
Setelah selesai makan malam, Kinar Dan Andra masuk ke dalam kamar mereka, begitu pula dengan Indri Dan mama bella yang juga masuk ke kamar mereka masing masing.
Atmosfer di dalam kamar Kinar terasa sangat berbeda setelah ungkapan maaf Dan penyesalan Akhirnya terucap Dari Bibir Andra
Mereka diam membisu, tak ada yang ingin memulai pembicaraan. Kinar Dan Andra duduk di tepi ranjang. Sesekali Andra terlihat mencuri pandang pada gadis di sampingnya. Namun tidak dengan Kinar, dia enggan walau hanya ingin mengintip pria itu lewat ekor matanya.
Ungkapan Andra yang tiba tiba, Masih tidak bisa ia cerna dengan baik setiap ungkapan yang sudah pria itu ucapkan padanya.
Aku tau kamu Masih belum bisa memaafkan ku. Tapi aku tidak akan menyerah. Aku tidak mau kehilangan kamu untuk kedua kalinya. Batin Andra, kini dia tidak lagi mencuri pandang gadis itu, dia menatap lembut gadis yang selalu mengisi relung hatinya selama ini.
"Kinar" walau gugup Andra mencoba mencari topik agar mereka tidak merasa canggung.
"Heemm?" Kinar reflek menoleh mendengar namanya di panggil. Tatapan mereka beradu, tatapan Andra yang teduh menusuk ulu hati Kinar. Dia merasakan debaran di jantungnya yang tak menentu, cukup lama Kinar Memandang tatapan lembut yang sudah Hilang di hidupnya Dari sosok pria ini.
Namun Kinar segera berpaling, memutuskan tatapan mereka secara sepihak Dan menunggu apa yang ingin di katakan Andra
"Ada apa?" Tanya Kinar akhirnya.
"Tidak, tidak ada" jawab Andra yang merasa sangat gugup Dan mulai kehilangan pembicaraan yang tadi dia susun
"Eemm apa kau sudah mengantuk?" Tanya Andra
"Eemm tidak" jawab Kinar datar. "Kenapa?" Lanjutnya
"Kau mau menonton?" Tanya Andra, dia berharap bisa menghabiskan waktu malam ini dengan Kinar. Walaupun tidak melakukan Hal apapun, meskipun hanya menonton bareng, Andra ingin sekali melakukannya dengan Kinar
"Boleh. Mau nonton apa?" Kinar setuju lagian rasa kantuknya tak kunjung datang
"Gimana kalau nonton drakor?" Tanya Andra. Kinar terkekeh mendengar pertanyaan Andra.
"Ada apa?" Menaikkan satu alisnya penasaran
"Tidak tidak" Kinar menggeleng. "Sejak kapan kamu menyukai drama drama kayak gitu?" Lanjutnya. Andra tampak bingung mau menjawab
__ADS_1
"Sebenarnya sih tidak suka, tapi yang aku tau. Kebanyakan cewek cewek suka banget drama drama Dari negara itu" jawab Andra sekenanya. Karena yang dia tau memang seperti itu.
"Sepertinya kau sudah berpengalaman ya nonton begituan sama cewek cewek" pertanyaan Kinar mengandung penuh arti, Hal itu malah membuat Andra semakin merasa bersalah
"Bukan seperti itu" Andra mulai gelagapan melihat tatapan Kinar yang penuh tanda Tanya
"Aku lihat mama ku sendiri suka banget tuh sama drama drama Korea, yaaa walaupun sudah sedikit berumur namun kesukaannya Masih tidak berubah" jawab Andra mencoba mencairkan suasana yang tadinya mulai menegang.
Yang di katakan Andra benar, Sejak dulu mamanya sudah sangat menyukai drama drama Korea. Katanya drama Dari sana ngena banget di ulu hatinya, sampai sampai mama terbawa perasaan. Akting yang hampir nyata, tidak lebai Dan berlebihan menjadi nilai plus tersendiri menurut mama.
Kinar juga mengetahui Hal itu, saat dia berkunjung ke Perusahaan R-Wijaya Group pernah mama suaminya itu kepergok sedang menonton drama kesukaannya.
"Tapi kalau kamu tidak mau menonton juga tidak apa apa" ucap Andra
"Sebenarnya aku juga suka sih drama drama Korea, sedikit" ucap Kinar. Selain disibuk kan dengan pekerjaan, Kinar hobi sekali menonton dram drama tersebut sebagai pelampiasan lelahnya .
