
"Maaf tuan, Bu Kinar hari ini tidak datang ke Perusahaan" ucap resepsionis ketika Andra datang
"begitu ya" Andra sedikit cemas Dan bingung. "Kalau bu Kinar datang tolong hubungi saya ya" menyodorkan kartu nama pada resepsionis wanita di depannya.
waaah, ternyata pria ini penerus R-Wijaya Group, tampan sekali. Batin sang resepsionis sudah tidak menghiraukan Andra yang sudah pergi.
Andra kembali menancap gasnya, dia sudah kehilangan arah, Tempat apartmen bahkan nomor teleponnya saja dia tidak tau.
"Mama, aku rasa mama pasti tau" gumam Andra di tengah kebingungannya. Dia memutar Balik Mobil yang berlawanan arah dengan rumahnya
sungguh Kinar, aku tidak mau kehilangan kamu. Batinnya Dan berharap akan segera menemukan Kinar. Mobil melaju dengan kecepatan di luar batas, Andra sudah tidak peduli lagi akan keselamatannya sendiri. yang dia pikirkan sekarang hanya ingin segera menemukan Kinar, Dan meminta maaf padanya.
Andra sudah berlari menemui mamanya yang tengah duduk di ruang keluarga dengan oma, mereka terlihat sedang mengobrol. mama heran melihat kedatangan Andra dengan wajah yang tidak bisa di tebak.
" Ma" panggil Andra Dan duduk di sebelah mamanya
"Kamu kenapa?" Tanya mama penasaran.
"mama tau alamat apartemennya Kinar tidak?" Tanya Andra Tanpa basa basi lagi
"kenapa nanyain alamatnya apartemen Kinar?" Tanya Balik mama lebih penasaran lagi
"Bukannya Kinar lagi sakit ya di rumah, kenapa bukannya di jagain tapi kamu malah keluyuran kemari" cerocos mama.
"sudah mama!! jangan Tanya Balik, mama tau apa tidak?" tegas Andra
" mama tidak tau alamat apartemen Kinar, dia itu wanita yang sangat waspada. bahkan sama mama yang dulu sering bareng dia pantang banget cerita dimana dia tinggal" ucap mama menjelaskan, Andra tiba tiba semakin khawatir
__ADS_1
Bagaimana kalau aku tidak bisa menemukan dia. Batin Andra semakin merasa cemas.
"Nomor teleponnya Kinar mama punya kan?" Tanya Andra lagi semakin membuat mama kebingungan.
"Kamu kenapa sih? istri dirumah tapi sibuk minta nomornya sama mama. Kinar benar benar sakit kan disana?" mama sudah sedikit curiga padanya.
"atau jangan jangan Kinar kabur lagi ya Dari rumah. makanya kamu sibuk nyariin dia. iya kan Andra?" mama sudah mengarang spekulasinya sendiri.
"Andra, apa yang mama kamu katakan itu benar?" Tanya oma yang sedari tadi diam saja sambil melihat lihat majalahnya, dia kaget mendengar Kinar kabur Dari rumah menantunya
"Dan apa kata mama kamu, kabur lagi? memang dia pernah kabur?" Tanya oma lagi
"Oma, ceritanya panjang. Andra tidak bisa cerita sekarang" jawab Andra lesu
"Jadi benar Kinar kabur lagi?" Tanya mama meminta kepastian Dan Andra hanya mengangguk kan kepalanya memberikan jawaban yang jelas pada mama Dan omanya.
"Apa!! kok bisa Kinar memberikan inj sama Kamu?" mama Dan oma terlihat syok. pasalnya, umur pernikahan Andra Dan Kinar Masih sangatlah muda. tapi kenapa secepat itu pernikahan mereka sudah berada di ambang perceraian.
"Jadi Kinar tidak benar benar sakit?" Andra hanya kembali menganggukkan kepalanya.
"Kamu tenang saja, nanti mama akan menghubungi mamanya Kinar" Mama mencoba menenangkan anaknya yang terlihat sangat cemas.
Sedangkan orang yang Dia cemaskan sudah berada di ruang tunggu VIP bandara. menunggu Indri yang akan membawa perlengkapannya selama satu bulan ke depan. Kinar berencana akan tinggal sejauh mungkin Dari Kota Jakarta, agar dia bisa terlepas Dari semua orang yang mengikatnya.
Kinar akan tinggal di Bali sebelum keberangkatannya ke Paris. jadi selama seminggu dia akan tinggal di kota bule tersebut. tempat yang seharusnya dia datangi hari ini Dan akan menjadi tempat bulan madunya dengan Andra, kini menjadi tempat persembunyian baginya.
Kinar bukanlah sedang menghindar, lebih tepatnya dia tidak mau keputusannya goyah jika berada di Jakarta saat ini.
__ADS_1
Kinar sudah menon-aktifkan teleponnya, agar siapapun yang mencoba membujuknya tidak akan dapat mempengaruhinya.
Semoga keputusan yang ku ambil hari ini sudah tepat. Batinnya.
Kejadian pagi tadi kembali terlintas di kepalanya. bagaimana Andra merengkuhnya saat itu, meskipun tidak bisa di pungkiri bahwa Kinar juga merasakan kenikmatan di dalamnya, tetapi Kinar tidak suka dengan apa yang dilakukan Andra yang memaksanya tanpa adanya cinta diantara mereka.
karena yang dia tau, Andra Masih sangat membencinya. disana hanya Kinar yang Masih memendam Cinta untuk Andra, tapi tidak sebaliknya. Begitu yang di pikirkan Kinar.
...****************...
"Bagaimana ma?" Tanya Andra setelah mamanya baru selesai menghubungi mama Kinar
"Sepertinya kamu harus lebih bersabar lagi" ucap mama yang juga tampak lesu
Deg. Hati Andra benar benar pilu jika harus kehilangan sosok Kinar untuk yang ke Dua kalinya.
"Mama Kinar bilang, kalau dia lagi marah sama mama papanya dulu dia juga sering kabur ke luar negeri untuk waktu yang lama Dan itupun dengan Alasan pekerjaan" lanjut mama
"Tapi mertuamu bilang dia akan membantu mu Dan menitip Salam, maaf kalau Kinar merepotkan mu. begitu katanya" Mama mencoba menenangkan anaknya
"sebenarnya apa yang terjadi pada kalian?" Tanya oma, Andra tidak menjawab. dia membayangkan apa yang terjadi tadi pagi antara dirinya Dan Kinar.
Dan Andra dapat menebak bahwa Hal itulah yang menjadi surat perceraian itu ada dalam tangannya saat ini.
Siaaalll.. seharusnya aku harus bisa mengendalikan Hal itu Dan ini semua tidak akan pernah terjadi. Batin Andra berteriak. dia lupa akan perjanjian yang sudah dia sepakati dengan Kinar Dan kejadian tadi pagi membuat Andra sangat menyesalinya.
"Ma, aku harus mengejar Kinar keluar negeri Dan mengubah keputusannya" ucap Andra
__ADS_1
"Kamu mau kemana sayang? Kinar itu bukanlah wanita biasa, dia wanita yang bisa melakukan apapun, siapapun tidak akan bisa menemukan keberadaan nya" jawab Mama bella, dia sangat mengetahui bagaimana sifat menantunya yang sangat waspada Dan berhati hati saat bertindak. Andra kembali bersandar, sepertinya dia sudah tidak memiliki harapan apapun selain mertuanya sekarang.