Cinta Di Balik Kebencian

Cinta Di Balik Kebencian
Rencana Pernikahan (2)


__ADS_3

Senja sudah berganti malam, jalanan yang biasanya padat sedikit melenggang akibat derasnya hujan yang menyapu kota Jakarta, hembusan angin malam yang bercampur dinginnya hujan cukup menyengat di persendian.


Kinar menutup rapat jendela mobilnya, dia sudah menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang selalu disiapkan oleh Indri. Karena dia tau bahwa Kinar memang tidak betah dengan Hawa dingin.


Perjalanan Masih cukup memakan waktu, karena letak Perusahaan Dan rumah utama memang sedikit berjarak. Mungkin setengah jam lagi mereka akan sampai.


Di rumah, mama Dan papa Kinar sudah menunggu dengan sangat bahagia, beberapa Makanan mewah sudah mereka siapkan.


sampai akhirnya Mobil Kinar terlihat memasuki gerbang. Karna sangat antusias mama menyambut putrinya dengan pelukan hangat Dan membawa putri satu satunya itu ke dalam rumah. Indri mengikuti nonanya, dia juga sudah sangat dekat dengan keluarga Hermawan.


"Gimana pekerjaan kamu sayang?" Tanya papa Hermawan.


"Lancar pa" balas singkat putrinya


"Pulanglah jika merasa lelah, jangan terlalu memaksakan dirimu"


"Iya pa, papa Kan juga Masih sering ngawasin Kinar" jawaban Kinar membuat Hermawan terbelalak, dia cukup takjub dengan kejelian putrinya.


Walaupun seorang wanita, tingkat kewaspadaannya tidak bisa diremehkan


"Anak papa ternyata sudah benar benar dewasa" mengelus kepala putrinya Dan di sambut pelukan hangat mama.


"Ya sudah, ayo kita makan malam" ajak mama


"Indri juga makan malam ya" lanjut mama beralih pada sekertaris anaknya


"Baik nyonya" menganggukkan kepala Dan mengikuti orang tua Kinar ke arah meja makan


Disana sudah tersedia beberapa Makanan kesukaan Kinar Dan mama juga tidak lupa menyiapkan Makanan kesukaan Indri yang selama ini selalu berada di samping anaknya.


"Makan yang banyak" mama mengambilkan beberapa lauk untuk Kinar. "Indri juga ya"


"Tidak usah nyonya, saya ambil sendiri" sergah Indri cepat merasa tidak nyaman saat mama mulai mengambilkan Makanan kesukaan Indri.

__ADS_1


"Tidak papa, jangan anggap kami orang luar" senyum mama melepaskan tangan Indri Dari tangannya Dan membiarakan wanita paruh baya itu melakukannya.


Terimakasih Nona, nyonya Dan tuan besar. Saya merasa seperti memiliki keluarga kembali. Batinnya tersenyum melihat kehangatan keluarga Hermawan.


"Oiya ma, mama mau bicara apa?" Disela Sela makannya, Kinar sudah tidak bisa menutupi rasa penasarannya.


"Emm... Tidak ada sayang. Mama sama papa cuma lagi rindu aja sama Kinar" mama sepertinya sedang mencari topik pembicaraan yang tepat untuk menanyakan sesuatu pada putrinya


"Kalau mama mau menanyakan sesuatu, tanyakan saja. Mumpung Kinar masih ada disini" balas Kinar sambil terus melahap Makanan dipiringnya


Mama melirik ke arah papa, dia tersenyum meyakinkan mama. Entah apa yang ingin mereka bicarakan?. Gumam Kinan pelan


"Sayang.."


"Iya ma, kenapa si? Mau Tanya apa?" Makanan dipiringnya sudah tandas duluan.


"Kamu..." Masih terlihat ragu, mama menghembuskan nafas dalam. " Kapan nikah?" Lanjutnya, membuat Kinar yang sedang minum terbatuk batuk asking terkejutnya


"Mama apaan sih? kenapa nanyain Kinar kapan nikah?"


"Bukan begitu ma, menikah bukanlah Hal yang gampang, apalagi Kinar belum menemukan orang yang tepat" bantahnya


"Belum menemukan orang yang tepat, apa memang tidak pernah mencoba membuka hati untuk pasanganmu" mama juga sudah sering mendengar bahwa anaknya berpacaran dengan berbagai pria yang satu profesi dengannya. Karena Kinar tidak mau urusan pekerjaannya tercampur dengan Hal Hal pribadi. saat masa masa pacaran Kinar tidak pernah mau bertemu ataupun jalan bareng kalau bukan kerena Alasan pekerjaan.