"Oh iya?" Andra sudah berbinar. Pasalnya kata mama drama Korea kebanyakan bergenre romantis, mungkin Kinar nanti terbawa perasaan seperti mamanya.
mereka tengah memilih drama drama Korea yang menurut mereka bagus, tapi karena Andra tidak pernah menonton drama Korea, jadi dia menyerahkan pada Kinar apa yang mau dia tonton.
(Ada yang tau ga ya sama drama Korea yang satu ini? jika tau tulis do kolom Komenentar ya)
Kisah yang sangat mengharukan yang terkadang di bumbui Adegan lawak disana, namun Andra tidak terlalu memperhatikan drama tersebut. dia sibuk dengan Memandang Kinar di sampingnya.
"Kapan kau akan kembali?" Tanya Andra tiba tiba
Kinar Mengalihkan pandangannya menatap Andra. "Secepatnya, karena sebentar lagi hari ulang tahun mama" jawab Kinar Dan kembali menonton drama tersebut di laptopnya. Andra tampak terkejut karena dia baru mengetahui mertuanya akan berulang tahun
"Apa kau sudah menyiapkan hadiah?" Tanya Andra, berharap Kinar Masih tidak menyiapkan apa apa, Dan dia akan mengambil kesempatan untuk mengajak gadis itu berbelanja besok. namun tidak seperti yang di duga Andra, Kinar sudah menyiapkan banyak hadiah untuk mamanya termasuk untuk Andra yang dia rencanakan akan menjadi hadiah perpisahan Darinya.
"Sudah" jawab Kinar Tanpa menoleh ke arahnya
"Bahkan aku sudah menyiapkan hadiah perpisahan untuk mu yang tadinya akan aku berikan setelah kau menandatangani surat perceraian itu" lanjut Kinar Masih tak berpaling
__ADS_1
Andra menggaruk tengkuknya, dia benar benar sudah tidak bisa mengerti bagaimana sifat Kinar saat ini. wanita di sampingnya ini sudah sangat banyak berubah.
Sial... benar kata mama, dia memang wanita yang teliti Dan tidak akan pernah menyia nyiakan waktu. bahkan dia sampai sudah menyiapkan hadiah perpisahan untuk ku. Andra tersenyum canggung
"Apa kau Masih berniat untuk memberikan hadiah itu pada ku?"
"Jika kamu mau"
"Tidak, bukan kah kau sudah memberiku satu kesempatan?" Tanya Andra
Kinar mengangguk. "Jadi pergunakan kesempatan yang ku berikan dengan baik. jangan membuang buang waktu ku" jawab Kinar tegas
"Baiklah, jadi besok kau harus menemaniku?" Kinar tak menjawab, Dan menatap penasaran pada Andra
"Temani aku menyiapkan hadiah untuk mama. aku kan tidak tau apa barang kesukaan dia" ucap Andra seakan mengerti arti tatapan yang Kinar berikan padanya.
"Berikan apapun yang mau kamu berikan, mama akan menerimanya dengan senang " beralih lagi pada laptopnya
"Jangan gitu dong, aku kan hanya ingin menyiapkan hadiah yang akan membuat mama terkesan" lagi lagi membujuk
"kan aku sudah bilang, jangan membuang buang waktu ku " tegas Kinar
"Ayolah Kinar. kapan aku bisa membuktikan ketulusan ku, jika kau bahkan tidak mau ku ajak kemana mana" protes Andra. Kinar diam saja, Dan akhirnya menyerah
"Baiklah, terserah pada mu"
Mereka kembali menonton bersama, sampai akhirnya Kepala Andra bersandar pada bahu kecil Kinar.
"Tolong Kali ini saja, biarkan aku seperti ini" pinta Andra karena dia menyadari tubuh Kinar yang tersentak
"Sungguh aku sudah sangat lelah, terimakasih Kinar. kau sudah memberiku kesempatan Dan aku tidak akan menyianyiakan Hal itu" Lanjut Andra, Kinar diam membiarakan Andra menaruh kepalanya dengan nyaman di bahunya.
perlahan Andra memejamkan matanya Dan tertidur di bahu yang selalu nyaman menjadi tempatnya bersandar dulu maupun sekarang.
__ADS_1
Kinar malah teringat tentang masa lalu mereka. dimana Andra akan melakukan Hal yang sama ketika dia sudah meras sangat lelah. dulu Kinar dengan senang hati menerima perlakuan Andra padanya sampai akhirnya dia menghilang Dan meninggalkan bekas Luka padanya.
semoga Kali ini, kau tidak akan mengecewakan ku lagi. Batin kinar