
"apa kakak tau? aku yang sudah menjebak Kinar untuk datang ke bar enam tahun yang lalu!" Febri tersenyum melihat wajah pucat Andra yang baru saja mengetahui kebenarannya.
"Aku juga yang mengirim Mayra ke rumah utama, Alih alih berbela sungkawa Dan mengatakan keberadaan Kinar padamu saat itu"menyandarkan tubuhnya kesofa Dan tersenyum penuh kemenangan, karena bukan hanya dia yang menderita. tetapi kakaknya tak beda jauh penderitaannya dengan apa yang Febri rasakan
"Beraninya kau" Andra sudah berdiri Dan menunjuk wajah Febri yang tampak tersenyum. Andra benar benar murka, karena termakan jebakan Febri.
"Kenapa kak? Dari dulu sampai sekarang yang Kinar Cintai tetaplah kamu" berdiri menunjuk Andra yang sudah berdiri Dari tadi
"Aku Dan dia sama sekali tidak pernah mempunyai hubungan apapun" lanjutnya
"Kau marah? apa kau tau betapa menderitanya Kinar setelah kau pergi meninggalkannya dulu? orang tuanya sampai membawa dia ke dokter psikolog karena kondisinya yang sangat buruk" sudah berapi api memberi tau semua kebenarannya pada Andra.
Andra terduduk menyesal, dia sudah tau Alasan kenapa dokter psikolog yang dia temui waktu itu sangat dekat Dan mengetahui semua tentang persahabatannya. karena tak lain dialah yang sudah mengobati Dan menyembuhkan Kinar dari belenggu masa lalu yang mengikatnya.
"semua karena kakak yang tidak mau mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu, membuat kakak kehilangan Dua orang yang kakak sayang sekaligus dalam satu hari"
"Kurang ajar" Andra sudah menonjok wajah Febri yang tampak tenang saja melihat kemarahan Andra. Febri terjatuh ke lantai
"Lihat kak!! aku juga bahagia melihat penderitaan kakak sekarang maupun dulu, aku tidak menyesal sama sekali setelah melakukannya" bangkit untuk kembali berhadapan dengan Andra
"Brengsek!!!!" lagi lagi Andra melayangkan tinjunya di wajah Febri.
"Gara gara kamu, aku kehilangan sosok Kinar yang dulu" Andra sudah meremas kerah Febri yang sudah babak belur
"Dan gara gara kamu, Kinar menjadi sangat membenciku" menghempas tubuh Febri hingga tubuh itu lagi lagi terjatuh ke lantai.
"Kak" bangkit kembali
"aku sudah katakan, aku tidak pernah menyesal melakukannya. apalagi untuk kalian yang sudah membuat keluarga ku menderita" Lanjutnya
__ADS_1
"Bodoh!!!!" Teriak Andra. "Yang membuat keluarga mu menderita adalah ayahmu sendiri" lanjut Andra, kemarahan nya belum berkurang sedikitpun
"Ayahmu yang serakahlah yang membuat keluarga mu menderita"
"Tidak" teriak Febri tak kalah geram
"itu tidak mungkin, ini semua Salah paman yang tidak pernah membantu bisnisnya" Tangan Febri terkepal
"itu yang membuat ayah ingin sekali menghabisinya" lanjutnya
"Ternyata otak bodoh mu itu hanya pintar menjebak Dari pada menebak" Meninggalkan Febri Dan mengambil beberapa kertas di dalam Laci meja kerjanya. Andra melempar kertas kertas itu tepat di hadapan Febri
"Kau pikir apa yang menyebabkan bibi pergi meninggalkan kamu?" Febri tidak tau kemana arah pembicaraan Andra.
"Papa sudah memberikan uang puluhan juta pada ayahmu, agar bisnisnya bisa bangkit lagi. tapi karena keserakahan ayahmu dan tergiur berjudi, membuat uang puluhan juta itu lenyap dalam satu malam" jelas Andra Dan kembali duduk di sofa ruangannya.
