Cinta Di Balik Kebencian

Cinta Di Balik Kebencian
Pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan yang di tunggu telah tiba, di sebuah aula hotel yang sudah di rias sedemikian rupa terlihat sangat indah, walaupun banyaknya drama dalam mempersiapkan acara tersebut.


Seperti saat Kinar Dan Andra yang pergi memilih cincin Dan gaun pernikahan hari itu. Membuat indri kalang kabut memilih beberapa cincin Dan gaun sendirian. Andra Dan Kinar tampak tak peduli dengan pernikahannya yang membuat mereka tidak mau andil dalam mempersiapkan apapun.


"Kinar sayang, kamu cantik sekali" puji mama, tante bella Dan oma. Mereka menemani Kinar yang tengah di rias. Sedangkan pak Hermawan menemui bebera kerabat terdekat yang mereka undang.


Andra sudah sangat gugup, ia meremas jemari tangannya.


"Kak" Panggil Varo


"Kakak gugup ya?" Tanyanya. "Kalau kakak tidak suka dengan pernikahan ini, kenapa tidak membantah permintaan mama" lanjutnya lagi. Dia tau kakaknya akhir akhir ini sering terlihat melamun. Seperti banyak yang sedang dia pikirkan, Dan anehnya Varo tidak pernah melihat kakaknya bahagia ketika membahas pernikahan mereka.


"Kakak gapapa. Kamu lihat disana sudah siap apa belum" titah Andra


"Aku baru saja Dari sana kak, kalau kakak tidak mau pernikahan Ini terlaksana, aku akan bantu kakak kabur Dari sini" ucapnya penuh keyakinan


Andra tergelak mendengar kecemasan yang penuh dengan keyakinan dalam diri adik sambungnya itu


"Kamu jangan ngada ngada" memukul lengan Varo

__ADS_1


"Ayo keluar" lanjutnya


"Kakak yakin? Beneran nih tidak mau kabur?" Sekali lagi memastikan


"Iya.. ayo" mendahului Varo yang Masih bingung.


Andra sudah berhadapan dengan beberapa orang yang akan membantunya melantunkan ikrar pernikahannya.


Jantungnya semakin berdetak kencang saat melihat Kinar memasuki Aula pernikahan. Gaun yang di pakainya sangat sempurna dengan tubuh indah Kinar, hari ini dia bagai bidadari yang turun Dari langit. Tak hanya Andra, para kerabat juga terpukau dengan kecantikan Kinar.


Kenapa bu Kinar terlihat berbeda ketika berada di Perusahaan. Ucap Salah satu yang bekerja di Perusahaan Kinar.


Mungkin karena Kinar tidak pernah terlihat tersenyum yang membuatnya tampak berbeda Dari hari ini. Di aula pernikahan, Kinar harus menunjukkan senyum bahagia atas pernikahan mereka. walau berbanding terbalik, sudah bisa ia tebak arah pernikahannya nanti tidak akan seindah senyuman nya saat ini.


Di mulailah ikrar pernikahan yang seharusnya menjadi kebahagiaan bagi pasangan yang menikah, karena dengan terucapnya janji pernikahan. Seseorang telah resmi milik kita seutuhnya.


Semua tampak merasa bahagia ketika pembacaan ikrar pernikahan berjalan dengan lancar Dan penuh khidmat. Kini Kinar sudah benar benar menjadi istri Dari cinta masa lalunya. Kinar mencium punggung tangan Andra. Membuat laki laki itu seperti tersengat aliran listrik di sekujur tubuhnya.


walau kini mereka Masih harus berakting di depan orang orang yang memberi Selamat pada mereka. keduanya melakukan dengan cukup sabar.

__ADS_1


Sampai akhirnya acara sudah benar benar selesai, Dan para tamu juga sudah banyak yang pamit untuk pulang.


Kinar Dan Andra memilih mamasuki kamar hotel yang sudah di pesan mama bella terlebih dahulu.


tak segan Andra melempar kertas ke hadapan Kinar yang tengah duduk di meja rias untuk mengeringkan rambutnya yang tadi sudah membersihkan diri terlebih dahulu.


"Baca Dan ingat dengan baik, hubungan kita tidak lebih Dari tulisan diatas kertas, jadi jangan berharap apapun dariku" ucapnya


Kinar menaruh handuk di tangannya, tersenyum kecut. Dan bangkit menuju Laci di dekat ranjang yang bertabur kelopak bunga mawar. Kinar juga melempar kertas yang dia ambilnya tepat di dada bidang Andra Dan membuat kertas itu teronggok di lantai.


"Kamu pikir, aku akan berharap apa padamu?" tersenyum mengejek. "aku bisa mendapatkan lelaki manapun yang aku mau" lanjutnya lagi


"jadi kamu tenang saja, syarat yang kamu berikan akan aku lakukan dengan senang hati, begitu juga kamu" menunjuk Andra yang hanya berdiri satu meter Darinya.


"baca Dan ingat baik baik syarat yang juga aku tulis. aku tidak akan mencampuri urusan pribadimu, meskipun dengan seorang perempuan sekalipun. jadi aku harap begitu pula sebliknya" lanjutnya Dan meninggalkan Andra yang sudah terkepal karena marah.


Kinar sudah dapat menebak arah pernikahan yang dia jalani kedepannya, jadi sebelum pernikahan di mulai, Kinar menuyuruh Indri untuk meletakkan kertas yang sudah dia siapkan semalaman di kamar hotel yang disewa mama bella.


Aku pikir kamu akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi waktu itu. tapi aku Salah, kau bahkan tidak merasa menyesal atau kehilangan setelah aku menghilang cukup lama. aku rasa disini hanya aku yang terlalu memikirkan Dan terlalu mencintai mu. batin Andra melihat Kinar yang sudah berbaring di ranjang mereka

__ADS_1


Andra tidak tau seberapa menderita Kinar semenjak Andra meninggalkannya dulu Tanpa memberi kabar apapun padanya. dia berpikir Kinar dulu tak pernah mencintainya Dan membuat dia menjadi semakin benci pada keadaannya saat ini.


Andra memilih meninggalkan Kinar sendiri di hotel, dia pergi ke bar Dan meminum minuman yang sudah menjadi obat penenangnya selama beberapa tahun terakhir.


__ADS_2