Cinta Di Balik Kebencian

Cinta Di Balik Kebencian
Kehilangan


__ADS_3

"Kenapa Kinar? kenapa harus dengan dia?" Teriak Andra mengacak acak rambutnya sendiri.


"Andra tidak, aku Dan Febri tidak seperti yang kamu lihat" Kinar mencoba menjelaskan, tapi karena amarah sudah mengambil alih diri Andra, semua yang Kinar katakan tidak ada yang dia Percaya


"Aakhh lalu apa?" sudah tidak tau semarah apa dia sekarang. "kamu mau mengelak setelah semua yang aku lihat dengan mataku sendiri?" Bentak Andra yang membuat Kinar benar benar merasa sangat takut dengan sikap Andra yang tidak biasanya dia akan membentak Kinar.


kenapa dia marah sekali, apa yang sebenarnya tengah terjadi padanya . Kinar menyadari mata sembab Andra, Dan dia juga sangat tau bagaimana sifat Andra, dia bukanlah tipe pria yang akan dengan mudah mempercayai suatu masalah sebelum mendengar penjelasan Dan mencari kebenarannya.


pasti ada yang tidak beres. pikir Kinar


"Andra. kamu kenapa?" Aran mencoba mendekati Andra Dan hendak meraih tangan yang sudah terkepal, bermaksud untuk menenangkan Andra namun tangannya di tepis secara kasar olehnya.


"aku baru tau, ternyata kamu wanita yang sangat munafik" mundur menjauh Dari Kinar. Kinar hanya menggeleng tidak bisa mengatakan sepatah katapun


"Kau yang sudah menyuruhku untuk menjauhi semua minuman yang berbau Alkohol!" Andra menggeleng Dan tersenyum kecut pada Kinar


"tapi apa sekarang? aku bahkan jijik dengan bau tubuhmu" mengejek Kinar yang tersentak dan mengerti apa yang di maksud oleh Andra.


"Kenapa kau membuat ku Kecewa Kinar" pekik Andra kembali


"semua tidak seperti yang kamu pikirkan Andra" buliran air mata sudah membasahi pipi putih Kinar. belum sempat menjelaskan, Febri datang menghampiri mereka yang tengah bersitegang.


"Sudahlah Kinar, sebaiknya jangan lagi ada yang kita tutupi Darinya" Febri merangkul Kinar, menambahi kayu kering pada API yang sudah berkobar


"Febri lepaskan aku! apa maksud perkataan kamu?" Kinar mencoba menjauhkan tangan Febri yang menempel pada tubuhnya


"Kita melakukannya karena suka sama suka kan?" tersenyum penuh kelicikan pada Andra yang sudah marah sampai titik maximal


"Jangan berbicara omong kosong, aku Dan kamu...." Belum sempat meneruskan kata katanya. Andra usdah berteriak lagi kearahnya


"Cukup Kinar, cukup" mata Andra bagai panah yang siap menusuk tubuh kecil Kinar


Andra menendang udara dengan geram Dan memilih untuk meninggalkan Kinar Dan Febri.


"Andra tunggu" panggil Kinar saat mencoba melepaskan tangan Febri

__ADS_1


"Kamu benar benar sudah gila" Berlalu meninggalkan Febri yang tersenyum simpul penuh kemenangan.


Saat mengejar Andra ke area parkir, Kinar menghentikan langkahnya ketika melihat pemandangan yang sangat membuat dadanya sesak.


Tidak mungkin. Batin Kinar sambil menggeleng tidak Percaya dengan penglihatannya.


Kinar melihat Andra yang sedang mencium seorang wanita yang sangat dia kenal Dan dia Percayai selama ini, Mayra. Wanita itu bahkan rela mengejar Andra hanya demi meloloskan rencananya dengan mulus. Meskipun sedikit Kecewa, karena Andra menghalangi dengan jarinya agar Bibirnya tak benar benar menyentuh Bibir Mayra. Tapi dia cukup senang ketika melihat Kinar benar benar Percaya dengan apa yang sedang dia lihat.


Karena Dari posisi Kinar berdiri dia tidak menyadari dengan apa yang sebenarnya terjadi. Dia juga tidak kembali mengejar Andra ketika pria itu membawa masuk Mayra ke dalam mobilnya.


*******


Semenjak kejadian di bar waktu itu, sudah hampir Dua minggu Kinar tidak lagi mendapat kabar apapun tentang Andra, Bahkan saat kuliah di mulaipun Andra tak pernah hadir. dia menghilang Tanpa jejak meninggalkan bekas Luka Dan penyesalan dalam hati Kinar.


