
Andra Masih tidak puas dengan hukuman seumur hidup pamannya yang menurut dia tidak setimpal dengan nyawa ayahnya yang sudah tiada. namun Andra cukup lega karena menemukan pembunuh papanya.
"Kak. kejadian itu sudah enam tahun berlalu, apa kau tidak bisa memaafkan pamanmu sendiri" membujuk Andra
"Bahkan aku sangat ingin melihat dia membusuk di penjara" lanjutnya di ikuti tawa arogan Dari Bibirnya
"Lihat, bahkan aku bahagia dengan melihat penderitaan ayahmu yang sudah membuatku kehilangan papa, Dan aku juga bahagia melihat penderitaan mu yang telah merebut Kinar Dari ku" Andra sudah meremas jemarinya, mengingat Dua orang yang sudah benar benar meninggalkannya dulu maupun sekarang
Febri tertawa dengan kebodohan kakak sepupu di depannya, ternyata dia Masih belum mengetahui apapun tentang apa yang terjadi enam tahun lalu. Andra melihat Febri dengan tatapan aneh.
"Kakak, ternyata kamu juga bodoh. Tanpa kamu sadari, selama ini kamu juga sudah menjadi orang jahat untuk orang yang kamu cintai?" Kali ini Febri yang tertawa dengan puas dengan wajah bingung yang di tunjukkan Andra
"Apa maksud kamu?"
__ADS_1
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Berbeda dengan Kinar, dia Mengalihkan rasa rindu Dan marahnya yang bercampur menjadi satu pada beberapa belanjaan yang sudah di bawa oleh Indri.
Kinar ingat sepulangnya nanti Dari Paris, tidak Lama Dari hari itu adalah ulang tahun mamanya, Kinar tengah memilah hadiah apa yang akan dia berikan nanti.
Kinar juga tidak segan meminta pendapat pada Indri yang menjawab jujur setiap Kinar bertanya pendapatnya. Dia juga tidak lupa memberikan oma Dan mama bella oleh oleh seperti yang dia lakukan sebelum menjadi istri Andra.
"simpan ini dengan terpisah Dari yang lain, seperti biasa ini punya tante bella Dan oma" memberikan paper bag yang berukuran cukup besar pada Indri
"Nanti kamu ya yang antar untuk mereka" lanjut Kinar Dan kembali memilih oleh oleh untuk orang orang terdekatnya. seperti Dokter Reyhan dia juga tidak ketinggalan mendapat hadiah Darinya.
Namun, setelah selesai memilih beberapa hadiah untuk orang orang terdekatnya, Kinar teringat pada satu orang dalam beberapa tahun terakhir Masih mengisi relung hatinya.
Kinar teringat akan Andra ketika melihat sebuah jam tangan branded dengan model yang sederhana. Kinar tau, dulu Andra sering mengoleksi Jam tangan limited edition.
Apa dia Masih sering mengoleksi Jam jam tangan branded seperti ini. Batin Kinar sambil melihat lihat jam tangan yang di pegangnya.
"Tolong bungkus ini satu" pinta Kinar pada pelayan Mall yang dia datangi.
"Ini untuk siapa Nona?" Tanya heran Indri, karena setiap paper bag yang dia bawa sudah berisi nama nama pemiliknya. begitu juga beberapa paper bag yang di bawa Kinar. namun hanya terakhir yang dia beli tidak memiliki nama sang pemilik.
"Ini, ini untuk temanku, kamu tidak akan tau" jawab Kinar asal
Teman Nona yang mana yang tidak saya ketahui?. Batin Indri
__ADS_1
Ini untuk teman masa kecil ku, semoga ini bisa menjadi Salam perpisahan Dari ku untuknya. Batin Kinar.
Dia mengajak Indri untuk pulang karena hari sudah beranjak sore.