
Jam empat 3 sore hari itu rumah yang biasanya di hiasi canda Dan tawa setiap penghuninya, kini mereka tengah berduka atas kepergian orang yang sangat mereka Cintai, Andra yang baru saja sampai setelah menyiapkan rencana makan malam dengan Kinar di kejutkan dengan tangis mamanya yang menghambur memeluk dirinya erat
"kenapa ma?" Tanya Andra heran ketika melihat ruang keluarganya sudah di penuhi kerabat kerabat terdekatnya yang juga terlihat sedih, bahkan oma sudah tidak sadarkan diri di antara kerumunan orang.
Varo menghampiri kakaknya yang terlihat bingung karena tidak mendapat jawaban apapun Dari mamanya.
"kak" ucapnya lirih di susul air matanya yang mulai berjatuhan
"kenapa Al? kenapa mereka semua menangis" tiba tiba ketakutan muncul di hatinya
"papa kak" tidak dapat meneruskan kata katanya
"Ma!! kenapa dengan papa? papa baik baik saja kan?" mama menggeleng Dan berkata sangat pilu
"Papa meninggal sayang"
Deg... hatinya bagai tertusuk pedang yang sangat tajam, baru beberapa jam dia berpisah dengan papanya saat sarapan bersama pagi tadi, dan sekarang dia di kejutkan dengan kabar yang mengatakan bahwa papanya sudah meninggal. hatinya hancur berkeping keping.
"mama bercanda kan? papa baik baik saja pagi ini" menggoyang tubuh mamanya yang Masih terisak
"papa kecelakaan nak" mengusap lengan anaknya menguatkan.
Bruuk... Andra ambruk di hadapan mamanya, dia Masih tidak Percaya dengan apa yang dikatakan mamanya, mama memeluk erat kedua anaknya yang tengah terisak karena kehilangan sosok yang sangat mereka sayangi Dan banggakan.
Pak Hardi bukan hanya seorang suami yang baik bagi mama bella, tapi juga sosok ayah Dan teman yang baik bagi anak anaknya. kenangan Manis di antara mereka berkelebat bagai rentetan film yang tengah di tayangkan.
Buliran Kristal bening perlahan mengalir tak terbendung di wajah tampan Andra, bagaimana bisa dia kehilangan sosok ayah yang sangat dia sayangi secepat ini. batinnya.
"Dimana papa sekarang ma? dimana?" teriak Andra Masih ingin membuktika. bahwa perkataan mamanya tidak lah benar, karena dia tidak melihat jenazah papanya berada disana
Belum sempat mama menjawab, sudah terdengar suara ambulan memasuki halaman rumah mereka, Mereka serempak menoleh Dan beranjak menuju keluar rumah. ternyata Ambulan itu yang membawa jenazah papanya yang sudah siap di makamkan, tangis mama semakin pecah ketika melihat suaminya sudah tak bernyawa, Andra mencoba setegar mungkin untuk menguatkan mama Dan keluarganya.
Meskipun Saat ini Andra benar benar merasa kehilangan Dan tengah membutuhkan sosok Kinar yang selalu mampu menghibur dirinya. Dia berharap Kinar Dan keluarganya segera datang kerumahnya.
Kinar, kamu pasti datangkan. batinnya.
Sebelum proses pemakaman di lakukan, keluarga Pak Hermawan datang Tanpa adanya Kinar.
"Yang sabar ya nak" ucap pak Hermawan ketika melewati Andra yang berdiri tak berdaya
"Kinar dimana om?" Tanya Andra setelah mengangguk dengan tabah
__ADS_1
"Sebentar lagi sampai, dia tadi Masih keluar mau ketemu teman katanya" balas pak Hermawan
"Kami mendengar kabar tepat setelah Kinar pergi Dan ponselnya ketinggalan di rumah" lanjut papa Kinar.
setelah menepuk beberapa Kali bahu Andra, papa Kinar berlalu menghampiri mama bella Dan oma yang sudah siuman. istrinya sudah lebih dulu menghampiri mereka Dan memberi kekuatan untuk mama bella yang terus menangis.
"Semua sudah jalannya, kamu harus tabah bell. demi anak anak mu" ucap pak Hermawan ketika sudah berada di dekat mereka. Mama mengangguk Dan menoleh ke arah anak anaknya yang juga sedang terpuruk.
mama bella sudah tidak menangis lagi Dan menghampiri anaknya, memberi kekuatan untuk mereka sampai saat Acara pemakaman selesai di laksanakan
Namun sampai menjelang malam Kinar tidak terlihat sama sekali, Andra benar benar frustasi. saat ini dia ingin sekali menumpahkan semua kesedihannya pada wanita yang sepenuhnya mengambil alih hatinya itu.
Sampai teman yang cukup dekat dengan Kinar datang, Mayra. Salah satu teman Kinar Dan Andra saat mereka di bangku SMA dulu, dia juga termasuk Salah satu wanita yang sangat mengidolakan Andra. Namun karena kehadiran Kinar selama ini tidak memberi sedikit ruang untuk mendekatinya.
"Aku turut berduka cita ya ndra" ucapnya di hadapan Andra, dengan gayanya yang sok terlihat sedih dia mencoba Menarik perhatian Andra
namun Andra hanya mengangguk tak menghiraukan dia sama sekali. Dia Masih sibuk menunggu seseorang yang sangat dia nantikan kehadirannya.
