Cinta Di Balik Kebencian

Cinta Di Balik Kebencian
Bermalam di apartemen (1)


__ADS_3

Setelah urusan di Prancis sudah selesai, Kinar memilih kembali lebih cepat ke Indonesia bersama dengan Indri dan tentunya bersama mama Bella dan juga Andra. kali ini mereka menaiki jet pribadi milik Kinar .


"Andra kamu lihat, bahkan istrimu sudah memiliki jet pribadi, bagus lagi. kamu tidak ke pingin" bisik Mama Bella saat sudah duduk di dalam jet milik Kinar yang sangat elegan, Bella tidak lagi heran karena dari dulu dia juga sudah sering melakukan perjalanan bisnis menggunakan Jet pribadi ini


"entar dulu lah ma, sekarang yang lebih penting menaklukan kembali hati menantu mama" ucap Andra dan memilih duduk di samping istrinya.


"Sayang, nanti pulang ke rumah ya" sontak Kinar tersedak minuman yang sedang dia minum.


"Apa kamu bilang?" Tanya Kinar .


"Nanti pulang ke rumah sayang, kenapa?" Tanya Andra balik dan menggenggam tangan Kinar yang masih tidak percaya dengan panggilan yang Andra ucapkan untuknya


"kamu mau kan?" Lanjut Andra masih menggenggam tangannya


Kinar melirik ke arah mama mertuanya dia juga tidak mau mengecewakan beliau dan Kinar mengangguk menyetujui permintaan Andra.


Tak terasa penerbangan yang cukup banyak memakan waktu, kini jet pribadi Kinar sudah mendarat dengan selamat di bandara internasional Soekarno-Hatta.


"Ma" Andra berhenti ketika sudah keluar dari bandara.


"Biar Indri yang antar mama pulang ya, aku sama Kinar langsung pulang" lanjutnya


"Iya, hati hati ya sayang" mama Bella langsung memeluk Kinar sebagai perpisahan mereka hari itu .


"Sampai bertemu kembali di hari ulang tahun mama kamu ya sayang" lanjut mama Bella.


Dua hari lagi adalah hari ulang tahun mama Kinar, dan mama Bella yang pasti akan menghadiri acara tersebut.


"Iya ma"


Mereka lalu berpisah di parkiran bandara. Menuju kediaman masing masing.


Namun lain halnya mama Bella yang sudah hampir sampai di kediaman, berbeda dengan Kinar dan Andra yang saat ini malah melewati jalur yang berbeda dengan jalur menuju kediaman mereka

__ADS_1


"Kita mau kemana?" Tanya Kinar.


Bukan menjawab Andra malah semakin mempercepat laju mobil mereka. Kinar tak lagi bertanya dan memilih diam lalu memejamkan kedua mata indahnya.


Hampir tiga puluh menit Andra menghentikan mobilnya di sebuah hotel bintang lima di pinggiran kota Jakarta.


Tepat saat itu juga Kinar membuka matanya dan mendapatkan tempat parkir sebuah apartemen di depannya.


"Ini dimana?" tanya Kinar setelah benar benar sadar


"Malam ini kita pulang ke apartemen ku dulu" ucap Andra dan keluar dari mobil demi membukakan pintu mobil untuk sang istri


"Ayo" ajaknya dengan mengulurkan tangan agar Kinar bersedia menurutinya kali ini


Kinar yang baru saja dapat mencerna semua yang di katakan Andra akhirnya menerima


uluran tangan Andra dan mengikuti setiap langkahnya.


......................


Andra membuka pintu apartemen yang berada di ujung lorong dengan kartu akses miliknya, kamar itu terlihat sangat besar dan mewah. semua perlengkapan yang tak kalah mewah menghiasi apartemen tersebut.


"Kau ke atas dulu, bersihkan tubuh mu dikamar ku paling ujung . aku akan memesan makanan untuk mu" ucap Andra. Kinar mengangguk dan berlalu menaiki tangga yang di tunjuk Andra.


di lantai atas terdapat dua ruangan, Kinar melangkahkan kakinya ke kamar paling ujung dan membersihkan dirinya di dalam kamar tersebut


Hampir sekitar dua puluh menit Kinar keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandinya. dan dia mendapati Andra yang baru saja memasuki kamar


"Ini baju mu" ucap Andra setelah berada di hadapan Kinar. dia sempat teringat dengan pakaian ganti wanita itu setelah memesan makanan


"Kau yang membelinya?" tanya Kinar penasaran


"tadi sekalian menyuruh Varo membelikan pakaian untuk kamu, sekalian dia memang mau kesini" jelas Andra.

__ADS_1


"Sekarang dia dimana?"


"Ada di luar" Andra sudah berubah seperti dulu yang selalu berkata lembut di depan Kinar. "segera ganti baju, nanti kita makan malam sama sama" lanjutnya dan melangkah meninggalkan kamar mereka.


Tidak sampai sepuluh menit Kinar telah menuruni tangga dan menuju di meja makan dimana Andra dan Varo sudah berada di sana.


"Bajunya pas, sepertinya insting ku tidak salah" ucap Varo saat melihat dress selutut berlengan pendek itu sangat pas di tubuh ideal Kinar.


"Sepertinya kau terlalu sering membelanjakan wanita wanita " ledek Andra setelah menarik kursi disampingnya untuk wanitanya


"Kak, kau tau sendiri aku tidak pernah mempunyai wanita manapun selama ini" sergah Varo, "bahkan aku sibuk mengurusi mu selama ini membuat ku tidak bisa mencari wanita manapun" sewotnya lagi


"Sudah sudah, ini mau makan malam atau mau berdebat sih" ucap Kinar menghentikan, Dia sudah mengambil nasi dan beberapa lauk ke dalam piringnya namun dia tidak memakannya malah memberikan piring yang sudah berisi itu untuk Andra.


"Terimakasih" ucap Andra yang begitu bahagia mendapatkan perhatian dari Kinar dan hal itu terlihat jelas di wajah yang terus mengembangkan senyum lebarnya


Kinar hanya mengangguk dan mengambil piring di depan Andra untuk dirinya.


"Kakak ipar, aku tidak mau di ambilkan?" iseng Varo


"Ambil sendiri, punya tangan kan?" bukan Kinar yang menjawab tapi si Andra.


"kau juga di ambilkan tadi sama kakak ipar"


"aku itu suaminya, jadi memang sepatutnya dia perhatian padaku"


mulai lagi kan berdebat nya. Batin Kinar


Saat Varo hendak menjawab Kinar terlebih dahulu membuka suara. "Varo mau makan sama apa?" tanya Kinar yang tentu saja membuat yang di tanya bahagia, lain halnya dengan Andra yang terkejut mendengar pertanyaan Kinar


"Sayang, biarkan saja dia ambil sendiri. kan punya tangan" sewot Andra tak terima


"sudah An, makan aja ya jangan berdebat lagi, aku laper" Kinar sudah selesai mengambil nasi untuk Varo. "Ambil sendiri ya lauknya" sambung Kinar dan memberikan piring yang sudah berisi nasi itu pada si Varo yang sudah tersenyum mengejek ke arah Andra.

__ADS_1


Awas kau ya. batin Andra


__ADS_2