
Diruang keluarga, sudah terdapat keluarga kedua belah pihak, Dari pihak Andra terdapat mama bella, oma, Varo Dan Andra sendiri. Sedangkan di pihak Kinar hanya ada mama Dan papa Hermawan. Kinar sendiri belum terlihat batang hidungnya sejak tadi.
Kinar Masih sangat gugup, takut Hal yang tak di inginkannya terjadi. Seperti, bagaimana jika dia tiba tiba memeluka Andra di hadapan semua orang. Karena memang rindunya pada sosok Andra sudah sangat mendalam, sebisa mungkin dia harus mencegah Hal itu terjadi. Karena bagaimapaun saat ini Andra Masih sangat membencinya.
Sedangkan Andra yang dikenal sangat handal menyembunyikan ekspresi wajahnya. Terlihat jelas wajah laki laki itu sedikit gugup, sekali dia melirik setiap sudut ruangan, agar tidak terlihat jelas bahwa dia tengah menantikan sosok wanita yang Selama ini hanya ada dalam mimpi indahnya. Namun sayang, papa Hermawan menyadari gelagat calon menantunya itu.
"Nak Andra sedang mencari Kinar ya" Tanya papa Hermawan jelas Mengalihkan perhatian Andra yang sedikit merasa malu
"Ah tidak Om" jawabnya setenang mungkin
"Maaf ya, Kinar memang suka begitu. Kalau dandan cukup lama" ucapan pak Hermawan di sambut tawa oleh oma Dan mama bella
"Tak apa pak Hermawan, anak gadis memang kadang seperti itu" jawab oma di selingi senyum dipipi keriputnya
"Nak Andra. Sudah lama sekali ya tidak bertemu" sapa mama
"Iya tante"
"Nak Andra makin tampan aja setelah kembali Dari Amrik". Andra hanya menjawab melalui senyum sopan di wajahnya
"Van, tolong paggilkan Nona" Irvan kepala pelayan yang berdiri tidak jauh Dari mereka mendekat Dan menjawab
"Baik tuan" Irvan berlalu menaiki tangga menuju kamar Kinar
"Nona" panggil Irvan sambil mengetuk pintu kamar.
"Ada apa pak?" Tanya Indri melihat pak Irvan di depan pintu
"Nona sudah siap?"
__ADS_1
"Sebentar lagi"
"Baik, cepatlah bersiap Dan segera turun ke bawah. Semua orang sudah menunggu Nona muda" lanjutnya
"Baik pak"
Setelah pak Irvan menunduk hormat orang itu berlalu menuju ruang keluarga.
"Nona, sudah saatnya turun ke bawah" Kinar Masih tidak bergerak, tarikan nafas berat terdengar beberapa Kali.
"Baiklah, ayo" .
*****
"Kinar sayang, kemari" panggil mama setelah melihat anaknya menuruni tangga.
Sama seperti yang lain, Andra yang selama ini tidak mau mendengar kabar apapun tentangnya merasa sangat takjub dengan perubahan gadis yang tengah berjalan ke arahnya
"Selamat pagi tante, oma" memberi Salam pada kedua orang tua yang duduk di seberang papa Dan mamanya.
Kinar Dan Indri duduk di sofa sebelah mama Dan papa Hermawan lebih tepatnya berhadapan dengan Andra Dan varo.
Calon istri kak Andra ternyata cantik, Dan siapa di sebelahnya. Sepertinya di cukup jutek. Varo
Jadi dia pria yang ada dalam foto yang sering Nona lihat diam diam ketika mau tidur. Batin indri yang sama sekali tidak peduli pada seorang yang sedang menatapnya.
Kinar sama sekali tidak melihat ataupun melirik Andra yang sedari tadi menatap kearahya, Kinar sibuk dengan pertanyaan oma Dan mama bella seputar pekerjaannya.
"Wah, oma tidak Salah memilihkan jodoh untuk cucu oma yang bandel ini. Kamu tipe wanita pekerja keras persis seperti mama Andra dulu" timpal oma yang di sambut senyum ramah Dari Kinar
__ADS_1
Saat Kinar Memandang ke arah Andra, tatapannya bersirobok dengan tatapan Andra. Keduanya menaptap penuh arti.
Ternyata kamu Masih tidak berubah seperti dulu, dingin Dan sulit di dekati. Dulu hanya padaku kamu tidak menatapku dengan tatapan seperti itu. Kinar
Kamu semakin cantik setelah sekian lama tidak bertemu, Kinar selama ini aku sangat merindukanmu. Andra
Tatapan Kinar tidak kalah sedingin bongkahan salju milik Andra. Membuat kedua orang tua mereka sedikit canggung. Mereka pikir keduanya akan seakrab dulu setelah sekian lama tidak bertemu.
"Bagaimana kalau kita sarapan dulu" ucap mama Mengalihkan perhatian
"Pak Irvan, makanannya sudah siap kan?" Beralih pada pak Irvan yang masih tidak beranjak Dari tempatnya
"Sudah nyonya"
"Baiklah. Kak bella sama oma Mari" ajak mama pada kedua calon besannya
"Ma" Kinar berdiri Dari duduk nya
"Kinar sarapan di ruang kerja ya" melihat sekilas jam di Hpnya. "Sebentar lagi ada meeting yang harus aku handle sendiri" lanjutnya menatap oma Dan mama bella
"Maaf ya tante oma, Kinar tinggal sebentar, nanti Kinar nyusul" menunduk memberi hormat Dan hendak beranjak setelah mendapat izin Dari keduanya. Namun tangan mama menghentikan langkahnya
"Sayang" ucapnya lirih, dia merasa tidak enak dengan oma Dan mama bella walaupun sudah memberi izin pada putrinya
"Mama please" memegang tangan mama memelas meminta pengertian di Balik tatapannya. Hanya mama yang tau betapa menderitanya anak semata wayangnya setelah kepergian Andra ke Amerika. Dia fikir dengan perjodohan ini akan membuat anaknya kembali ceria seperti sebelumnya. Tapi melihat tatapan Kinar yang sudah tampak berkaca kaca, mama mengalah Dan membiarakan anaknya meninggalkan mereka.
Mama tau bahwa meeting hanyalah Alasan, yang sebenarnya Kinar hanya ingin menghindar saat ini untuk meluapkan isi hatinya. Saat menuju ruang kerjanya Tanpa dia sadari buliran air matanya jatuh di pipi halusnya.
"Tunggu disini, aku lagi ingin sendiri" ucap Kinar saat sudah sampai di depan pintu ruang kerjanya, tidak menunggu jawaban Indri Kinar sudah berlalu menutup pintu.
__ADS_1