
sudah satu minggu lebih, Kinar menjalani hari harinya dengan sangat tenang setelah tidak bertemu dengan Andra, pekerjaan Dan jadwal kuliahnya terlaksana sesuai jadwal yang sudah dia susun. Kinar sudah melupakan Andra yang Masih terus menunggunya pulang ke rumah mereka.
Sampai malam itu Mama bella berkunjung ke rumah baru mereka. ini pertama kalinya dia berkunjung setelah hampir satu bulan anaknya menikah.
"Apa Nona muda belum kembali sejak malam itu bi?" Tanya mama bella setelah melihat keadaan rumah yang sepi
"Iya nyonya, Nona muda sudah tidak pulang selama beberapa hari terakhir" jawab Salah satu pelayan di rumah
"Lalu tuan muda kalian dimana?" mereka enggan menjawab karena sudah beberapa hari Andra juga sering pulang larut dalam keadaan mabuk.
"Tuan muda ada di atas nyonya, semenjak kepergian Nona. tuan sering pulang sangat larut dalam keadaan mabuk" jawab pelayan, mau tidak mau mereka harus mengatakan kebenarannya.
Mama bella menggeleng tak mengerti apa yang terjadi pada anaknya Dan menantunya itu.
"Ya sudah siapkan makan malam, aku akan membuat Nona kalian pulang" mereka mengangguk Dan bubar melakukan yang di perintah mama bella.
Mama mengambil ponsel, Dan mencari kontak Kinar.
"Hallo Kinar" ucap mama setelah teleponnya tersambung
"Iya ma ada apa?" Tanya Kinar penasaran
"Mama ada di rumah kamu nih, kok belum pulang sayang. padahal mama mau makan malam bareng kamu Dan Andra" Kinar tidak menjawab, sebenarnya dia Masih tidak mau pulang kerumah yang sudah seperti neraka baginya
"Hallo sayang, kamu Masih disana kan?" ucap mama setelah tidak mendapat respon Dari Kinar
"Iya ma, sebentar lagi Kinar pulang ma" jawab Kinar, sepertinya malam ini dia terpaksa harus kembali
"baiklah, mama tunggu ya sayang " panggilang berakhir dengan wajah Kinar yang tampak lesu. baru saja dia merasa tenang, malam ini harus kembali bertemu dengan seseorang yang selalu membuat dirinya marah.
"Nona" Panggil Indri
"Ada apa?" Kinar menoleh saat sekertarisnya mengajaknya berbicara.
"Jika Nona tidak ingin pulang, saya bisa memberi Alasan pada mertua Nona" ucapnya karena melihat Kinar yang tampak tak bersemangat
"Sudahlah. mungkin sudah saatnya juga aku pulang" jawab Kinar. "Yasudah ayo antar aku pulang" Lanjutnya Dan merapikan meja kerjanya
************
__ADS_1
"Mama, kapan sampai?" ucap Andra yang baru menuruni tangga
"Sudah Dari tadi siang" ketus mama
"Kamu bukannya ke Perusahaan malah enak enakan santai di rumah, mana istrinya tidak pulang pulang lagi" Lanjut mama Masih kesal. Andra yang baru saja melupakan Kinar, kini kembali teringat pada wanita itu
Andra duduk dengan wajah lesu di samping mamanya.
"Kalian kenapa sih?" Tanya mama. "bukannya Masih kangen kangenan setelah lama tidak bertemu, eh ini malah bertengkar terus. pernikahan saja Masih seumuran jagung, tapi tidak ada akur akurnya" lanjut mama heran
"Gapapa ma" jawab Andra bohong
"cerita dong sama mama, mungkin mama bisa ngasih solusi" bujuk mama
"Andra sudah dewasa ma, aku bisa mengurus rumah tangga ku sendiri " Masih menolak menceritakan yang sebenarnya sama mama
"Bisa ngurus keluarga gimana, istri kamu saja Masih mama yang harus membujuk dia" ucap mama saat mendengar Mobil Kinar memasuki halaman rumah.
"Kinar sudah sampai?" mama memeluk erat tubuh Kinar. Kinar juga membalas pelukan hangat mama. sudah beberapa hari tidak bertemu Kinar semakin cantik di mata mama bella Dan juga Andra,
"Bagaimana kabar mu sayang?" Tanya mama sambil menuntun menantunya ke meja makan
"Anak mama tidak membuat kamu marahkan?" bertanya meskipun dia sudah tau kebenarannya.
untuk apa mama Masih bertanya, bukankah mama sudah memasang mata mata untuk kami? apa dia sedang memgujiku?. Batin Kinar
"Biasa ma, sudah seperti sifatnya selama ini, jadi Kinar tidak terlalu memperdulikannya" jawaban jujur Kinar, sedikit menyinggung hati mama bella. biar bagaimanapun Kinar tidak menutupi rumah tangga mereka.