Sejak mendengar kabar bahwa papanya Andra meninggal tepat ketika di hari pertengkaran mereka, Kinar menyadari satu Hal. Andra pasti sangat membutuhkan kehadiran Kinar di saat paling terpuruk untuknya, tapi Tanpa sadar Kinar malah tengah berduaan dengan pria yang benar benar di benci oleh Andra.


saat Kinar datang untuk berbela sungkawapun Andra tak terlihat sama sekali. ketika bertanya pada mama bella dia menjawab tidak mengetahui keberadaan Andra, dia hanya mendapat kabar bahwa Andra baik baik saja Dan tengah menenangkan diri.


Kinar pikir, seiring berjalannya waktu, Andra akan muncul Dan kembali padanya seperti dulu lagi.


Walau kadang kala dia mengatakan bahwa dia baik baik saja, tapi orang orang yang dekat dengannya sangat tau bahwa hatinya tidaklah dalam kondisi yang baik.


Flashback Off...


sampai enam tahun berlalu ketika rencana Pernikahan terucap Dari Bibir mamanya, dia Masih tidak Percaya bahwa Andra yang mamanya maksud bukanlah Andra yang dia kenal selama ini. sampai hari ini dia melihatnya kembali setelah enam tahun berlalu.


Hatinya pilu, karena bahkan ketika Andra berada di depannya. dia terasa sangat jauh Dari dirinya.


tok tok tok....


"Nona?" panggil Indri membangunkan Kinar Dari lamunannya. "boleh saya masuk?"


"Masuklah" jawab Kinar setelah dia benar benar bisa mengatur emosinya


"Ada apa?" Tanyanya pada indri yang mendekat membawa nampan di tangannya

__ADS_1


"sarapan Anda Nona" Indri menaruh nampan yang dia bawa di hadapan Nona mudanya.


"Kau duduklah Dan makan bersamaku" titah Kinar dan dituruti oleh Indri yang mulai menikmati sarapan mereka masing masing.


*********


"Jadi kapan rencana Pernikahannya kak?" Tanya mama Kinar ketika semua sudah berkumpul kembali di ruang keluarga, Kinar juga duduk lebih santai Dari sebelumnya


"Aku rasa minggu depan saja, lbih cepat lebih baik" ucap mama bella. " lagi pula tidak banyak yang harus di persiapkan Dan tidak banyak juga tamu yang akan kita undang" menoleh kearah putranya yang tak berhenti menatap Kinar .


"Bagaimana menurut kamu Andra?" pertanyaan mama Mengalihkan perhatian Andra.


"Asal mama senang" jawabnya yang mengatakan bahwa dia melakukannya semata mata karena permintaan mamanya.


Kinar mencoba untuk tetap tenang Dan tak menghiraukan Andra yang di depannya.


"kalau menurut Kinar bagaimana?" mama beralih pada Kinar


"boleh, asal tidak menghambat pekerjaanku" jawab Kinar tersenyum pada semua yang ada disana


"Kinar" tegur papa pelan.


"kenapa pa? papa tau kan banyak sekali pekerjaan yang tidak bisa aku tinggal" jawab Kinar membungkam papanya yang hendak menjawab kembali


"Tante juga tau kan bagaimana keseharian ku? kita sering menjalani bisnis bersama, jadi aku rasa tante paham maksud Kinar"


mama bella mengangguk Dan membenarkan apa yang dikatakan Kinar, Kinar sangat tidak Percaya pada siapapun jika menyangkut pekerjaannya, yang membuat dia harus turun tangan sendiri untuk memastikan semua berjalan dengan lancar.


Andra yang sudah diam saja, merasa benar benar marah dengan perkataan Kinar yang menganggap pernikahannya tidaklah sepenting pekerjaannya.


"Tante ngerti kok sayang" Mama bella tersenyum. "Jadi untuk mempersingkat waktu, besok Andra akan membawa kamu untuk memilih cincin Dan gaun pernikahan. kamu mau kan?" lanjutnya lagi.


Kinar tampak berfikir cukup lama sampai dia memutuskan untuk menyetujui permintaan tante bella


"Baiklah, tapi biarkan sekertaris ku untuk ikut. Aku yakin dia tidak akan mengerti dengan kota Jakarta yang sudah banyak berubah" usul Kinar.

__ADS_1


awalnya mama bella ingin memberi ruang untuk Kinar Dan Andra agar bisa berduaan. namun setelah menimbang perkataan Kinar, mau tidak mau mama bella menyetujuinya.


__ADS_2