
Setelah berkutat di dapur cukup lama, Masakan masakan khas Indonesia sudah tersaji di meja makan, tidak membutuhkan waktu lama, sekitar tiga jam lebih berbagai masakan sudah selesai di masak. selama itu juga Andra sudah terlelap di kamar Kinar.
"Sayang, kamu mandi dulu gih. habis itu panggil Andra juga kemari. mama juga mau ke kamar dulu mau mandi" ucap mama Dan berlalu Dari hadapan Kinar.
Kinar juga melangkah menuju kamarnya yang sudah berpenguni disana. Kinar melihat Andra yang terlelap, seandainya saja Enam tahun lalu tidak ada kejadian yang menyebabkan dirinya kehilangan sosok Andra, Kinar yakin hari ini dia pasti sudah bahagia bersamanya. Batin Kinar
Namun dia segera menepis semua khayalannya, karena dia tau di Dunia ini tidak lah ada istilah seandainya di dalam hidup.
Kinar melewati Andra, mengambil pakaiannya di dalam lemari Dan melangkah menuju kamar mandi.
Andra terbangun ketika mendengar air shower yang mengalir. Dia mengerjab Dan Melihat jam dinding sudah menunjukkan hampir jam sembilan malam. Andra duduk memainkan Hpnya menunggu Kinar keluar Dari kamar mandi.
Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka Dan di susul Kinar yang sudah segar lagi mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Sudah selesai?" Tanya Andra Dan dia menuntun Kinar untuk duduk di meja rias. dia mengambil handuk Dari tangannya, Dan mengambil posisi untuk mengeringkan rambut Kinar.
Kinar hanya diam Dan merasa penasaran dengan sikap Andra yang tiba tiba saja berubah.
Ada apa dengan dia?. batin Kinar
" untuk apa kau Dan mama datang kemari ?" Tanya Kinar
"untuk menemui mu" jawab Andra singkat Dan Masih menggerakkan tangannya di sela Sela rambut Kinar
"Kau sudah menandatangani surat yang aku berikan?" Tanya Kinar. Andra tidak menjawab
"Aku harap kau sudah menandatanganinya. agar persidangan juga di lakukan secepatnya" lanjut Kinar
"Aku tidak akan pernah bercerai dengan mu" Andra menghentikan kegiatannya Dan menghadapkan Kinar ke arahnya.
"Aku tidak mau lagi berpisah dengan mu" Ucap Andra membungkuk agar wajahnya berhadapan dengan Kinar. tatapannya sangat lembut seolah yang dia katakan itu sangatlah tulus
"Apa maksud kamu?" Kinar yang tidak mengerti akhirnya berdiri
"Aku mencintai kamu Kinar" ucap Andra akhirnya. setelah mengetahui kebenarannya, Andra ingin sekali mengatakan Hal itu pada Kinar.
__ADS_1
"Jangan bicara omong kosong" ketus Kinar. "Ada apa sebenarnya dengan semua sifat kamu yang tiba tiba berubah" lanjutnya merasa aneh Dan tidak terbiasa dengan perlakuan lembut Andra padanya.
"Kinar, aku sudah mengetahui semuanya" Andra memegang kedua lengan Kinar
"Aku tau bahwa kamu di jebak waktu itu oleh Febri" lanjutnya. Kinar tampak tertegun karena pria di hadapannya sudah mengetahui semua kebenarannya
"Kenapa? kenapa kau tidak mengatakannya kepadaku?" lanjut Andra Dan berhambur memeluk Kinar
" Aku minta maaf Kinar, aku minta maaf atas ke egoisan ku dulu" Masih memeluknya erat.
"Apa kau tau, aku sangat tersiksa waktu itu. aku pikir kau Dan Febri..."
"Apa yang kau pikirkan?"
Andra belum menyelasaikan kalimatnya sudah dipotong oleh Kinar. Dia sudah melepaskan pelukan Andra dengan kasar.
"kau pikir aku punya hubungan apa sama dia? sedangkan aku tau, dulu kau sangat membencinya. Dan kau bertanya kenapa aku tidak mengatakan apapun padamu?" Tanya Kinar bengis.
"Apa waktu itu kau memberikan aku kesempatan untuk bicara?" Kinar menggeleng
"kau bahkan pergi meninggalkan aku Tanpa mendengar satu penjelasan saja Dari ku?" menunjuk wajah Andra yang sudah merasa sangat bodoh ketika Kinar mengungkit semua masa lalunya.