Andra sudah mulai emosi lagi mendengar perkataan Kinar. namun dia mencoba menahannya karena Masih ada mamanya disana.
"Maafkan anak mama ya sayang, dia memang begitu" ucap mama mengesampingkan egonya yang sedikit tersinggung demi anaknya, lagian mama juga membenarkan apa yang di katakan Kinar.
Akhir akhir ini mama bella juga sering mendengar Dari pelayan yang dia kirim marah marah untuk memata matai anak Dan menantunya itu mengatakan bahwa Andra sering marah marah tak jelas, yang menyebabkan Kinar tidak pulang beberapa hari terakhir.
Dan lebih parahnya, setelah Kinar tidak pulang Andra semakin sering menyentuh Alkohol Dan jarang masuk ke Perusahaan. padahal Dia Masih belum lama menjabat disana.
"Tidak apa apa ma Kinar sudah biasa" jawab Kinar, sekarang mereka bertiga sudah duduk di meja makan.
"Bisa tidak kalian jangan terus membahas tentang aku" Hardik Andra sudah mulai panas kedua wanita di depannya seolah mengorek keburukannya.
__ADS_1
"mama Lihat sendiri kan, dia sering marah marah tidak jelas" Kinar berdecak kesal.
kalian ini suami istri apa musuh sih, ada mama sekalipun kalian tidak mencoba akur untuk menyenangkan mama. mama menggeleng , untung dia sudah membawa persiapan perang terlebih dahulu. dia tau bagaimana cara mendekatkan menantu Dan anaknya yang sama sama keras kepala
"Sudah sudah, ayo makan malam dulu. nanti ada yang mau mama bicarakan" ucap mama. Dan semuanya mulai hening menikmati makan malam mereka. Kinar mencoba tidak peduli dengan pandangan penuh tanda Tanya Dari tatapan Andra. dia hangan ingin menikmati makan malam Dan melewati malam ini dengan tenang.
***********
"Mama mau membicarakan apa?" Tanya Andra penasaran, mereka sudah kembali keruang utama.
Mama tidak menjawab, tetapi malah menyodorkan sebuah tiket liburan untuk Dua orang
"Apa maksudnya ini ma?" Tanya Andra penasaran. Kinar yang tak kalah penasaran mengambil Salah satu tiket yang mama sodorkan.
Liburan ke Bali? untuk apa?. Batin Kinar penasaran
"Mama sudah menyiapkan hotel untuk kalian berdua disana" ucapan mama membuat Andra Dan Kinar semakin tak mengerti
"Jadi bersenang senang lah di saat saat bulan madu kalian, apalagi pulang dengan membawa kabar tentang cucu mama"
"Apa?" ucap Andra Dan Kinar serempak
Bulan madu? apa tidak terlalu membuang buang waktu dengan hubungan kami yang seperti ini?. batin keduanya juga kompak
"Tapi ma, kayaknya Kinar tidak bisa. apalagi keberangkatannya besok" Kinar sudah mulai memikirkan cara untuk membatalkan rencana mama
"Kenapa tidak bisa sayang, kamu kepikiran soal pekerjaan? mama sudah bicarakan dengan papa mu, dia yang akan menghandle semua pekerjaan kamu selama masa bulan madu kalian" mama tidak kalah cepat menggagalkan rencana Kinar yang ingin membantah.
"Kalau kamu tidak Percaya, kamu bisa tanyakan dengan papa mu!" Kinar diam tidak menjawab. kalau sudah seperti itu, dia yakin ucapan mama tidak lah main main
Kinar mencoba meminta bantuan pada Andra. dia melirik pria di sampingnya. tapi Andra angkat bahu seolah tidak peduli dengan kesulitannya.
Apa dia benar benar mau melakukan bulan madu ini?. batin Kinar
"Kalau kalian sudah setuju, kalian tinggal berangkat besok jam 8"
"tapi ma. Kinar sama An..." menggantung ucapannya yang Masih memanggil Andra dengan namanya. "Maksud Kinar mas Andra. kami belum menyiapkan apa apa" sergah Kinar
"kamu tenang saja, mama sudah menyuruh pelayan membereskan barang barang kalian" sekali lagi Kinar kalah cepat. Dia memilih diam Dan pasrah dengan semua usul mama.
__ADS_1