
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" ucap dokter Reyhan yang sudah berdiri di hadapan Andra. "Maaf kami sudah tutup, jika Anda ingin konsultasi, datanglah lagi besok kami sudah tutup" lanjutnya dengan senyum ramah di wajahnya
"Tidak dokter saya tidak datang untuk Hal itu" sergah Andra cepat. tatapan penuh tanda Tanya terlihat jelas di wajah dokter muda itu.
"Aku datang kemari untuk dia?" menggerakkan kepalanya ke arah dimana Kinar saat ini berada, menjawab seoalah mengerti maksud tatapan lawan bicaranya.
Maksud dia Kinar. apa hubungannya dengan Kinar, aku tidak pernah melihat dia datang dengan laki laki ini. Batinnya semakin penasaran
"Apa tuan yang mengantar Kinar kemari?" mencoba mencari tau siapa pria yang mengatakan datang untuk wanita yang tengah tertidur pulas di ruang istirahanya. jika pria di hadapannya ini supir baru Kinar, juga tidak mungkin dengan setelan jas keluaran terbaru yang harganya selangit dipakai seorang supir, sepertinya tidak masuk akal. lalu siapa dia? batin dokter Reyhan di penuhi pertanyaan pertanyaan yang tak menemukan jawaban apapun dalam pikirannya
"aku suaminya" ucapan Andra sontak mengagetkan Dokter Reyhan. Dokter itu tertawa renyah seolah tak Percaya dengan perkataan Andra.
"Tidak mungkin tuan, Kinar bahkan tidak memberitahu padaku kalau dia sudah menikah" ucap dokter Reyhan
"memang siapa kamu, kenapa Kinar harus menceritakan kehidupan pribadinya pada orang asing?" Andra sudah merasa kesal dengan pria di hadapannya ini.
"Orang asing?" bertanya Balik pada Andra.
suasana sudah berubah tegang, senyum ramah di wajah dokter Reyhan sudah tidak lagi terlihat.
"Maaf tuan, tapi saya bukanlah orang asing bagi Kinar" tantang Dokter Reyhan
__ADS_1
"Saya bahkan mengetahui penderitaannya selama ini, saya juga mengetahui kisah masalalunya bahkan cinta pertamanya" perkataan Dokter Reyhan semakin membuat Andra emosi
"Kinar selalu menceritakan semua yang dia rasakan pada saya, apa itu Masih terbilang orang asing?" tantangnya lagi
"lalu siapa Anda tuan? apa yang Anda ketahui tentang Kinar? saya bahkan selama ini tidak pernah mendengar Kinar menceritakan seseorang yang tengah dekat dengannya Dan saya juga tidak pernah melihat Anda kemari dengan Kinar. lalu sekarang Anda mengatakan bahwa tuan adalah suaminya? apa itu mungkin" dokter Reyhan menggeleng tidak percaya
mendengar perkataan Dokter Reyhan Andra merasa kalah telak, karena selama ini dia memang tidak mengetahui semua Hal tentang Kinar.
"Aku sahabat masa kecilnya, tentu saja aku lebih dekat dengannya Dari pada kamu" jawab Andra. "Aku lebih lama bersama dengannya Dari pada dengan mu" lanjutnya
Dokter Reyhan terkejut menyadari sesuatu yang selama ini menjadi pertanyaan dalam hatinya
"Jadi Anda teman masa kecil Kinar yang sudah banyak meninggalkan Luka Dan penderitaan untuk gadis sebaik dia?"
Deg. jadi dia benar benar tau tentang kami? siapa pria ini Kinar, setelah Febri kau bahkan sudah bersama dengan pria mana saja?. Batin Andra, dia Dari tadi yang Masih tetap menahan amarahnya sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi.
"dia yang sudah membuatku terluka beberapa tahun lalu, dia yang lebih dulu mengkhianatiku Dan kau malah menyalahkan aku" berang Andra meremas kerah dokter Reyhan dengan kuat.
"Ternyata Anda persis seperti yang Kinar katakan" ucap Dokter Reyhan tetap tenang meskipun dirinya di cengkram erat oleh Andra
"Anda egois, Anda hanya memikirkan penderitaan Anda sendiri Tanpa pernah memikirkan penderitaan yang Kinar Alami selama ini" lanjutnya. Andra melepaskan tangannya dengan kasar. Dan meminta penjelasan pada dokter Reyhan dengan semua yang dia katakan barusan
__ADS_1
"Tinggalkan saja dia tuan, jangan membuat Luka yang sama untuk kedua kalinya, Anda bahkan tidak tau separah apa penderitaan yang dia Alami beberapa tahun ini. jadi jangan membuat perjuangan Kinar selama ini menjadi sia sia" Dokter Reyhan mempersilahkan Andra yang Masih bingung dengan semua perkataannya.
memang apa yang dia Alami selama ini. Batinnya Dan berlalu setelah Memandang ke arah Kinar yang Masih tertidur pulas.
************
"Maaf" Ucap Kinar yang sudah duduk di sofa
"Sepertinya aku ke enak kan tidurnya" dia melihat jam dinding sudah menunjukkan jam tujuh malam, sepertinya disinilah tempat dimana dia bisa mencari ketenangan dan kenyamanan. buktinya dia bisa tidur selama ini di tempat praktek dokter Reyhan.
"gapapa, santai aja. lagian kamu juga sudah lama tidak kesini" balas dokter Reyhan, dia menyiapkan makan malam yang dia masak sendiri khusu untuk Kinar.
"Aku selalu ngerepotin kamu setiap datang kesini" Kinar merasa tidak enak dengan kebaikan yang selama ini dia terima Dari pria di depannya ini
"aku tidak pernah merasa di repotin, jadi berhentilah bicara seperti itu padaku" sergah dokter Reyhan, Kinar hanya diam saja melihat dokter Reyhan menyiapkan beberapa Makanan yang dia bawa Dari dapur
"Ayo makan" Ajaknya pada Kinar Dan duduk di sebelah gadis itu Tanpa ragu.
mereka menyantap Makanan malamnya dengan beberapa pembicaraan kecil tentang keseharian mereka. Dokter Reyhan ingin memancing Kinar untuk mengatakan tentang seseorang yang sempat datang Dan mengakui bahwa dia suaminya. namun Kinar sama sekali tidak membahas tentang pria itu.
Mungkin yang dia katakan hanyalah lelucon, bagaimana bisa Kinar menikah dengan seseorang yang pernah membuat hidupnya hancur. Batin Dokter Reyhan tenang setelah melihat beberapa senyum yang muncul ketika Kinar menceritakan beberapa aktivitasnya.
__ADS_1