Kinar Masih diam, tidak menjawab perkataan mama. Karena yang dikatakan mama memang sangatlah benar. Dia memang tidak pernah serius dalam Hal berpacaran.


"Mama sama papa sudah memilihkan laki laki yang tepat, Dan besok keluarganya akan kemari untuk melamarmu" perkataan mama tentu saja membuat Kinar Dan Indri terbelalak tidak Percaya


"Mama jangan bercanda deh" tertawa mencoba mencairkan suasana


"Mama serius Kinar" tatapan Dan raut wajah mama terlihat sangat serius. "Jadi malam ini kamu harus menginap disini" lanjutnya


"Ma... Kinar sudah punya pacar" akhirnya terlontar juga bahwa putrinya sudah punya pacar, namun Hal itu membuat papa yang Dari tadi diam saja, merasa tertantang dengan ucapan Kinar

__ADS_1


"Kalau kamu sudah punya pacar, bawa pacar kamu sekarang kesini, Dan suruh dia melamar kamu" akhirnya papa Hermawan sudah membuka suara


"Tapi pa, aku belum siap" sudah kehabisan kata kata ingin membantah. "Setidaknya biarkan aku melihat siapa calon suamiku" akhirnya mengalah karena melihat pandangan mama Dan papa yang sudah mulai sedikit emosi.


"Kamu kenal kok sama calon suami kamu, bahkan dulu kamu sangat dekat" mama sudah berbinar dengan kata katanya


"Siapa sih ma? Jangan buat Kinar penasaran deh"


"Andra Rahardian"


Dada Kinar berdetak sangat kencang, nama yang sudah sangat lama tidak dia ucapkan, namun memiliki tempat istimewa dalam hatinya. malam ini Mama mengatakan bahwa dia adalah calon suaminya.


bagaimana dia bisa Percaya, saat dia tahun seperti apa bencinya pria itu padanya.


tidak mungkin. Batinnya


"Mama jangan ngada ngada ah" Masih tidak Percaya dengan pendengarannya


"sudah kamu tidak usah banyak bicara, habis Ini cepat ke kamarmu Dan tidur" menghampiri putrinya Dan membawanya masuk ke dalam kamar. "Besok harus dandan yang cantik ya" Kinar Masih mematung ketika mamanya menutup pintu kamar


Terlintas sekali lagi kejadian yang membuat hubungannya dengan Andra retak. Dia yang membuat kesalahan yang menyebabkan Andra sangat sangat membencinya. walaupun tidak sepenuhnya bukan ada kesalahan Kinar, namun kesalah pahaman sudah menutup kata maaf Dari hati Andra


Sampai cukup malaml, Kinar tetap tidak bisa terpejam, Hujan di luar sudah berganti gerimis. Hawa dingin Masih menusuk tubuh Kinar yang sudah berlapisi selimut tebal. bayangannya masih berkelana ke masa masa saat dia Masih sangat dekat dengan Andra.


apa dia mau menikah denganku? apa dia sudah tidak marah dengan ku?. pertanyaan pertanyaan yang terus terlontar di hatinya. perlahan lahan menjadi pengantar tidurnya malam ini.


hingga wajah Andra menghiasi mimpinya saat ini, walaupun gambaran wajah itu sudah sedikit Samar, namun Kinar jelas sangat tau bahwa wajah itu yang selama ini dia rindukan dalam kesepiannya.


********


Pagi ini, dirumah utama disibukkan dengan persiapan persiapan untuk menyambut tamu yang akan datang hari ini. segala macam Makanan Dan minuman juga sudah siap di hidangkan.


Didalam kamar, Kinar sedang berdiri di depan cermin. memagut dirinya sesederhana mungkin, dia tidak mau terkesan sangat menginginkan pernikahan ini, walaupun dalam hatinya. dia tidak akan menolaknya.

__ADS_1


terdengar Mobil sudah memasuki halaman rumah Kinar, hatinya semakin berdetak kencang saat pelayan rumahnya meberi tahukan bahwa tamu sudah datang.


"Baiklah, sebentar lagi aku turun" ucapnya Dan mencoba menenangkan hatinya yang sudah tidak bisa dia kondisikan


__ADS_2