
Perselisihan waktu antara Indonesia Dan Prancis berjarak sekitar empat jam, matahari baru saja terbenam saat ini di Prancis. setelah membawa belanjaan ke hotel, kini Kinar Dan Indri kembali sibuk menjelajahi jalanan kota Paris yang sangat lah ramai.
Kota yang akan di pilih sebagian orang untuk menjadi tempat berlibur. Kinar sudah duduk di restoran yang menghadap langsung ke arah menara Eiffel . lampu malam yang menghiasi menara tersebut semakin mempercantik suasana malam.
"Disini bagus sekali ya" ucap Kinar
"Iya Nona" jawab Indri juga Memandang menara Eiffel yang menjulang tinggi
"aku tidak pernah bosan meskipun sudah beberapa Kali kesini" lanjut Kinar. kembali menikmati pemandangan di depannya, sampai Makanan yang mereka pesan telah tiba.
Setelah makan Kinar pergi ke arah menara Eiffel Dan duduk di kursi taman dekat dengan menara tersebut. memikirkan Andra yang selalu berhasil memenuhi pikirannya.
mungkin sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa melupakan mu, tapi aku tidak akan pernah menyesali perasaan ini. Batin Kinar.
************
Setelah kepergian Febri Dari ruang Perusahaannya, Andra sendiri meratapi semua kebenarannya dengan rasa penyesalan yang mendalam. ternyata, dia sendirilah yang membuat Kinar menderita Dan Kerena dia juga Kinar menjadi sangat membencinya sekarang.
awal awal pernikahannya semua kembali terlintas, bagaimana dia melempar kertas yang berisi syarat syarat pernikahan mereka. bagaimana dia memperlakukan Kinar, bahkan sampai caci maki yang dia lontarkan padanya.
Apa yang sudah aku lakukan. Menunduk dalam di kursi kerjanya.
seharusnya aku Percaya pada Kinar, seharusnya aku juga tau, bagaimana Kinar sangat mencintai ku waktu itu. semua kenangan Manis dengan Kinar juga kembali terlintas
apa sekarang Masih ada cinta yang Kinar sisakan untuk ku? untuk orang yang telah banyak membuatnya menderita. aku harap Masih ada sebutir cinta untuk ku dalam hatinya. Kinar, Dari dulu sampai sekarang cinta ku tidak pernah berubah padamu. maafkan aku, maafkan aku yang sudah tidak Percaya pada mu selama ini.
Tidak terasa, buliran Kristal bening mengalir di wajahnya yang tampan. Andra yang selalu terkenal dingin Dan arogan, kini terlihat sangat rapuh. sampai akhirnya Dering ponsel miliknya Mengalihkan perhatiannya.
"Mama?" ucap Andra ketika melihat nama panggilan yang meneleponnya.
"Ada apa ma?" Tanya Andra setelah mengangkat panggilan itu
"Mama sudah tau keberadaan Kinar" ucapan mama tentu saja bagaikan angin segar yang menerpanya
"Dimana dia sekarang ma? katakan padaku aku akan langsung pergi mencarinya" Andra sudah sangat bersemangat Dan tak sabar ingin segera menemukan Kinar
"dia tidak di negera kita sayang" ucap mama kembali membuat Andra gelisah
__ADS_1
"maksud mama?"
"Dia sedang ada di luar negeri Dan kamu tidak bisa pergi mencarinya sekarang "
"Tapi kenapa ma? kenapa Andra tidak bisa pergi sekarang " desak Andra
"Tidak bisa sayang, kamu Masih baru menjabat di Perusahaan, Dan akhir akhir ini kamu juga sering absen. apa kata para pemegang saham nantinya" jelas mama bella
"kamu tenang saja, beberapa hari lagi kita akan samperin Kinar. mama akan ikut bantuin kamu untuk bujuk dia" lanjut mama menenangkan Andra. mama yakin anaknya sudah tidak tenang mendengar keberadaan Kinar yang sangat jauh. Akhirnya Andra menuruti kemauan mamanya
Dan bekerja dengan serius selama beberapa hari ke depan demi segera terbang ke Prancis. Meskipun malam harinya Andra akan selalu di temani Alkohol untuk menenangkan pikirannya.
Waktu bergulir begitu saja, sudah empat belas hari, mama bella baru memperbolehkan Andra untuk pergi ke Prancis. Setelah benar benar mengetahui letak keberadaan Kinar yang valid, mama membawa Andra bersama dengannya menuju tempat dimana Kinar berada.
"ma kapan kapan aku mau beli jet pribadi aja" kesal Andra karena waktu penerbangannya sangat lama
"kerja dulu yang bener, baru deh beli apa saja yang kamu mau" mama selalu mengajarkan anak anaknya untuk bekerja keras terlebih dahulu. bukannya tak mampu membelikan Andra satu buah jet pribadi. namun mama Andra lebih mengutamakan kemandirian Dan kesuksesan anak anaknya dengan hasil jerih payah mereka sendiri.