"Kinar ga dateng ya" ucap Mayra seketika
"Tadi aku lihat Kinar lagi berdua dengan Febri sepupu kamu itu, di bar tempatku bekerja" lanjutnya tentu membuat Andra tersentak
Bagaimana gadis bodoh itu bisa pergi berdua dengan Febri. Andra meyambar kunci mobilnya, tak menghiraukan teriakan Mayra yang memanggilnya. Dia yang mengetahui letak Bar yang di sebut Mayra Tanpa berfikir panjang dia melakukan mobilnya dengan kecepatan di luar batas.
Sudah hampir satu jam Kinar menunggu seseorang yang bahkan tak terlihat batang hidungnya
"Febri pasti ngerjain aku deh" melihat kembali jam tangannya yang sudah menunjuk hampir jam 5 sore
"pulang saja Kali ya" setelah berpikir cukup lama, Kinar yang hendak beranjak di hentikan oleh Febri yang baru saja sampai.
"Kinar kamu sudah datang?" Tanya Febri padahal dia tau Kinar sampai lebih awal, karena ingin mengukut waktu dia tidak segera menemui gadis itu
"aku hampir satu jam loh nungguin kamu" menunjuk nunjuk jam di tangannya. "mana HP ketinggalan lagi" lanjut Kinar Dan membuat Febri berbinar bahwa Kinar tidak akan mendapat kabar kematian pamannya dengan cepat.
"Kamu bicarain apa sih?" Tanya Kinar penasaran. karena dia seperti orang bodoh yang menuruti perkataan pria seperti Febri.
"jangan buru buru dong, gimana kalau kita minum dulu" Tanpa persetujuan Kinar Febri sudah memanggil pelayan. Febri memesan Alkohol untuk minumannya Dan jus semangka kesukaan Kinar.
bagaimana dia bisa tau. batin Kinar yang merasa tidak sedekat itu sampai Febri tau minuman favorite dia.
"Makasih ya mbak" ucap Kinar ketika minuman mereka sampai.
__ADS_1
"Kinar, ternyata kamu sangat cantik" ucap Febri Dan menegak minuman Alkohol nya
"Febri ga usah basa basi deh, aku Masih ada janji setelah ini" Kinar sudah merasa kesal
"Dengan kak Andra kan? aku yakin dia tidak akan datang?" jawaban Febri membuat Kinar berkerut kening
"Apa maksud kamu?"
"ga ada, aku yakin aja kak Andra tidak akan datang" ucapnya Dan mendekatkan tubuhnya pada tubuh Kinar.
"kamu mau?" menyodorkan Alkohol ke depan wajah Kinar, baunya yang menyengat membuat tangan Kinar reflek menepis Alkohol di tangan Febri Dan tumpah di baju Kinar.
"Febri kamu apa apan sih" mendorong tubuh Febri sekuat tenaga agar menjauh Darinya, tapi karena kekuatannya yang berbeda Febri berhasil menjatuhkan Kinar di sofa yang mereka duduki.
"Kinar ayolah... apa yang kurang dariku? aku tidak kalah tampan Dan kaya seperti kak Andra" Masih mencoba mengunci tubuh Kinar yang sudah ada di bawah tubuhnya
"Febri stop" sudah mulai tidak memberontak, tetapi kemarahan Kinar tergambar jelas di wajahnya
Drrrttt... HP Febri berbunyi, dia merogoh kantong celananya Dan melihat ada pemberitahuan Dari Mayra.
Andra sudah memasuki bar. begitu isi pesan yang dikirim Mayra. ternyata mereka berdua bersekongkol untuk sailing mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Febri tersenyum penuh arti, saat melihat bayangan Andra melintas Febri tak segan segan meluncurkan aksinya dengan mencium paksa Bibir Kinar yang tengah berbaring tepat saat Andra menemukan keberadaan mereka.
"Kinar" teriak Andra memenuhi ruangan privat dimana Kinar berada sekarang.
Kinar yang mengetahui pemilik suara mendorong tubuh Febri sekuat tenaga.
Kinar reflek berdiri Dan mengusap bekas Bibir yang dicium Febri barusan. entah kenapa Kinar merasa seperti ketahuan selingkuh.
"Andra, ini tidak seperti yang kamu lihat" mencoba mendekati tubuh Andra yang gemetar karena marah. Namun Andra menepis tangan Kinar yang mencoba untuk memegangnya.
Andra mendekati Febri Dan melayangkan tinjunya tepat dipipi kanan Febri.
"Beraninya kau menyentuh dia" sekali lagi berhasil melayangkan tinjunya
"kenapa kau disini? pemakaman nya sudah selesai?" Febri mencoba bangkit Dan tersenyum mengejek
pemakaman? pemakaman siapa?. batin Kinar.
"Andra hentikan" Kinar mencoba melerai keduanya tapi tidak berhasil sampai Andra benar benar puas melampiaskan kemarahannya
__ADS_1
Andra Menarik tangan Kinar keras, menuju lorong bar dengan lampu yang sedikit temaram. wajahnya yang tampan terlihat sedikit acak acak kan.