"Marah? apa kau pikir aku juga tidak marah melihat adegan romantis mu dengan Mayra?" teriak Kinar memenuhi langit langit kamar.
"tidak, itu tidak seperti yang kamu lihat"
"Stop!!"
"Apa kau tau seberapa menderitanya aku saat kau meninggalkan ku dulu?" Tanya Kinar pada Andra yang hanya diam saja
"Apa kau tau apa yang aku Alami dulu?" Andra Masih tidak menjawab, hanya Memandang Kinar dengan tatapan sedih melihat wanitanya sudah berkaca kaca. Andra benar benar menyesal
"aku di asingkan oleh teman teman ku karena mereka pikir aku sudah gila" Kinar menyeringai mengingat ingat bagaimana dia memperlakukan orang orang yang ingin mendekatinya dulu
"kau pikir siapa pria yang ku temui beberapa bulan yang lalu? dia dokter yang sudah menyembuhkan ku Dari belenggu mu yang terus mengikatku" teriak Kinar, akhirnya tangis dia pecah begitu mengingat kejadian masa lalunya
__ADS_1
" Dimana kamu dulu saat aku benar benar sangat membutuhkan kehadiran mu? kau hanya memikirkan penderitaan mu Tanpa memikirkan perasaanku"
"sampai akhirnya setelah aku sembuh aku mengetahui semua kebenarannya. bahwa kedatangan mu waktu itu bukanlah kebetulan. tapi sesuatu yang sudah di rencanakan oleh mereka" ucap Kinar dengan Bibir bergetar
"Setelah semua yang aku Alami, kau malah seenaknya ingin kembali seperti dulu?" Kinar kembali menggeleng
"ku mohon maafkan aku" ucap Andra, Dan ingin mendekap Kinar yang sudah menangis, tapi Kinar mengehentikannya
"Aku tidak akan mencintai orang yang sama untuk kedua kalinya, pada seseorang yang sudah meninggalkan trauma yang sangat dalam pada ku"
"Aku mohon Kinar, aku tau aku Salah. Dari dulu sampai sekarang wanita yang aku cintai hanya kamu" mendekap tubuh Kinar yang ingin melangkah Dari belakang.
"Tolong beri aku kesempatan, aku akan menebus semua kesalahan ku pada mu" Kinar tidak menjawab, dia diam dalam dekapan Andra
sejujurnya, hati terdalamnya juga Masih sangat mencintai Andra. dia hanya marah karena Andra tidak pernah mau mendengarkan penjelasan Dari nya.
"Aku tau Kinar, aku sudah sangat bersalah sama Kamu. aku akan menebus semua kesalahan ku" semakin erat memeluk tubuh Kinar. "Aku tidak mau kehilangan kamu" Ucap Andra. kini bahu Kinar terasa basah
Apa dia menangis? apa dia sungguh sungguh telah menyesal?. Batin Kinar, hatinya luruh
biar bagaimanapun Andra sudah menempati hatinya sudah sangat lama. dia ingin melihat keseriusan Dari perkataan Andra.
"Baiklah" Kinar melepaskan pelukan Andra Dan menghadap ke arah Andra.
"Aku akan memberikan kamu kesempatan untuk membuktikan kesungguhan perkataan mu" Wajah Andra sudah berbinar
"Tapi ingat, selama masa percobaan. kamu tidak di perbolehkan untuk menyentuh ku" ucap Kinar. yang langsung di setujui oleh Andra
"Apapun yang kamu mau" ucap Andra
"Yasudah ayo keluar, makan malam sudah siap"
mama yang sedari tadi menguping pembicaraan anak Dan menantunya, langsung berlari ke arah meja makan yang sudah di tunggu oleh Indri. dia hanya tersenyum canggung melihat mertua majikannya yang datang habis menguping pembicaraan mereka
"indri jangan bilang bilang ya sama Kinar" . Indri hanya mengangguk dengan permintaan mama bella
__ADS_1
Jadi itu masalah mereka. Andra Andra kenapa kamu tidak cerita sih sama mama. batin mama bella
sampai akhirnya yang di tunggu mereka keluar Dari kamar dengan perasaan yang berbeda beda. Andra terlihat bahagia mendapat kesempatan kedua Dari Kinar. sedangkan Kinar sendiri tidak bisa di baca ekspresi nya