"Lalu apa hubungannya dengan kepergian Ibu yang lebih memilih pria lain?" Febri melihat lihat detail uang yang yang sudah pamannya berikan pada keluarganya. tidak sedikit yang pamannya berikan pada keluarganya, tapi kenapa ayahnya selalu mengatakan bahwa semua penderitaan mereka dikarenakan pamannya yang tidak mau membantu keluarga mereka. pikir febri
"Sejak saat itu kekerasan selalu terjadi pada ibumu, apa kau pikir ibu mu akan betah dengan orang seperti ayahmu itu? kau sudah di hasut oleh paman. bibi sangat menyayangi mu tapi dia meninggalkan kamu karena kamu sudah terlanjur termakan omongan paman" lanjut Andra
"lalu kemana ibu sekarang kak?" Tanya Febri, dia menyesal karena dulu dia sendiri yang mengusir Dan mencaci maki ibunya. Febri meremas jemarinya, dia tidak menyangka telah membuat kesalahan yang begitu besar.
"Kamu tenang saja, ibumu sudah di beri kehidupan yang nyaman sama oma" jelas Andra. keduanya sudah lebih tenang setelah mengetahui kebenaran masing masing
"Kak, aku benar benar minta maaf. aku benar benar sudah di perdaya oleh ayah" Ucap Febri setelah sekian lama dia berdiam diri menerima semua kenyataannya
"sudah lah ini bukan sepenuhnya Salah kamu" Andra menepuk bahu Febri yang sudah duduk di sampingnya.
"lalu bagaimana hubungan kakak dengan Kinar, aku jadi merasa bersalah sama dia" Febri menyesal. dia sebenarnya pria yang baik, namun karena hasutan ayahnya dia sangat membenci keluarga Andra Bahkan ibunya sendiri.
__ADS_1
"Aku sudah menikah dengan dia" ucapan Andra tentu saja membuat Febri tersentak
"Apa? kapan kak?"
"Ceritanya panjang, dia Masih sangat membenci ku" ucap Andra sedih
"Bahkan dia sudah memberikan surat perceraian pada ku" lanjut Andra
"terus dimana Kinar sekarang kak. kenapa kakak tidak samperin Kinar untuk menjelaskan semua yang terjadi dulu" desak Febri.
"Aku akan ikut kakak untuk menjadi saksi nantinya" lanjutnya bersemangat.
"Itu dia, Aku bahkan tidak tau di mana Kinar sekarang"
Febri Dan Andra benar benar menyesal dengan kesalahan kesalahan mereka masing masing.
...****************...
"Hallo.. ada apa Her?" Tanya mama bella saat menerima telepon Dari besannya
"Andra ada disitu bell, ada sesuatu yang mau aku omongin sama dia. soal Kinar" ucap pak Hermawan
"tentang Kinar? kamu tau dimana dia sekarang?" Tanya mama bella antusias.
"iya, Aku baru saja mengetahuinya. Riwayat rekeningnya terlacak di Salah satu mall terbesar di Prancis." tutur pak Hermawan
"Di prancis? kamu yakin Kinar disana?" Tanya mama bella memastikan.
"Iya, aku yakin. karena Kinar sengaja membelanjakan rekeningnya untuk memberi petunjuk keberadaan nya. dulu di juga selalu melakukan Hal itu agar mamanya tidak khawatir" jelas pak Hermawan
__ADS_1
"baiklah nanti aku bi bicarakan dengan Andra" ucap mama Dan mereka mengakhiri sambungan teleponnya. mama segera memberitahukan pada Andra tentang keberadaan Kinar yang tak pasti. pasalnya prancis bukanlah negara yang kecil. harus memulai Dari mana Andra mencari Kinar disana? begitu pikir mama bella.
Tapi dia berharap Andra segera menemukan menantu kesayangannya. biar bagaimanapun, mama bella tau bahwa Andra sangat mencintainya.