"Bosen Andra kalau Masih harus menunggu satu jam lagi. kapan sampainya kesana" Masih marah karena tak kunjung berangkat
"Sabar dulu sayang. sebentar lagi berangkat kok " ucap mama menenangkan
Perjalan yang menempuh waktu sekitar 14 jam, Andra memilih memejamkan matanya walau tak kunjung terlelap, sesekali Andra melihat jam tangannya.
Setelah memakan waktu cukup lama pesawat akhirnya landing di Bandara international Prancis. Di Indonesia yang seharusnya jam 10 malam saat ini, tapi disana Masih sekitar jam Lima sore.
Kinar yang baru saja memenangkan kerja samanya sore ini, langsung kembali ke hotel Dan hendak merayakannya dengan Indri malam ini.
tapi Kinar tampak terkejut ketika mendapati mama bella Dan Andra sudah menunggu mereka di depan pintu hotelnya.
"Kinar, kamu akhirnya datang juga" mama langsung berhambur memeluk Kinar dengan perasaan rindu
Andra juga sangat ingin mendekap wanita itu sekarang juga, tapi melihat pandangan Kinar yang tak bersahabat, Andra mengurungkan niatnya.
"Mama sudah lama nunggu disini?" ucap Kinar merasa tidak enak
"tidak sayang, tidak terlalu lama. mama baru saja sampai" jawab mama bella
__ADS_1
Kinar merasa curiga pada kedatangan mama bella Dan Andra. dia berpikir pasti orang tuanya yang memberitahukan keberadaan Kinar pada Dua orang di depannya ini. karena beberapa hari lalu, mama Kinar meneleponnya Dan mengatakan bahwa seminggu lagi mamanya ulang tahun Dan dia berharap akan kehadiran anaknya.
Dan saat itu pula mama menanyakan letak keberadaan Kinar yang valid sampai ke hotel hotelnya sekaligus. Demi menenangkan mamanya akhirnya Kinar mengalah Dan memberitahukan keberadaannya pada mama.
"Ayo masuk ma" ajak mama bella
"Baiklah, sebenarnya mama cuma nganter Andra kemari. mama sudah pesan hotel di sebelah kamar kalian" jawab mama, mengikuti Kinar yang melangkah ruang tamu.
"sayang, anter Andra ke kamar kalian ya, biar dia mandi Dan istirahat. kasian dia pasti lelah" ucap mama sekali lagi
Mama akan membantu mu sampai disini, selanjutnya kamu urus sendiri. bagai bertelepati dengan Andra.
Siap ma. batin Andra seolah tau arti tatapan mamanya.
walaupun sedikit enggan Kinar akhirnya mengantar Andra ke kamar miliknya. Kinar berpikir mama bella pasti Masih tidak mengetahui tentang surat perceraian yang sudah dia berikan ke Andra.
"mandi Dan istirahatlah disini" Kinar hanya mengantar di depan pintu kamar yang sudah dia buka untuk Andra. Dia hendak meninggalkan Andra sendiri disana karena Kinar Masih tidak mau bertegur sapa dengannya. Tapi tangan Andra sudah terlebih dahulu menariknya ke dalam kamar.
"Aku mohon, biarkan aku memelukmu sebentar" Ucap Andra yang sudah melingkarkan tangannya di tubuh Kinar yang ramping. "Aku sangat merindukan mu Kinar" lanjutnya
Kinar tertegun dengan kelembutan sikap Andra padanya, apalagi dengan kata kata yang baru saja dia ucapkan.
Namun Kinar segera melepaskan pelukan Andra.
"Jangan Kurang ajar!" Hardik Kinar
Andra ingin menghentikan langkah Kinar yang hendak meninggalkannya namun gerakannya terhenti saat melihat pelototan Kinar padanya.
"Sudah lah, Masih banyak waktu. yang terpenting aku sudah berada disini" ucap Andra Dan melangkah ke arah kamar mandi setelah menaroh kopernya
Kinar kembali menemui Mama yang terlihat berbincang dengan indri. dia sudah menyajikan minuman segar pada tamunya.
"Sayang kamu sudah kembali" Tanya mama melihat Kinar yang sudah kembali ruang tamu.
"sayang nanti ikut mama makan malam di luar ya" Ajaknya
"Kenapa tidak makan malam disini saja ma. Kinar Dan Indri sudah membeli bahan bahannya" jawab Kinar setelah mengingat bahan bahan yang tadi dia beli untuk merayakan kemenangannya
__ADS_1
"kalau begitu nanti mama bantu kamu masak ya" ucap mama lebih antusias. karena dia memang lebih suka menyantap Makanan hasil kerja kerasnya sendiri
Tentu saja Kinar menyetujui permintaan mama, karena bagaimapaun lebih banyak yang membantu akan lebih cepat juga selesai.