
Di meja makan yang sudah tersaji beberapa hidangan, Andra tampak tak menyentuh satupun Makanan di atas meja. pikirannya Masih berputar tentang pembicaraannya dengan dokter psikolog yang dia temui tadi siang.
Dia hanya seorang dokter, kenapa Kinar datang ke tempat seperti itu, Dan anehnya kenapa Kinar menceritakan semua masalalu tentang kita pada orang asing. apa benar dia sama sekali tidak mempunyai perasaan padaku, dulu maupun sekarang?. tangannya meremas sendok yang dia pegang
kenapa Kinar, kenapa hanya aku yang Masih mencintaimu baik dulu sampai sekarang pun, perasaanku padamu tidak pernah berubah. Lanjutnya
dia mendengar Mobil Kinar memasuki halaman rumah mereka. Andra menunggunya di sofa ruang depan.
"Dari mana saja kamu" semprot Andra ketika Kinar baru saja masuk.
"Bukan urusan kamu" Kinar mengganti hak tingginya dengan sandal rumahannya. dia hendak berlalu namun tangan Andra mencengkram kuat pergelangan tangannya.
"Kau habis bersenang senang kan?" Tanya Andra, tatapannya penuh dengan amarah
kenapa lagi dia? perasaan tadi pagi dia baik baik saja. batin Kinar
"ya, aku harus bersenang senang saat di luar rumah. Karena setelah masuk rumah aku akan menghadapi sifat mu yang tidak mudah di tebak seperti ini" jawab Kinar berang, dia sudah benar benar kesal dengan cengkraman Andra yang terasa sakit di tangannya.
"Siapa dokter sialan yang kamu temui itu" sudah tidak mau basa basi lagi
Dari mana dia tau?. Kinar Memandang Andra dengan tatapan tajam, dia tidak terima karena merasa Andra telah ikut campur dengan masalah pribadinya.
__ADS_1
"Jangan bilang kau mengikuti ku?" Kinar menghempas kasar tangan Andra. "Kenapa kau selalu mencampuri urusan ku?" tanyanya dengan nada tinggi
"Kenapa? Agar tidak ketahuan bahwa sebenarnya kau adalah wanita murahan yang bisa bersama pria mana saja yang kamu mau?" tak kalah tingginya dengan suara Kinar. "Setelah dengan Febri tahun itu, sudah berapa pria yang kau kencani?" Tangan Kinar sudah terkepal, dia tidak terima dengan semua perkataan yang baru saja terlontar Dari Bibir Andra.
Plaakkk... mendaratlah tamparan keras di pipi Putih Andra.
"Lancang sekali kau" teriak Kinar memenuhi langit langit rumah mereka
pelayan yang di tugaskan mama bella untuk menjadi mata matanya tidak berani mendengarkan lebih lama lagi pertengkaran pasutri di rumah tersebut, mereka memilih memasuki kamar masing masing Dan mengatakan semua yang terjadi pada majikan mereka.
"Kau bukanlah siapa siapa, aku juga bebas bersama dengan siapapun, itu bukanlah urusan mu" menunjuk wajah Andra
"Jadi kau tidak berhak menilaiku dengan mulut Kotor mu itu Dan ingat!! jangan pernah mencampuri urusan ku lagi" tangan Kinar gematar menahan amarahnya yang terus meluap, matanya panas setelah mendengar semua perkataan Andra yang sangat menyakiti relung hatinya.
Kinar terus melangkah setelah mengetik pesan pada Indri untuk kembali menjemput dirinya. dia akan menginap di apartmen miliknya untuk beberapa hari ke depan. sampai Mobil berhenti di dekatnya.
"Masuk" ucap pemilik Mobil tersebut. namun Kinar Masih terus melangkah Dan tak menjawab atau pun merespon yang dia katakan.
"Aku katakan sekali lagi, Cepat masuk Kinar" Andra sudah meninggikan suaranya. namun tetap tak ada respon.
Andra berdecak kesal, membanting pintu mobilnya Dan mengejar Kinar yang semakin menjauh.
__ADS_1
"Apa kau tuli? kau tidak mendengarku menyuruhku masuk ke dalam Mobil?" Andra sudah memegang tangan Kinar.
"Apa urusan mu? kenapa kau tidak pernah berhenti mencampuri urusan ku?" Kinar kembali menghempas kasar tangan Andra. Andra diam Dan tidak menjawab pertanyaan yang di kontarkan Kinar . Dia Menarik paksa tubuh Kinar agar segera masuk ke dalam Mobil.
"Lepaskan aku, dasar pria brengsek" teriak Kinar yang tidak di gubris sedikitpun oleh Andra. Dia menghempas tubuh Kinar ke dalam Mobil Dan membanting pintu mobilnya yang membuat Kinar tersentak.
Dasar laki laki jahat, laki laki gila. kenapa aku harus mencintai pria brengsek seperti dia. Batin Kinar tidak berhenti memaki pria yang sudah duduk di sampingnya.
Andra menancap gas tidak memperhatikan Kinar yang Masih sangat marah padanya.
"Kau mau kemana? aku antar sekalian" ucapnya, Kinar tidak menjawab
"Apa kamu tidak tau, di daerah ini tidak ada taxi ataupun ojek. apalagi malam malam begini" lanjutnya seperti tidak pernah terjadi apapun pada mereka. berbeda dengan Kinar yang sudah terlanjur sakit dengan semua kata kata yang Andra lontarkan
"Tidak usah sok peduli, aku lebih suka dengan sifat kamu yang kejam seperti tadi" jawab ketus Kinar
"turunkan aku di jalan raya di depan, sekertaris ku sudah menungguku di sana" lanjutnya. mereka diam membisu tak ada yang mencoba untuk membuka pembicaraan.
Dan benar saja, Indri sudah berdiri di samping mobilnya di pinggir jalan. Kinar membanting pintu setelah dia keluar Dari Mobil Andra, dia bahkan tidak mengatakan apapun padanya walau hanya sekedar ucapan terimakasih tidak keluar Dari Bibir wanita tersebut.
Sampai Mobil yang di kendarai Kinar menghilang di antara banyaknya Mobil yang melintas. Andra Masih diam di tempat, menyandarkan tubuhnya yang lelah di belakang kemudi. Dia merasa jaraknya dengan Kinar semakin menjauh, wanita yang dulunya sangat dekat dengannya kini seakan tidak bisa lagi dia jangkau.
__ADS_1
Tak bisakah kau kembali padaku seperti dulu?